Malu Bertanya, Gunakan Saja Social Media

2 , , Permalink 0

Ini sebenarnya cerita lama ketika ke Makassar Mei lalu.

Kalau tak salah sekitar Mei lalu. Ketika ke sana untuk pekerjaan hanya satu hari.

Ketika itu aku menginap di daerah Panakukkang. Padahal biasanya tiap kali ke kota tepi pantai ini, aku biasa menginap di daerah ternamanya, Pantai Losari. Karena menginap di daerah baru, aku pun tak terlalu kenal daerah ini. Termasuk soal di manakah tempat mencari makan yang enak.

Continue Reading…

Pelatihan Internet untuk Petani di Maumere

0 , , , Permalink 0

Ini adalah foto suasana pelatihan internet di Maumere sore ini.

Pelatihan sejak kemarin hingga besok sore ini diikuti delapan peserta dari mitra VECO Indonesia di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di antaranya dari Asosiasi Petani Kakao Nangapenda (SIKAP) Ende, Jaringan Petani Wulanggitang (Jantan) Flores Timur. Adapun LSM yang ikut ada Ayu Tani dan Bangwita.

Continue Reading…

Karena, Internet Haruslah Tetap Tanpa Batas

3 , , Permalink 0

Dunia yang bebas dan terbuka bergantung pada Internet yang juga bebas dan terbuka.

Internet memberdayakan semua orang. Siapa pun boleh berbicara, berkarya, belajar, dan berbagi. Internet tidak dikendalikan siapa pun. Bukan organisasi, individu, atau pun pemerintah. Internet menghubungkan dunia. Saat ini, lebih dari dua miliar orang sedang online. Hampir sepertiga jumlah manusia di planet ini.

Continue Reading…

Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis

Ternyata, netizen Bali itu muda dan berbeda.

Demikian salah satu hasil penting dari survei daring (online) yang kami adakan lewat Sloka Institute selama sebulan lalu. Sebagian hasil survei sudah bisa ditebak. Namun, sebagian lainnya justru mengejutkan. Dan, menyenangkan.

Survei daring tersebut kami adakan pada 21 Mei – 20 Juni 2012. Ada 401 responden mengisi survei untuk pengguna internet (netizen) di Bali maupun orang Bali yang tinggal di luar Bali tersebut.

Continue Reading…

Bersama-sama Merumuskan Etika Dunia Maya

4 , , Permalink 0

Fasilitator memecah belah kami. Dua kali!

Setelah mengadu dalam dua kelompok besar, dia memecah kami dalam tiga kelompok lebih kecil. Pada tahap awal, Idaman Andarmosoko, fasilitator diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) tersebut, memecah sekitar 50 peserta dalam dua kelompok besar, pro dan kontra. Dua kelompok ini harus berdebat lewat kartu tentang setuju tidaknya ada etika di dunia maya.

Continue Reading…