Awalnya layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat sangat meyakinkan.
Bahkan sejak pembelian tiket pun sudah terasa peningkatan kualitas layanan tersebut. Biasanya, pembelian hanya bisa dilakukan secara langsung. Kali ini sudah bisa lewat website, termasuk pembayarannya.
Ini hanya mimpi bagaimana transportasi publik di Bali ke depan.
Modalnya bukan hitung-hitungan matematis bin akademis tapi cuma pengalaman pernah menikmati nyamannya transportasi publik di Eropa. Kalau di Eropa bisa, rasanya bukan hil mustahal untuk diterapkan di sini. Seperti slogannya Pak Beye, bersama kita bisa! Hehe..
Bermodal 4,5 euro, kami keliling Paris dari bawah tanah. Sayang, karcis dan bukuku hilang.
Begitu keluar dari stasiun metro di kawasan Museum Leuvre Sabtu pekan lalu, kami semua langsung girang bukan kepalang. Persis di depan kami berdiri museum tempat menyimpan lukisan Monalisa karya Leonardo di Vinci itu. Kami semua berseru kompak, “Waaaoow..”
Bagian museum yang kami lihat pagi itu tingginya sekitar 10 meter. Bangunan ini awalnya adalah benteng. Karena itu bentuknya seperti kotak raksasa dengan ukiran-ukiran di bagian depan yang sangat detail. Warnanya dominan putih susu.