Tiap 1 Mei, kaum buruh sedunia memperingati hari buruh internasional yang akrab disebut May Day. Sejarah May Day berawal dari Amerika Serikat ketika buruh di negara industri itu mulai sadar untuk menolak eksploitasi berlebihan terhadap tenaga mereka. Saat itu, pada 1889, melalui perjuangan heroik dan berdarah-darah, buruh di Amerika bisa memperjuangkan agar mereka bisa bekerja maksimal hanya delapan jam tiap hari.
Hasil perjuangan berdarah ini kemudian adalah diterapkannya delapan jam kerja tiap hari sebagai standar perburuhan internasional. Maka, sejak 1 Mei 1890, kaum buruh sedunia pun menjadikan hari itu sebagai momentum untuk merayakan hasil perjuangan itu. Pada perjalanannya, May Day kemudian juga menjadi waktu untuk meneriakkan tuntutan agar buruh mendapat imbalan yang layak atas jerih payah mereka.
Continue reading “May Day dan Cerita Miris tentang Jurnalis”

Seorang teman pernah bilang bahwa tidak ada yang bernama kebetulan. Semuanya sudah terhubung satu sama lain tanpa kita sadari. Ada sesuatu yang mengatur itu semua di luar kehendak kita. Kadang aku percaya, kadang tidak. Tergantung situasi dan kondisi saja. 😀