Mimpi Indah Wisata Solaria

Jika dikelola dengan baik plus dipromosikan dengan bagus, Pelabuhan Sedayulawas akan jadi tempat wisata baru selain Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Tempat ini punya potensi dikembangkan jadi tempat wisata menarik. Ada pelabuhan kecil, yang meski tak seramai pelabuhan besar di Tanjung Perak Surabaya apalagi Tanjung Priuk Jakarta, namun terlihat selalu berdenyut tiap kali aku ke sana. Di pelabuhan ini ada ratusan perahu nelayan dan puluhan kapal antarpulau.

Continue reading “Mimpi Indah Wisata Solaria”

Pesan Keragaman dari Kota Perbatasan

Di Cilacap, pastor dan suster berdiskusi akrab dengan ustadz dan kyai. Menyenangkan dan menenangkan sekali.

Ketika wajah beringas melawan liyan semakin sering terlihat di media massa, ada baiknya kita menoleh ke Cilacap. Kota kecil di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat ini menyajikan wajah di mana keragaman terlihat sebagai kekuatan.

Continue reading “Pesan Keragaman dari Kota Perbatasan”

Maka, Realistislah Kalau Membuat Target

Kalau membuat target program, sesuaikanlah dengan kemampuan. Tak usah muluk-muluk berharap mengubah sesuatu yang tak bisa langsung kita pengaruhi.

Begitulah pesan penting dalam lokakarya Pemantauan dan Pendokumentasian Dampak dan Pengaruh Program. Lokakarya di Cilacap, Jawa Tengah ini diadakan Misereor, lembaga donor dari Jerman. Pesertanya para mitra Misereor dari berbagai wilayah, seperti Cilacap, Jambi, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Flores, Timur, hingga Papua.

Continue reading “Maka, Realistislah Kalau Membuat Target”

Tak Hanya Rekreasi Tapi Juga Produksi

Daripada menyediakan peluang, pemerintah lebih suka memberikan aturan menakutkan.

Apalagi ketika menteri yang mengurusi teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) saat ini, Tifatul Sembiring, lebih melihat TIK sebagai ancaman daripada peluang. Sejak jadi menteri, mantan Ketua Partai Keadilan Sejahter (PKS) ini, mulai membuat kebijakan yang cenderung mengekang kreativitas dan menakutkan.

Continue reading “Tak Hanya Rekreasi Tapi Juga Produksi”

Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca

Ide pertanyaan datang dari Twitter. Di sana pula jawabannya kami temukan.

Pancingan tersebut berasal dari twit salah satu pengguna Twitter di Bali Minggu malam kemarin. “Termehek-mehek mengambil lokasi di Bali.” Begitu kurang lebih kicauannya.

Continue reading “Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca”

Sembah Takzim untuk Para Pengabdi

Hingga pelosok desa, para penggiat LSM di Polewali Mandar (Polman) ini mendampingi petani.

Dan, seperti biasa, kegigihan orang-orang seperti mereka ini selalu membuat takjub. Mereka bekerja jauh dari ingar bingar popularitas baik media massa maupun jejaring sosial. Tapi, mereka punya basis dan perubahan yang jelas.

Continue reading “Sembah Takzim untuk Para Pengabdi”

Media Arus Utama, Dukunglah Jurnalisme Warga

Rofiqi Hasan, wartawan di Denpasar, memberikan hadiah ulang tahun pada Bale Bengong. Dia menulis dengan kritis tentang masa depan jurnalisme warga ala Pulau Dewata ini.

Tulisan sepanjang 386 kata dalam 10 paragraf itu berjudul Jurnalisme Warga Mau Ke Mana?. Semuanya mengacu pada Bale Bengong, blog jurnalisme warga tentang Bali. Jadi, mungkin lebih tepat menyebut bahwa kritik Rofiqi hanya pada Bale Bengong, bukan pada jurnalisme warga secara umum, apalagi di Indonesia atau bahkan dunia.

Continue reading “Media Arus Utama, Dukunglah Jurnalisme Warga”

Keterlibatan (Warga) Adalah Kekuatan


Inilah rekor jumlah twit terbanyak @balebengong hingga saat ini: sekitar 130 ocehan dalam sehari!

Ocehan alias twit sebanyak itu tidak mungkin terjadi kalau hanya kami yang membuatnya. Itu semua terjadi karena keterlibatan warga dunia maya Bali yang hadir pada acara megibung netizen Bali Sabtu lalu di Serambi Arts Antida.

Continue reading “Keterlibatan (Warga) Adalah Kekuatan”