Penuh Semangat Ngobrolin Pangan Sehat


Ini bukan sarapan biasa.

Menunya mungkin biasa. Nasi goreng dengan telur ceplok. Tapi, suasana tempat sarapannya asyik. Kami berada di ketinggian Puncak, Bogor. Di sekitar kami ada bukit dan pegunungan melingkari tempat kami. Dua di antaranya adalah Gunung Salak dan Gunung Riung.

Continue reading “Penuh Semangat Ngobrolin Pangan Sehat”

Menjaga Bara Kelompok Sipil Pulau Dewata

Ada diskusi menarik hari ini dengan teman-teman aktivis LSM di Bali.

Diskusi ini diadakan Yayasan Manikaya Kauci (YMK) yang berulang tahun ke-21. Mengaca pada umurnya, maka YMK ini salah satu organisasi non-pemerintah di Bali yang lahir ketika Soeharto dan Orde Baru masih jaya-jayanya, tahun 1992.

Continue reading “Menjaga Bara Kelompok Sipil Pulau Dewata”

Karena, Internet Haruslah Tetap Tanpa Batas

Dunia yang bebas dan terbuka bergantung pada Internet yang juga bebas dan terbuka.

Internet memberdayakan semua orang. Siapa pun boleh berbicara, berkarya, belajar, dan berbagi. Internet tidak dikendalikan siapa pun. Bukan organisasi, individu, atau pun pemerintah. Internet menghubungkan dunia. Saat ini, lebih dari dua miliar orang sedang online. Hampir sepertiga jumlah manusia di planet ini.

Continue reading “Karena, Internet Haruslah Tetap Tanpa Batas”

Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan

Ini orang kok ngotot sekali ya?

Berkali-kali mereka bilang kalau netizen, termasuk blogger dan pengguna social media lainnya, harus beretika ketika bersuara di dunia maya. Menurut mereka harus ada aturan agar penggunaan media baru ini tidak kebablasan dan menimbulkan masalah.

Continue reading “Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan”

Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT

Penolakan terhadapnya mengingatkan kepada teman-teman LGBT.

Tak hanya di Jakarta, diskusi Irshad Manji di Yogyakarta pun diserbu kelompok intoleran berkedok agama. Tak ada alasan jelas kenapa kelompok ini terus saja membubarkan diskusi bersama Irshad Manji.

Continue reading “Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT”

Let’s Fight for Our Right

Videonya aktivis sekali,” kata beberapa teman.

Mereka mengomentari video produksi Cahyo dan aku. Video berjudul Don’t Wait itu kami buat buat ikut lomba video kebebasan berekspresi yang diadakan Internet Sehat. Setelah kami lihat dan lihat lagi, ternyata ada benarnya. Video yang kami buat ini memang terlalu “aktivis”.

Continue reading “Let’s Fight for Our Right”

Media Baru, Alat Perlawanan Baru

Alat baru untuk menyuarakan perlawanan itu ada di internet.

Para aktivis demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) dari 16 negara di Asia pun mengakui dan memanfaatkan kekuatan baru tersebut. Melalui berbagai blog, Facebook, Twitter, dan bentuk media baru (new media) lainnya, para aktivis itu bergerilya melakukan perlawanan.

Continue reading “Media Baru, Alat Perlawanan Baru”

Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara

Foto Huffington Post [updated]

Fuck Human Rights. Book a Vacation in Vietnam.

Kalimat provokatif itu muncul di bagian atas website Reporters Without Borders, lembaga pemantau kebebasan kebebasan pers ternama di dunia. Dia mengingatkan kenyataan pahit di balik pesona Vietnam sekaligus eksotisme Asia Tenggara, warga kawasan ini masih di bawah ancaman pelanggaran hak asasi Continue reading “Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara”

Tersihir Nyanyian Orasi Efek Rumah Kaca

Di atas panggung, Cholil Machmud seperti berorasi, tak sekadar menyanyi.

Biduan alias vokalis Efek Rumah Kaca (ERK), band trio asal Jakarta, tersebut meneriakkan gugatannya. “Ku bisa tenggelam di lautan. Aku bisa diracun di udara. Aku bisa terbunuh di trotoar jalan. Tapi, aku tak pernah mati. Tak akan berhenti..

Continue reading “Tersihir Nyanyian Orasi Efek Rumah Kaca”