
Bulu kuduk langsung berdiri. Darah berdesir di tengkuk.
Melihat barisan perahu itu, aku merinding. Tubuh menggigil sebentar seperti gemetar.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Bulu kuduk langsung berdiri. Darah berdesir di tengkuk.
Melihat barisan perahu itu, aku merinding. Tubuh menggigil sebentar seperti gemetar.
Akhirnya saya tergoda juga untuk menulis topik ini.
“Setan” penggodanya bernama riuhnya linimasa yang membahas topik ini. Akhir pekan lalu, topik tersebut berseliweran di media sosial dari pagi hingga malam.
Continue reading “Benarkah Ada Diskriminasi terhadap Islam di Bali?”

Ada yang berbeda dari perjalanan ke Flores pekan lalu.
Kali ini aku bisa ke Flores dengan Garuda Indonesia. Penting ya? Ya iyalah. Penting banget.
Continue reading “Menjadikan Bali sebagai Penghubung ke Timur”
Ruang depan kantor organisasi petani itu masih acak-acakan.
Dua tukang sedang memperbaiki atap dan dinding ruangan sekitar 4 x 4 meter tersebut. Kayu-kayu berserakan. Suara-suara orang memaku dan memotong kayu meningkahi teriknya siang di Mbay, Flores pekan lalu.
Continue reading “Pemasaran, Tantangan Berat Petani Organik Flores”
Semangat perlawanan Wayan Rebho tak berubah meski usianya kian tua.
Laki-laki berusia 66 tahun itu masih konsisten menolak menjual tanahnya untuk pembangunan lapangan golf. Dia kini tinggal di dalam kawasan milik investor, terkepung oleh lapangan golf.
Continue reading “Mereka Terpenjara oleh Mewahnya Pariwisata”
Awalnya layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat sangat meyakinkan.
Bahkan sejak pembelian tiket pun sudah terasa peningkatan kualitas layanan tersebut. Biasanya, pembelian hanya bisa dilakukan secara langsung. Kali ini sudah bisa lewat website, termasuk pembayarannya.
Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya deretan mobil.
Serupa ruang pamer alias show room. Tak hanya di tempat parkir, mobil-mobil itu juga memenuhi pinggir jalan di depan kampus Universitas Udayana (Unud) Jl Sudirman, Denpasar.
Nama Ainun Najib tiba-tiba melejit, setidaknya di dunia maya.
Bukan. Ini bukan budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun, seperti dugaan salah satu pendukung Prabowo – Hatta. Ainun Najib kali ini adalah anak muda kelahiran Gresik, Jawa Timur.
Asyik. Satu buku lagi yang menerbitkan tulisanku.
Kali ini dari Combine Resources Institute (CRI) Yogyakarta. Buku singkat, hanya 48 halaman, ini memuat tulisanku sebagai salah satu dari empat tulisan di dalamnya.
Kali ini tentang bagaimana media sosial menjadi media perlawanan terhadap rencana reklamasi di kawasan konservasi Bali.
Continue reading “Media Sosial untuk Menggemakan Perlawanan”