Tak Sebagus Konsep di Atas Kertas

Laporan pertamaku untuk Asia Catalyst, organisasi pemantau masalah HAM dan HIV/AIDS di Asia yang berbasis di New York. Februari ini aku mulai kerja magang buat mereka setelah proses pendekatan, nglamar, dan kemudian urus tetek bengek kecil lainnya. Kerjanya secara online: riset, diskusi, dan mengirim laporan ke mereka.

Lumayan buat menambah jaringan dan pengalaman..

Continue reading “Tak Sebagus Konsep di Atas Kertas”

Mereka Pekerja, Bukan Pelacur!

Ada yang mengusikku ketika ikut diskusi terbatas sama mantan Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardika Selasa kemarin. Diskusi terbatas di Sanur itu membahas tentang bagaimana peran industri pariwisata dalam penanggulangan AIDS di Bali. Beberapa petinggi pelaku pariwisata di Bali hadir dalam diskusi sejak pukul 5 sore itu.

Hal yang mengusikku adalah ketika Ardika mengatakan sebaiknya media tidak usah membuat eufemisme, penghalusan, tentang pelacur dengan menyebut mereka sebagai pekerja seks komersial (PSK). “Sebut saja mereka sebagai pelacur. Dengan begitu kita tidak membenarkan mereka karena sudah berbuat salah,” kurang lebih begitu mantan menteri ini menyebut.

Continue reading “Mereka Pekerja, Bukan Pelacur!”

Rights groups face classic problems

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Wed, 12/17/2008 11:12 AM | Bali

Bali’s human rights organizations were still embroiled by classical, internal problems diminishing their capability to implement their agendas, an activist said during a civil society gathering last week.

“Efforts to implement human rights agenda in Bali are still hampered by a lack of coordination among the human rights organizations,” chairwoman of the Indonesian Legal Aid Association’s (PBHI) Bali Chapter Nyoman Sri Widiyanthi said.

Continue reading “Rights groups face classic problems”

UU ITE Mengancam Para Pengguna Internet

Sumber Release: 02/ANRHTI/XI/08

Sejak ditetapkannya UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada 21 April 2008, telah menimbulkan banyak korban. Berdasarkan pemantauan yang telah aliansi lakukan paling tidak telah ada 4 orang yang dipanggil polisi dan menjadi tersangka karena diduga  melakukan tindak pidana yang diatur dalam UU ITE. Para tersangka atau korban UU ITE tersebut merupakan pengguna internet aktif yang dituduh telah melakukan penghinaan atau terkait dengan muatan penghinaan di internet.

Orang-orang yang dituduh berdasarkan  UU ITE tersebut  (lihat tabel lampiran) kemungkinan seluruhnya  akan terkena pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE yakni dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah, pasal tersebut menyatakan bahwa:

Continue reading “UU ITE Mengancam Para Pengguna Internet”

HIV, poverty add up to hardship

Anton Muhajir, Contributor, Karangasem | Mon, 12/01/2008 10:59 AM | Bali

Life for Ketut Sari (not her real name) is more than complicated. The 25-year-old has to struggle not only with poverty but also with the deadly HIV inside her body.

Living in one of the island’s poorest and most isolated hamlets does nothing to help her situation.

Continue reading “HIV, poverty add up to hardship”

Hotel construction marginalizes locals, area vendors claim

Anton Muhajir, Contributor, The Jakarta Post, Karangasem | Thu, 11/20/2008 10:29 AM | Bali

Construction of a major tourism facility has often resulted in the marginalization of smaller, less powerful business entities in its surrounding area.

Nyoman Rimben and Nyoman Sari are two out of as many as 10 small food and souvenir vendors who have suffered that marginalization after construction began on a five-star hotel, Chateau de Bali, on Mimba beach, Karangasem.

Continue reading “Hotel construction marginalizes locals, area vendors claim”

Farmers need assistance to access markets

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar  | Fri, 11/14/2008 11:01 AM | Bali

The market changes faster than people’s mindsets. This is particularly true in the agriculture sector, where many farmers still see themselves as commodity producers and not businessmen. There is a growing need for them to collaborate with different actors to link into the financial services and modern markets.

The issue was discussed at the “Inclusion of Small Producers in the Value Chain: From Field Evidence to Action”, a workshop jointly organized by Belgium-based Vredeseilanden (VECO), United Kingdom-based International Institute for the Environment and Development (IIED), and Netherlands-based Cordaid.

Continue reading “Farmers need assistance to access markets”

Cerita Lain Mereka yang Tersingkir

Begitu aku sampai di pantai, ibu itu langsung menyergap dengan pernyataan satir. “Pantainya memang bagus. Tapi belakangnya jelek,” katanya.

“Kok jelek, Bu?” tanyaku.

“Ya, karena bukit jadi rusak. Tamu tidak ada. Kami tidak boleh jualan,” jawabnya.

Continue reading “Cerita Lain Mereka yang Tersingkir”

Dolly Tak Sekadar Urusan Syahwat

Sejak kecil, bayanganku tentang Surabaya tuh cenderung sesuatu yang negatif. Mungkin karena beberapa cerita dari kakak dan tetanggaku. Mereka bercerita bagaimana ditodong pisau ketika di tengah angkutan kota. Malah, kakakku sendiri mengalami bagaimana harus melompat dari taksi karena dia ditodong orang. Ada pula teman bercerita kalau dia pernah diacungi celurit saat naik kendaraan umum.

Maka, Surabaya jadi kota yang sarat kekerasan di mataku. Itu pula alasan aku tak terlalu ingin menikmati kota ini lebih detail. Padahal jarak antara Surabaya dan Lamongan, tempatku lahir dan besar, juga tak terlalu jauh. Tiap kali lewat, aku benar-benar hanya lewat. Hampir tak pernah berniat singgah untuk tahu lebih banyak.

Continue reading “Dolly Tak Sekadar Urusan Syahwat”

Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi

Diskusi tentang media adalah alasanku untuk mengiyakan ajakan Wahyu pergi ke Surabaya. Teman di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali, kelompok mantan atapun pengguna narkoba dengan jarum suntik yang masih aktif, itu bilang kalau teman ngobrol di Surabaya tersebut bagus untuk tempat belajar soal media dan advokasi. Maka, aku mengiyakan ajakan itu.

Selasa malam kemarin, kami pun tiba di Surabaya. Sinyo, teman sesama ex junkie di kota ini menjemput kami dengan BMW tuanya. Oh ya, acara di Surabaya ini memang untuk para pengguna ataupun mantan pengguna. Ada IKON Bali, East Java Action (EJA), dan Performa Semarang. Kami menginap di penginapan sederhana di daerah jalan Darmokali, tak jauh dari Kebun Binatang.

Continue reading “Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi”