Membuat Blog untuk Peduli Air

Seharian ini kami dari Bali Blogger Community (BBC) memberikan pelatihan menulis dan mengelola blog di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali.

Pelatihan dimulai dengan perkenalan peserta yang semuanya masih SMA. Lima belas peserta ini berasal dari empat sekolah di Denpasar seperti SMA 1, SMA 3, SMA 6, dan SMK Saraswati. Tiap peserta mendapat satu unit komputer atau laptop sehingga mereka tak hanya mendengarkan teori tapi juga langsung praktik menulis.

Nanti dilanjut lagi. Ini kan cuma latihan.

Foto dari Facebooknya John Black.

Agar Rasa Bisa Bercerita

Tak ada makan siang gratis. Begitu pula dengan traktiran untuk Tulank dan Intan sore tadi. Setelah bagi-bagi gaji dan honor di kantor siang hari, sorenya kami makan bersama di kafe Warung Taji di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Lina PW yang ada di Sloka juga kami ajak. Karena dia bawa kamera, dia kebagian tugas moto-moto.

Sementara itu Tulank dan Intan, kami minta untuk menulis pengalaman bersantap di kafe penyedia menu Italia dan Jepang ini. Gara-gara meminta mereka untuk menulis kuliner itu, aku jadi inget ide lama untuk berbagi pengalaman menulis topik yang masuk kategori berita ringan (soft news) ini.

Continue reading “Agar Rasa Bisa Bercerita”

Belajarlah Jadi Wartawan ke Pasar Guwang

Dengan bersemangat, Kadek Juana Setiawan dan 11 temannya berjalan melintas tempat parkir Pasar Seni Guwang, Sukawati, Gianyar Minggu siang lalu. Namun setelah masuk daerah pertokoan, murid kelas III SD tersebut malah ragu-ragu. “Malu, nok,” kata Kadek. Teman-temannya mengiyakan.

Mereka tak jadi masuk pasar yang menjual berbagai souvenir tersebut. Dengan agak ragu, mereka membalik langkah lalu menuju deretan toko lain yang menjual makanan, bukan souvenir. Mereka kemudian melihat satu per satu penunggu toko yang menjual minuman dan makanan tersebut.

Continue reading “Belajarlah Jadi Wartawan ke Pasar Guwang”

Berikan Dukungan Bukan Ketakutan

Diskusi Jurnalisme Warga Dewan Pers

Pertanyaan yang langsung muncul setelah melihat nama pembicara diskusi Jurnalisme Warga tersebut adalah, “Kenapa mesti dia?”. Pertanyaan itu muncul begitu saja setelah baca nama KRMT Roy Suryo Notodiprojo sebagai salah satu pembicara di diskusi yang diadakan Dewan Pers di Denpasar hari ini.

Dalam undangan resmi yang dikirim panitia, pembicara yang akan hadir di diskusi tersebut adalah Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), Priyambodo RH (Kantor Berita Antara/ Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo), dan Enda Nasution (Ketua Blogger Indonesia). Btw, sejak kapan blogger Indonesia ada ketuanya? 🙂

Continue reading “Berikan Dukungan Bukan Ketakutan”

Obama, Internet, dan Kebebasan

Tulisan menarik tentang internet dan kebebasan informasi di Kompas. Dikopas sebagai bagian dari penyebarluasan informasi dan dukungan pada Ninok Leksono, penulis artikel, salah satu wartawan Kompas yang tulisannya selalu membuatku harus membacanya sampai selesai..

Obama, Internet, dan Kebebasan

”Saya pendukung berat (pandangan) yang tidak membatasi penggunaan internet. Semakin kita terbuka, semakin mampu kita berkomunikasi, dan hal itu juga akan membuat dunia bersatu.” Presiden AS Barack Obama mengatakan itu di hadapan mahasiswa China di Museum Sains dan Teknologi, Shanghai, hari Senin (16/11).

Continue reading “Obama, Internet, dan Kebebasan”

Karena Warga Berhak Bertanya

Ini sering terjadi. Ketika saya minta data dari sebuah kantor pemerintah, maka hasilnya pasti mengecewakan. Tidak semua lembaga pemerintah, memang. Tapi sebagian besar tidak bagus dalam memberikan informasi pada warga, termasuk wartawan.

Dua contoh yang saya ingat sekali adalah ketika meminta data ke Dinas Cipta Karya Badung di daerah Lumintang, Denpasar serta Badan Lingkungan Hidup Bali sekitar enam bulan lalu. Saat itu saya hendak menulis tentang maraknya pembangunan vila tak berizin di Bali. Saya hanya minta data tentang berapa banyak sih jumlah vila liar di Bali.

Continue reading “Karena Warga Berhak Bertanya”

Menata Alur Penerbitan Media Kampus

Oleh Anton Muhajir

APA?
Kalau diibaratkan tubuh, Tim Redaksi adalah otak untuk sebuah tim pengelola majalah kampus. Tim Redaksi ini yang mengatur bagaimana sebuah tim bisa berjalan dengan baik. Tim Redaksi ini yang mengendalikan kapan anggota tim harus membuat perencanaan, melakukan peliputan, membuat tulisan, mengedit materi, mendesain majalah, dan seterusnya. Proses tentang pengaturan kerja untuk menerbitkan medai inilah yang disebut dengan Manajemen Redaksi.

Di dalam sebuah organisasi pengelola media kampus, Tim Redaksi ini akan bekerja dengan tim lain yaitu Tim Organisasi, Tim Penelitian dan Pengembangan, serta Tim Iklan. Tidak ada satu yang lebih penting dibanding yang lain. Semua punya peran sama, terutama di media umum (mainstream).

Continue reading “Menata Alur Penerbitan Media Kampus”

Ketika TV Kehilangan Hati Nurani

Inilah menu makan siangku hari ini: sup kepala ikan dan ikan goreng. Makannya di warung langganan, Warung Lembongan di jalan Tjok Agung Tresna Renon Denpasar. Ikan laut itu digoreng garing. Supnya, selain kepala ikan juga ada sayur ketimun diiris tipis.

Karena sudah ngidam dari kemarin, aku pun nyeruput sup kepala ikan itu dengan nikmatnya. Posisiku menghadap ke arah TV yang menayangkan berita siang. Pokoke makan siang ini enak tenanlah. Eeh, pas lagi asik nyeruput sup kepala ikan, di TV nongol potongan kepala orang yang diduga sebagai pelaku teror bom di Ritz Carlton dan JW Mariott Jumat pekan lalu.

Continue reading “Ketika TV Kehilangan Hati Nurani”

Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV

“Ada mayat di kolam lapangan Puputan Badung,” kata suara di telepon seluler Putu Sujana Kamis awal Maret lalu. Sujana sedang duduk-duduk di depan gedung rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di jalan Nusa Indah, Denpasar Timur. Ada demo mahasiswa dan dosen di kampus itu menuntut pergantian rektor.

“Demonya tidak asik. Cuma begitu-begitu saja,” kata Sujana. Maka, Sujana segera pergi dari kampus ISI setelah ada telepon tersebut. Dia naik sepeda motor Shogunnya di antara lalu lintas Denpasar. Di antara gerimis, dia menyalip motor dan mobil sepanjang jalan.

Continue reading “Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV”

Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah

Oleh Anton Muhajir

Mengenal Mading
Sejak zaman bahuela, manusia sudah senang menyampaikan informasi satu sama lain. Selain untuk bertukar kabar, informasi yang disampaikan itu bisa sekaligus untuk menunjukkan keberadaan. Pada zaman batu, misalnya, manusia sudah menggunakan dinding-dinding gua untuk menyampaikan informasi tersebut. Ini barang kali yang bisa jadi rujukan sejarah awal mula majalah dinding dalam versi bahuela. 🙂

Lewat mading ala manusia zaman batu itu pula kita bisa mencatat bagaimana peradaban manusia pada saat itu. Kita bisa melihat bagaimana hubungan antara manusia dengan alam termasuk hewan dan tumbuhan, juga manusia dengan manusia itu sendiri. Kita bisa melihat kebudayaan manusia pada masa itu lewat lukisan di dinding gua itu. Begitulah, informasi itu sekaligus sebagai dokumentasi tentang kebudayaan mereka.

Continue reading “Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah”