Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?

Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.

Blogger yang tinggal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tiba-tiba mention aku di twitnya Minggu lalu. Padahal, aku masih capek sepulang dari Kintamani usai ikut kerja bakti menanam pohon rame-rame di lereng Gunung Batur.

Continue reading “Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?”

Hati-hati dengan Distorsi Informasi

Lelaki itu maju ke depan kerumunan lalu berteriak.

“Kalau tidak ada tujuan buruk, untuk apa kita menyembunyikan tempat latihan kita?” teriak lelaki berpakaian biasa itu. Lalu, dia kembali ke dalam kerumunan. Masuk. Tak ada yang tahu bahwa dia bukan warga biasa.

Continue reading “Hati-hati dengan Distorsi Informasi”

Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara

Foto Huffington Post [updated]

Fuck Human Rights. Book a Vacation in Vietnam.

Kalimat provokatif itu muncul di bagian atas website Reporters Without Borders, lembaga pemantau kebebasan kebebasan pers ternama di dunia. Dia mengingatkan kenyataan pahit di balik pesona Vietnam sekaligus eksotisme Asia Tenggara, warga kawasan ini masih di bawah ancaman pelanggaran hak asasi Continue reading “Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara”

Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN

Tanpa mikrofon, aku harus berteriak untuk bersuara. Tapi, percuma.

Suara itu tak didengar sama sekali. Dua moderator di depan tak mendengarnya. Mereka sibuk mengubah beberapa kata yang terlihat di layar tanpa mengacuhkan apa yang aku sampaikan. Pendapatku diabaikan.

Continue reading “Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN”

Petani Indonesia Hanya Mendapat Sisa-sisa

Negeri ini menghasilkan banyak komoditi terbaik dunia. Tapi, kita tak bisa menikmatinya.

Komoditi kopi, misalnya. Negeri ini menghasilkan kopi istimewa (specialty coffee) di daerah seperti Sumatera, Jawa, Bali, Flores (Nusa Tenggara Timur), dan Tana Toraja (Sulawesi Selatan). Kopi Indonesia, setahuku, bersaing dengan kopi dari Brazil.

Continue reading “Petani Indonesia Hanya Mendapat Sisa-sisa”

Blogger, Dari Komunitas Menuju Komoditas

Tak ada lagi gegap gempita Pesta Blogger seperti tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, setiap tahun sejak 2007 lalu, kopi darat akbar blogger se-Indonesia ini selalu digelar. Tak hanya dipusatkan di Jakarta pada satu hari tapi juga ada rangkaian kegiatan di kota-kota lain di Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, juga Bali.

Continue reading “Blogger, Dari Komunitas Menuju Komoditas”

Santai Berpakaian Adalah Kebebasan

Obrolan dengan seorang teman lewat linimasa mengingatkanku pada zaman kuliah.

Saat itu, sebagian dosen suka sinis padaku gara-gara berpakaianku. Ada yang suka nyentil-nyentil tapi ada pula yang sampai ngomong sangat jelas, “Kalau mau ikut kelas saya, tolong jangan pakai sandal ya.”

Continue reading “Santai Berpakaian Adalah Kebebasan”

Berbaku Gombal tentang Pangan Lokal

Tema Blog Action Day (BAD) kali ini adalah tentang Pangan, yang juga diperingati tepat hari ini.

Dua hal ini, BAD 2011 dan Hari Pangan Sedunia (HPS), ibarat tumbu ketemu tutup dengan perjalananku ke Kabupaten Ngada, Flores 12-15 Oktober kemarin. Selama tiga hari di sana aku liputan tentang perayaan HPS se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipusatkan di Ngada, salah satu kabupaten di pegunungan Flores.

Continue reading “Berbaku Gombal tentang Pangan Lokal”

Waspadai Disfungsi Ereksi, eh, Informasi

Terlalu banyak tahu, kadang justru menakutkan. Atau, bisa jadi membuat cemburu.

Ketakutan itu akan terjadi kalau terlalu banyak informasi yang kita tahu, bahkan melebihi kapasitas informasi yang seharusnya cukup kita konsumsi. Bahasa gaulnya, kepo. Parahnya lagi kalau informasi itu tentang sesuatu yang memang menakutkan.

Continue reading “Waspadai Disfungsi Ereksi, eh, Informasi”

Genre Baru itu Bernama Jurnalisme Warga

Objektivitas dalam jurnalisme itu omong kosong!

Tidak ada satu pun wartawan atau media yang bisa menulis dengan objektif. Dia pasti telah terpengaruh banyak hal ketika menulis. Dua wartawan bisa saja menulis topik sama persis. Tapi, pemilihan narasumber atau sudut pandang (angle) keduanya akan sangat berbeda.

Continue reading “Genre Baru itu Bernama Jurnalisme Warga”