Mimpi Nyamannya Transportasi Publik Bali

Ini hanya mimpi bagaimana transportasi publik di Bali ke depan.

Modalnya bukan hitung-hitungan matematis bin akademis tapi cuma pengalaman pernah menikmati nyamannya transportasi publik di Eropa. Kalau di Eropa bisa, rasanya bukan hil mustahal untuk diterapkan di sini. Seperti slogannya Pak Beye, bersama kita bisa! Hehe..

Continue reading “Mimpi Nyamannya Transportasi Publik Bali”

Jejaring Sosial Memudahkan Warga Berbagi Cerita


Dengan alat dan layanan yang semakin terjangkau, warga kini lebih mudah berbagi cerita.

Kalau dulu kan tidak. Untuk berita terbaru, yang terjadi sehari sebelumnya, warga cuma bisa membaca dari koran. Atau kalau dari media elektronik, seperti TV, warga harus menunggu jam tertentu untuk mendapatkan berita terbaru.

Continue reading “Jejaring Sosial Memudahkan Warga Berbagi Cerita”

Satu Pulau Ratusan Bahasa

Di Flores, bahkan, satu desa bisa punya tiga bahasa. Mereka berbicara satu sama lain dengan bahasa berbeda.

Mungkin ini kesimpulan terlalu dini. Tapi, itu yang dikatakan para petani ketika kami ngobrol di sela-sela pelatihan publikasi dan internet di Ende, Flores pada 15-17 Maret ini.

Continue reading “Satu Pulau Ratusan Bahasa”

Komunikasi dalam Islam yang Toleran

Ketika kekerasan atas nama agama kian akrab, tulisan ini sangat relevan.

Sebab, aku masih yakin bahwa Islam yang aku kenal tidaklah diwakili orang-orang berteriak Allahu Akbar sambil membunuh orang meski berbeda keyakinan. Karena itu, tulisan Syafiq Basri Assegaff, Dosen Ilmu Komunikasi dan Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina, di Kompas ini sangat penting untuk disimpan dan disebarluaskan.

Continue reading “Komunikasi dalam Islam yang Toleran”

Banyak Peluang. Ayo Gunakan.

Dibandingkan 10 tahun, pers mahasiswa sekarang punya peluang jauh lebih banyak untuk berkembang.

Pikiran itu muncul lagi selama dua hari ini mengikuti pelatihan new media untuk persma di Denpasar. Pelatihan ini kerja bareng Persma Akademika dan Sloka Institute. Pesertanya para penggiat persma di Bali.

Continue reading “Banyak Peluang. Ayo Gunakan.”

Mengawasi Media Lewat Dunia Maya

Kekuatan dan kemudahan dunia maya membuat pengawasan terhadap media massa lebih mudah dilakukan.

Ikhwal pengawasan media alias media watch ini ditanyakan Mas Rofiqi Hasan, wartawan Tempo yang juga pengawas Sloka dalam obrolan bersama pembina dan pengawas Sloka Institute awal Januari lalu. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar ini bertanya kenapa Sloka tidak melakukan pengawasan pada media arus utama di Bali. Padahal, pengawasan media ini sempat jadi motivasi bahkan kegiatan kami ketika baru berdiri.

Continue reading “Mengawasi Media Lewat Dunia Maya”

Sesat Pikir Menteri Urusan Blokir

Menteri jagonya cuma blokir ketika koneksi internet tetap saja fakir.

Dengan alasan menolak pornografi, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengancam akan memblokir Blackberry (BB) di Indonesia. Ancaman Menkominfo tersebut sebagaimana ditulis berbagai media, seperti vivanews.com, tempointeraktif.com, maupun akun twitternya sendiri. Banyak alasan yang disebut Menteri. Selain hitung-hitungan bisnis dan nasionalisme, salah satu yang tetap dia sebut adalah alasan blokir ini karena BB tidak mau memblokir situs porno di dalamnya.

Continue reading “Sesat Pikir Menteri Urusan Blokir”

Pakai Twitter Agar Lebih Pinter


Ketika semakin jarang ngeblog, aku justru makin rajin mantengin Tweetdeck.

Di aplikasi Tweetdeck, pengguna bisa mengatur banyak akun jejaring sosial. Selain Facebook dan Twitter, pengguna bisa menambah akun Foursquare (penanda lokasi), Myspace (musik), Buzz (mikroblogging ala Google), dan Linkedin (profil profesional).

Continue reading “Pakai Twitter Agar Lebih Pinter”

Perbanyak Semut untuk Menandingi Gajah


Kita tak punya modal melawan gajah. Maka, cukuplah perbanyak semut. Setidaknya dia akan memberikan pilihan.

Ini bukan soal hewan-hewan koleksi di kebun binatang. Ini soal strategi membuat wacana berbeda di antara media-media arus utama di Bali. Sebab, kurangnya media alternatif itu membuat suara-suara alternatif masyarakat sipil juga tak terlalu muncul di media.

Continue reading “Perbanyak Semut untuk Menandingi Gajah”

Riuh Guyub Malam Minggu Makassar

Malam minggu di Makassar mengenalkan ramahnya wajah kota yang identik dengan kekerasan ini.

Keriuhan Makassar itu bermula dari Pantai Losari. Dengan tulisan PANTAI LOSARI di tepi pantai, tempat ini menjadi salah satu land mark kota. Beda dengan Denpasar yang, bagiku, tak cukup mengenalkan land marknya, Makassar lebih gesit mengenalkan penanda kota ini.

Continue reading “Riuh Guyub Malam Minggu Makassar”