Matinya Telepon Umum Kita

2 , , Permalink 0

wpid-2013-10-15-07.55.43.jpg

Habis makan sate kambing di Jalan Kaliasem Denpasar pagi ini, aku dan Satori jalan-jalan di sekitar warung.

Salah satu yang menarik adalah masih adanya telepon umum di jalan ini. Bisa jadi karena di jalan ini juga ada kantor Telkom. Tapi, meskipun berada di dekat kantor Telkom, nyatanya telepon umum itu tak terurus.

Continue Reading…

Perempuan-perempuan BBC Memang Oye!

Dengan mobil pick up, Sakti Soediro membawa barang-barang sisa dari Berbagi Tak Pernah Rugi Bali Blogger Community (BBC). Dialah salah satu wanita tangguh di BBC.

Sakti pula yang begitu usai terjadi bencana Gunung Merapi aktif mengumpulkan sumbangan dari berbagai kelompok. Sakti, perempuan single yang baru saja patah hati itu, membuat pos-pos penyaluran sumbangan untuk pengungsi di Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Continue Reading…

Dalam Damai Masalah Selesai

11 , , Permalink 0

Es Enak Cafe Me

Sabtu pekan lalu, kami akhirnya bertemu. Aku bersama Lode, istriku. Sri, dari manajemen Cafe Me, bersama pemilik kafe. Pertemuan kami agak canggung pada awalnya, tapi akhirnya toh selesai juga masalah di antara kami.

Itikad untuk bertemu datang dari pihak Cafe Me. Manajemen kafe di Jl Pulau Kawe Denpasar dengan menu spesial mie ini pertama kali kontak aku pada 20 Januari lalu. Manajemen Cafe Me menjawab tulisan pengalamanku diperlakukan tidak simpatik oleh pemiliknya.

Continue Reading…

Setelah Benih Kami Semai

2 , , , , Permalink 0

Kelas Jurnalisme Warga Sloka Institute Bali

Sabtu ini hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute. Pelatihan ini kami adakan selama empat hari tiap Jumat dan Sabtu. Hari pertama pada Jumat, 22 Januari kemudian disambung pada 23, 29 dan 30 Januari 2010. Pelatihan jurnalistik bukan hal baru bagi kami di Sloka. Tapi pelatihan dalam bentuk kelas dan agak intensif, inilah yang pertama kali. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pelatihan-pelatihan yang pernah kami adakan sebelumnya.

Pertama, peserta. Kalau dalam pelatihan sebelumnya jumlah peserta sekitar 20 atau bahkan lebih, maka kali ini hanya separuhnya, 10 orang. Dengan peserta yang sedikit, kami merasa bisa lebih intensif. Tiap tulisan yang dibuat peserta bisa kami diskusikan di kelas, meski agak buru-buru karena waktu yang hanya sekitar 30 menit. Tapi aku sendiri, sebagai fasilitator, bisa membahasnya kemudian dengan lebih panjang seusai pelatihan.

Continue Reading…