Setelah Benih Kami Semai

Kelas Jurnalisme Warga Sloka Institute Bali

Sabtu ini hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute. Pelatihan ini kami adakan selama empat hari tiap Jumat dan Sabtu. Hari pertama pada Jumat, 22 Januari kemudian disambung pada 23, 29 dan 30 Januari 2010. Pelatihan jurnalistik bukan hal baru bagi kami di Sloka. Tapi pelatihan dalam bentuk kelas dan agak intensif, inilah yang pertama kali. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pelatihan-pelatihan yang pernah kami adakan sebelumnya.

Pertama, peserta. Kalau dalam pelatihan sebelumnya jumlah peserta sekitar 20 atau bahkan lebih, maka kali ini hanya separuhnya, 10 orang. Dengan peserta yang sedikit, kami merasa bisa lebih intensif. Tiap tulisan yang dibuat peserta bisa kami diskusikan di kelas, meski agak buru-buru karena waktu yang hanya sekitar 30 menit. Tapi aku sendiri, sebagai fasilitator, bisa membahasnya kemudian dengan lebih panjang seusai pelatihan.

Continue reading “Setelah Benih Kami Semai”

Gunakan Kekuatan Tanganmu!

Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute

Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat.Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya.

Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. Sebab Sloka Institute pengelola blog jurnalisme warga Bale Bengong, akan mengadakan Kelas Menulis Jurnalisme Warga.

Continue reading “Gunakan Kekuatan Tanganmu!”

Selebihnya, Biarkan Koin yang Bicara

Koin untuk Prita

Selasa ini, ribuan koin seberat 18,5 kg telah aku kirimkan lewat jasa titipan kilat Tiki Denpasar. Dari sisi nominal, koin itu mungkin tak banyak, Rp 1.955.776 plus 2 dollar dan 40 cent Singapura. Namun lihatlah maknanya: kami semua peduli pada orang-orang kecil korban peradilan..

Ribuan koin itu mengalir dari berbagai kelompok di Denpasar. Anak-anak SD dan guru, pemuda partai politik, mahasiswa, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), ibu rumah tangga, blogger, dan lain-lain. Mereka mengumpulkannya melalui beberapa simpul antara lain Sloka Institute, Bali Orange Communication, Manikaya Kauci, dan lain-lain.

Continue reading “Selebihnya, Biarkan Koin yang Bicara”

Kado Terindah Dua Tahun BBC

Bali Blogger Community, Dua Tahun

Basah kuyup jadi hadiah penutup untuk Eka Dirgantara pada perayaan dua tahun Bali Blogger Community (BBC). Eka Ozawa, begitu kami biasa menyapanya merujuk pada hobinya mengoleksi bintang film biru ternama Maria Ozawa, adalah Ketua Panitia Perayaan Dua Tahun BBC.

Maka begitu perayaan resmi ditutup, beberapa anggota BBC segera menggotong Eka setelah beberapa yang lain mengamankan barang berharganya seperti telepon seluler dan dompet. Eka lalu diceburkan ke dalam kolam pemancingan di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Denpasar Timur, tempat perayaan diadakan. Bukan hanya sekali. Begitu Eka naik, teman lain menceburkan dia kembali ke kolam.

Continue reading “Kado Terindah Dua Tahun BBC”

Berikan Dukungan Bukan Ketakutan

Diskusi Jurnalisme Warga Dewan Pers

Pertanyaan yang langsung muncul setelah melihat nama pembicara diskusi Jurnalisme Warga tersebut adalah, โ€œKenapa mesti dia?โ€. Pertanyaan itu muncul begitu saja setelah baca nama KRMT Roy Suryo Notodiprojo sebagai salah satu pembicara di diskusi yang diadakan Dewan Pers di Denpasar hari ini.

Dalam undangan resmi yang dikirim panitia, pembicara yang akan hadir di diskusi tersebut adalah Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), Priyambodo RH (Kantor Berita Antara/ Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo), dan Enda Nasution (Ketua Blogger Indonesia). Btw, sejak kapan blogger Indonesia ada ketuanya? ๐Ÿ™‚

Continue reading “Berikan Dukungan Bukan Ketakutan”

Ketika Gurami Serasa McD

Gurami Goreng Tepung Warung Mina

Setelah mencoba menu yang sama di dua warung lain, saya tidak ragu menyebut menu ikan gurami goreng Warung Mina adalah yang terbaik di antara warung lainnya. Ikan gurami goreng di warung ini disajikan lebih enak. Keringnya lebih renyah, dagingnya lebih empuk, gurihnya lebih mantap, dan porsinya lebih tepat untuk perut.

Berbeda dengan restoran sejenis di daerah Renon yang menyediakan menu gurami goreng ini dalam gorengan yang tak terlalu renyah. Warung lainnya, menyajikan menu ini dalam porsi yang lebih kecil dan rasa terlalu asin. Tak tepat di lidah saya. Ini mungkin soal selera pribadi. Tapi beberapa teman makan di restoran lain mengiyakan pendapat saya.

Continue reading “Ketika Gurami Serasa McD”

Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi

Memenuhi permintaan tulisan kuliner dari sebuah majalah bulanan terbitan Jakarta, saya pun berkunjung ke kafe di jalan Pulau Kawe ini. Kafe ini khusus menjual mie dalam aneka olahan yang memang menggiurkan.

Saya sudah pernah menulisnya sekitar setahun lalu untuk majalah kuliner yang lain. Karena itu ketika ada permintaan menulis kembali kafe ini, saya menerimanya dengan senang hati. Sebab selain menunya yang khusus, berbagai olahan mie, itu disajikan dalam olahan enak, kafe ini juga bagus karena suasananya yang asik. Kafe ini memang layak direkomendasikan sebagai tempat bersantap.

Continue reading “Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi”

Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar

Salah satu hal menarik yang saya temui ketika numpang lewat di Mataram, Jumat pekan lalu adalah adanya tempat nongkrong di kota ini. Di Jalan Udayana, sekitar Bandara Selaparang, ada lokasi yang memang diperuntukkan untuk warga kota duduk santai di sini. Tak hanya bersantai-santai tapi juga bersantap enak dan murah.

Rizal Hakam, sopir taksi yang mengantar saya ke sini menyebut tempat ini kawasan jalan Udayana. Begitu pula dengan pedagang kaki lima yang saya ajak ngobrol malam itu. Jadi memang tidak ada nama khusus untuk menyebut lokasi ini. Saya sebut saja tempat ini pusat lesehan Udayana. Agak unik saja sih. Udayana tapi ada di Mataram. ๐Ÿ™‚

Continue reading “Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar”

Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus

Ketika masih jadi mahasiswa harga hemat adalah syarat utama untuk memilih warung tempat makan bagiku. Rasa nikmat dan nyamannya tempat itu urusan nomor kedua atau ketiga atau malah tidak penting sama sekali. Sebab kadang-kadang urutan pertama justru, apakah warung-warung itu menerima bon. Hehe..

Dengan alasan hemat itu pula, aku memilih warung-warung yang berada di daerah Sanglah Denpasar berikut. Warung-warung ini berada di sekitar kampus Universitas Udayana (Unud), universitas negeri terbesar di Bali.

Continue reading “Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus”