Surat Cinta untuk Mark Pendiri Facebook

Internet

Mark Zuckerbeg ternyata pemberi harapan palsu juga.

Dalam pernyataan awal, dia mengatakan akan menciptakan platform Internet yang terbuka, murah, dan terjangkau. Begitulah kira-kira ide awalnya. Harapan yang menyenangkan bagi banyak orang, termasuk aku.

Continue reading “Surat Cinta untuk Mark Pendiri Facebook”

Kendali Privasi di Tangan Kita Sendiri

privasi

Johar Alam seperti menembak tepat pada jantung sasarannya.

“KTP itu pelanggaran privasi terbesar yang justru dilegalkan,” kata Ketua Internet Data Center (IDC) Indonesia. Ah, itu jleb banget kalimatnya.

Continue reading “Kendali Privasi di Tangan Kita Sendiri”

privasi

Johar Alam seperti menembak tepat pada jantung sasarannya.

“KTP itu pelanggaran privasi terbesar yang justru dilegalkan,” kata Ketua Internet Data Center (IDC) Indonesia. Ah, itu jleb banget kalimatnya.

Continue reading “Kendali Privasi di Tangan Kita Sendiri”

Dadap Menggunakan Video untuk Perubahan

dadap
Foto dari Facebooknya Dadap.

Film-film pendek itu terlihat membosankan. Sebagian malah menyedihkan.

Bagian membosankan itu, misalnya, pada video anak-anak membuat mainan seperti gitar. Gambarnya monoton. Selama sekitar lima menit hanya tentang anak memotong batang bambu.

Continue reading “Dadap Menggunakan Video untuk Perubahan”

Habis Reklamasi Terbitlah Abrasi

BTID Serangan
Foto dari Facebook Sugi Lanus

Kasus-kasus reklamasi di berbagai tempat ini seharusnya bisa jadi pelajaran.

Jelas banget semua menunjukkan bahwa dampak reklamasi itu lebih banyak buruk daripada bagusnya. Contoh-contoh di bawah ini bisa menjelaskan.

Continue reading “Habis Reklamasi Terbitlah Abrasi”

Generasi Baru Demonstran di Bali

Merinding melihat jumlah peserta aksi massa hari ini.

Lebih dari seribu orang itu berbaris rapi. Tangan kiri mengepal. Berteriak menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Tangan kanan menggenggam ponsel. Mereka aktif memperbarui (update) informasi di media sosial. Continue reading “Generasi Baru Demonstran di Bali”

Menggagas Solidaritas Korban UU ITE

“Saya merasa sendirian ketika itu. Tidak ada teman sama sekali,” kata Prita Mulyasari.

Sabtu lalu, Prita bercerita kepada kami di Jakarta. Selama sekitar 4 jam, diselingi rehat makan siang, ibu tiga anak yang pernah masuk penjara gara-gara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini membagi kembali pengalamannya. Continue reading “Menggagas Solidaritas Korban UU ITE”

Teruslah Bersuara Kritis di Dunia Maya

Jaminan Kebebasan Berekspresi di Indonesia

Korban Pasal 27 ayat 3 UU ITE terus berjatuhan.

Terakhir, korban baru datang dari Manado, Sulawesi Selatan. Kali ini yang dijerat pasal karet tersebut adalah Rosali Amelia Smith. Warga Manado ini ditangkap polisi 26 Maret 2014 dengan tuduhan melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Continue reading “Teruslah Bersuara Kritis di Dunia Maya”

Vietnam, Hentikan Terus Penjarakan Blogger!

vietnamphoto1Pemerintah Vietnam kembali memenjarakan blogger kritis.

Korban kali ini adalah Truong Duy Nhat blogger yang menulis kritis tentang pemerintah Partai Komunis tersebut. Tiga hari lalu, blogger yang menulis di Nhat Mot Goc Nhin Khac (Another Point of View) tersebut divonis bersalah dan dihukum penjara dua tahun. Continue reading “Vietnam, Hentikan Terus Penjarakan Blogger!”

Bebaskan Arsyad. Batalkan Penahanannya!

Safenet Banner

Kebebasan berpendapat dan berekspresi di Internet semakin terkebiri oleh pasal 27 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kini, seorang aktivis Garda Tipikor Makassar, Muhammad Arsyad, telah dijerat pasal pencemaran nama hanya karena status yang terpasang di BlackBerry Messenger (BBM)-nya. Arsyad telah ditetapkan sebagai tersangka karena menulis di status BBM miliknya, “No Fear Nurdin Halid Koruptor!!! Jangan pilih adik koruptor!!!” sejak 13 Agustus 2013.

Continue reading “Bebaskan Arsyad. Batalkan Penahanannya!”