Surat Cinta untuk Mark Pendiri Facebook

0 , , Permalink 0

Internet

Mark Zuckerbeg ternyata pemberi harapan palsu juga.

Dalam pernyataan awal, dia mengatakan akan menciptakan platform Internet yang terbuka, murah, dan terjangkau. Begitulah kira-kira ide awalnya. Harapan yang menyenangkan bagi banyak orang, termasuk aku.

Maklum. Selama ini, kemudahan akses memang masalah utama jika kami memberikan pelatihan Internet bagi warga, terutama di pedesaan atau pedalaman. Biasanya kami mentok karena koneksi yang kacrut.

Karena itu, upaya Mark untuk mengenalkan Internet.org sebagai layanan Internet bagi warga Dunia Ketiga amat memberi harapan.

Tapi, aku sendiri langsung kecewa ketika membuka platform ini pertama kali. Mentok. Tak bisa membuka dari rumah. Hanya ada pesan cinta namun menyakitkan dari Mark — Saat ini, Internet.org hanya tersedia dengan kartu SIM Indosat. Ingin menggunakan Internet.org dengan operator seluler saat ini? Beri tahu kami.

SHIT, DUDE! KOK PALSU BANGET!

Suara-suara miring mulai muncul. Pada intinya mengecam praktik tidak jujur Mark dalam layanan Internet. Mereka yang lantang bersuara adalah teman-teman pegiat kebebasan informasi di Internet.

Bagi mereka, Internet.org justru mencederai nilai-nilai yang selama ini dianut dalam tata kelola Internet yaitu netralitas, zero rating, penamaan, privasi, keamanan, dan two tiered Internet.

Suara kecaman kemudian dikumpulkan dari berbagai kelompok pegiat kebebasan Internet di dunia. Jadilah Surat Terbuka untuk Mark Zuckerberg ini. Aku edit sedikit tata bahasanya biar lebih enak dibaca saja.

Kepada Mark Zuckerberg,

Kami, yang bertanda tangan di bahwa ini, menyampaikan keprihatinan bersama atas peluncuran dan perluasan platform Internet.org Facebook dan implikasinya terhadap Internet terbuka di seluruh dunia.

Pada Internet terbuka, sejatinya semua konten, aplikasi dan layanan harus diperlakukan sama, tanpa diskriminasi. Secara khusus, kami merasa tidak nyaman ketika mereka yang tidak mampumendapatkan akses (Internet) dijadikan pembenaran atas praktek pelanggaran atas netralitas Internet (net neutrality).

Kami memang mendukung tujuan untuk membawa akses yang terjangkau kepada dua pertiga penduduk dunia yang saat ini tidak memiliki akses internet. Banyak dari kita telah bekerja selama bertahun-tahun pada inisiatif untuk menjembatani kesenjangan digital, seperti membangun fasilitas akses internet di perpustakaan umum dan telecentre, mendukung pita lebar bagi masyarakat, pengembangan bisnis (ventura) telekomunikasi lokal, investasi publik dalam infrastruktur pita lebar, membuat situs dan layanan lebih mudah diakses oleh orang banyak dengan fitur di ponsel, dan masih banyak lagi.

Namun kami selalu berusaha untuk menyediakan akses non-diskriminatif ke Internet yang terbuka, tanpa harus mengistimewakan aplikasi atau layanan tertentu dan tanpa mengorbankan privasi dan keamanan pengguna.

Berikut ini adalah catatan kritis atas Internet.org dibandingkan sejumlah inisiatif di atas:

Dalam video Anda per 4 Mei 2015, Anda mengumumkan aturan baru yang berkaitan dengan Internet.org dan berargumentasi bahwa antara netralitas Internet dengan Internet.org tidak bertentangan. Namun di situs yang menyertai video tersebut, secara eksplisit aturan baru menyatakan bahwa “situs harus terintegrasi dengan baik dengan Internet.org untuk memungkinkan zero rating”.

Di bawah ini kami mengartikulasikan keprihatinan kami terhadap struktur dan pelaksanaan Internet.org saat ini:

Netralitas
Netralitas Internet mendukung kebebasan berekspresi dan kesetaraan kesempatan dengan memungkinkan setiap orang untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan berinteraksi secara setara. Hal ini membutuhkan Internet dikelola sebagai sebuah platform terbuka yang mengkondisikan penyedia jaringan memperlakukan semua konten, aplikasi, dan layanan secara setara, tanpa diskriminasi.

Aspek penting dari netralitas Internet menyatakan bahwa setiap orang harus dapat berinovasi tanpa (harus terhambat oleh) izin dari siapa pun atau entitas apapun.

Untuk itulah kami mendesak Facebook agar menegaskan dukungannya atas definisi sejati netralitas Internet, di mana semua aplikasi dan layanan diperlakukan sama dan tanpa diskriminasi, khususnya di negara berkembang dengan tiga miliar pengguna internet berikutnya yang akan mulai online. Facebook harus mengatasi kelemahan signifikan atas privasi dan keamanan yang melekat dalam iterasi (konsep) Internet.org saat ini.

Zero Rating
Zero rating adalah praktik oleh penyedia penyelenggara layanan yang menawarkan pelanggan mereka sebuah set (paket) khusus layanan atau aplikasi bebas biaya karena tidak menggunakan penghitungan data plan yang berlaku. Praktik ini secara inheren adalah diskriminatif, sehingga telah dilarang atau dibatasi prakteknya di sejumlah negara seperti di Kanada, Belanda, Slovenia dan Chili.

Zero Rating menjadi model dasar Internet.org saat ini. Facebook menjalin kemitraan dengan penyedia layanan telekomunikasi dan Internet di seluruh dunia untuk menawarkan akses ke aplikasi (atau situs) Internet tertentu kepada pengguna tanpa dikenakan biaya. Perjanjian ini membahayakan kebebasan dan kesetaraan kesempatan dalam berekspresi dengan membiarkan penyedia layanan menetapkan mana layanan Internet yang bisa mendapatkan keistimewaan dan mana yang tidak. Hal ini dapat mengganggu arus informasi yang bebas dan hak masyarakat terkait dengan jaringan telekomunikasi dan Internet.

Penamaan
Penamaan Internet.org menyesatkan karena melabel praktek Zero-Rating oleh Facebook) dengan nama “Internet”. Padahal sebenarnya yang ditawarkan oleh Internet.org hanyalah sebagian kecil dari Internet. Proyek Internet.org ini bertindak sebagai “walled garden” (taman bertembok alias closed platform/ecosystem) di mana beberapa layanan sengaja lebih dipilih dibandingkan dengan yang lainnya. Tentu saja, ini adalah salah satu bentuk pelanggaran netralitas Internet.

Kebebasan Berekspresi
Proyek Internet.org ini juga menimbulkan risiko lain atas kebebasan berekspresi. Kemampuan melakukan sensor atas gerbang Internet semakin mapan, sebagaimana pemerintah di sejumlah negara yang represif dan otoriter memerintahkan Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir akses ke situs tertentu tanpa legitimasi prosedur sah, transparan dan akuntabel.

Facebook tampaknya menempatkan diri dalam posisi yang sama, di mana pemerintah bisa menekan Facebook untuk memblokir konten tertentu, atau bahkan jika pengguna harus login untuk akses, lantas kemudian memblokir pensecara individual.

Pengidentifikasian khusus atas pengguna tersebut juga dapat menyebabkan penangkapan penahanan atas diri mereka. Facebook seharusnya tidak mengambil tanggung jawab dan resiko tambahan ini karena membuat semacam “pos pemeriksaan” tunggal terpusat atas dasar arus informasi yang bebas.

Privasi
Kami sangat prihatin terhadap timbulnya implikasi privasi penggunanya lantaran penggunaan Internet.org. Kebijakan privasi Facebook sendiri saat ini tidak atau belum memberikan perlindungan yang memadai bagi pengguna Internet baru, bahkan beberapa di antara mereka bisa jadi tidak mengerti bagaimana data pribadi mereka akan digunakan. Bukan tidak mungkin pula pengguna tidak memahami dengan benar ketika memberikan persetujuan atas praktik terkait penggunaan data pribadi mereka) saat mendaftar dan atau menggunakan layanan tersebut.

Senada dengan yang dilakukan Facebook, Internet.org kemungkinan juga mengumpulkan data pribadi pengguna ketika mereka menggunakan aplikasi dan layanan yang merupakan bagian dari programnya. Juga perlu dicermati kurangnya transparansi tentang bagaimana data pribadi pengguna akan digunakan oleh Internet. org dan oleh mitra penyedia telekomunikasi dan Internet.

Internet.org juga berkonsentrasi pada penggunaan Internet di beberapa aplikasi dan layanan, sehingga memudahkan bagi pemerintah represif otoriter dan aktor lain yang tidak bertangung-jawab untuk memata-matai lalu-lintas data Internet penggunanya secara tidak sah.

Keamanan
Implementasi Internet.org saat ini mengancam keamanan pengguna Internet dan Internet itu sendiri secara keseluruhan. Pada update (pengumuman tentang Internet.org) per 4 Mei 2015, disampaikan larangan penggunaan TLS (Transport Layer Security), Secure Socket Layer (SSL), atau enkripsi HTTPS oleh para penyedia layanan/konten yang (ingin) berpartisipasi.

Ini inheren menempatkan pengguna pada risiko privasi dan sekuriti, karena trafik pengguna akan rentan terhadap serangan berbahaya dan penyadapan tidak sah dari pemerintah.

Two-tiered Internet
Ledakan ekonomi yang didorong oleh Internet di negara-negara maju harus dibagi rata dengan tiga miliar orang berikutnya, tidak dihambat oleh Internet model two-tiered ala Facebook. Two-tiered Internet merujuk pada arsitektur Internet yang melakukan diskriminasi atas kualitas (kecepatan dan kestabilan) trafik pada mereka yang mampu membayar lebih mahal. Model Internet.org ini, membiarkan penggunanya untuk “mencicipi” konektivitas sebelum akhirnya mendorong mereka untuk membeli paket/biaya Internet yang (relatif) mahal. Model ini juga gagal untuk mengakui realitas ekonomi bagi jutaan orang di dunia yang tidak mampu untuk membeli atau membayar biaya Internet. Para pengguna baru Internet akan terjebak pada jalur / koneksitas Internet yang terpisah dan tidak setara, dan pada akhirnya justru akan memperlebar kesenjangan digital.

Facebook, dalam pernyataan niatnya untuk menghubungkan miliaran orang ke Internet, haruslah sangat mendukung dan mengadvokasi penjagaan atas prinsip netralitas Internet, privasi, keamanan, dan hak-hak pengguna lainnya dalam diskusi dengan pemerintah nasional dan regulator, sembari juga menerapkan standar tersebut untuk inisiatif bisnisnya.

Daftar Penandatangan (per 15 Mei 2015)

1. Initiative für Netzfreiheit Austria
2. Instituto Beta para Internet e Democracia – IBIDEM ~ Brazil
3. Coletivo Intervozes Brazil
4. Instituto Bem Estar Brasil ~ Brazil
5. Instituto NUPEF ~ Brazil
6. Movimento Mega ~ Brazil
7. Coding Rights ~ Brazil
8. Protege Qv ~ Cameroon
9. Samuelson-Glushko Canadian Internet Policy & Public Interest Clinic ~ Canada
10. Ageia Densi Colombia ~ Colombia
11. Colnodo ~ Colombia
12. Fundacion Karisma ~ Colombia
13. RedPaTodos ~ Colombia
14. Fundacion para la Libertad de Prensa ~ Colombia
15. IT-Pol Denmark ~ Denmark
16. Usuarios Digitales ~ Ecuador
17. The Heliopolis Institute ~ Egypt
18. European Digital Rights (EDRi) ~ EU
19. Free Press Unlimited ~ EU
20. Digitale Gesellschaft ~ Germany
21. Access ~ Global
22. OpenMedia ~ Global
23. Association for Progressive Communications ~ Global
24. Data Roads Foundation ~ Global
25. International Modern Media Institute ~ Iceland
26. IT for Change ~ India
27. ICT Watch – Indonesia ~ Indonesia
28. KICTANet ~ Kenya
29. Red en Defensa de los Derechos Digitales (R3D) ~ Mexico
30. Bits of Freedom ~ Netherlands
31. Vrijschrift ~ Netherlands
32. Baaroo Foundation ~ Netherlands
33. Paradigm Initiative Nigeria ~ Nigeria
34. Digital Rights Foundation ~ Pakistan
35. Internet Policy Observatory Pakistan ~ Pakistan
36. Media Matters for Democracy ~ Pakistan
37. IPANDETEC ~ Panama
38. TEDIC ~ Paraguay
39. Open Wireless Network of Slovenia ~ Slovenia
40. Just Associates Southern Africa ~ South Africa
41. Right 2 Know Campaign ~ South Africa
42. Korean Progressive Network Jinbonet ~ South Korea
43. xnet ~ Spain
44. Integrating Livelihoods through Communication Information Technology for Africa ~ Uganda
45. Unwanted Witness ~ Uganda
46. ColorofChange.org ~ US
47. Future of Music Coalition ~ US
48. Popular Resistance ~ US
49. RootsAction.org ~ US
50. Savvy System Designs ~ US
51. The Agency League of Musicians ~ US
52. The Media Consortium ~ US
53. Fight for the Future ~ US
54. Center for Media Justice ~ US
55. Media Mobilizing Project ~ US
56. 18MillionRising.org ~ US
57. Media Alliance ~ US
58. Zimbabwe Human Rights NGO Forum ~ Zimbabwe

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.