Gunakan Kekuatan Tanganmu!

Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute

Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat.Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya.

Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. Sebab Sloka Institute pengelola blog jurnalisme warga Bale Bengong, akan mengadakan Kelas Menulis Jurnalisme Warga.

Continue reading “Gunakan Kekuatan Tanganmu!”

Mujahir Goreng yang Bikin Ketagihan

Selain keindahannya, Danau Batur di Kintamani, Bangli juga menghasilkan ikan muhajir, eh, mujahir yang bisa dipanen sepanjang musim. Ikan tawar ini dibudidayakan petani setempat menggunakan keranda keramba di danau. Karena itu, salah satu yang membuat Kintamani tersohor adalah menu ikan mujahir gorengnya.

Ini pula yang membedakan Danau Batur dengan Bedugul. Meski di Bedugul ada tiga danau, namun tak satu pun dari danau itu yang digunakan untuk budidaya ikan mujahir. Di Bedugul saya belum pernah menemukan warung yang menjual ikan mujahir goreng. Padahal di  Kintamani justru banyak sekali.

Continue reading “Mujahir Goreng yang Bikin Ketagihan”

Madu di Gunung, Garam di Kota

Ada dua oleh-oleh yang bisa dibawa sepulang dari Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU) di Nusa Tenggara Timur, madu dan garam. Keduanya dijual di tepi jalan. Harganya juga murah meriah.

Oya, tapi sebelum dilanjut, aku juga baru tahu. Sebenarnya ada oleh-oleh yang lebih menarik dari sekadar madu dan garam. Oleh-olehnya berupa aneka rupa kerajinan lokal yang dijual tak jauh dari pasar terbesar di Kefa. Sayangnya aku baru tahu ketika sudah meninggalkan kota itu. Jadi aku cuma bisa bawa madu sebagai oleh-oleh.

Continue reading “Madu di Gunung, Garam di Kota”

Semuanya Susah: Makan, Listrik, dan Bensin

Salah satu bagian menarik dari perjalanan ke sebuah tempat adalah menikmati makanan setempat. Begitu pula dalam perjalanan ke Timor Tengah Utara (TTU), kabupaten di Nusa Tenggara Timur ini. Sayangnya, aku harus kecewa karena tak menemukan makanan khas tersebut.

Cara paling gampang mencari makanan khas itu, tentu saja, adalah warung. Tapi tak ada sama sekali warung yang menjual makanan khas. Sepanjang perjalanan dari Kupang ke Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU, aku sudah terus bertanya ke sopir yang menjemputku. Begitu pula pada orang-orang yang aku temui pas di Kefa. Jawabannya sama: tidak ada warung yang menjual masakan khas Kefa.

Continue reading “Semuanya Susah: Makan, Listrik, dan Bensin”

Hangatnya Salam, Pahitnya Sirih

Makan Sirih di TTU

Setelah menempuh perjalanan naik turun dan berkelok-kelok dengan sepeda motor sekitar satu jam dari Kefamenanu, kami mulai masuk kawasan hutan. Agus, teman dari Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) yang menyetir sepeda motor itu bercerita sedikit horor. “Hutan ini ada yang menunggu. Kita harus sopan kalau lewat sini. Kalau tidak, kita akan dapat masalah,” kurang lebih begitu katanya.

Agus melanjutkan cerita. Mantan Petugas Lapangan di Desa Tuntun, Kecamatan Mimaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) itu pernah pulang malam, sekitar pukul 8. Di tengah hutan, motornya tiba-tiba mati tanpa dia tahu apa sebabnya. Maka, dia menghaturkan rokok dan bilang permisi pada penunggu hutan lebat itu. Ajaib. Motornya hidup kembali.

Continue reading “Hangatnya Salam, Pahitnya Sirih”

Kini Petani yang Memegang Kendali

Petani TTU

Pelajaran menarik dari liputan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur 4-6 Desember lalu adalah tentang bagaimana petani membalik posisi mereka. Dari yang semula tergantung pada tengkulak dan dicurangi pembeli kini mereka yang memegang kendali atas politik dan ekonomi.

Semua kekuatan itu diperoleh setelah mereka sadar bahwa kekuatan-kekuatan mereka terlalu kecil kalau melawan dengan jalan masing-masing. Maka mereka pun memadukan kekuatan-kekuatan kecil itu jadi satu kekuatan bersama, organisasi petani.

Continue reading “Kini Petani yang Memegang Kendali”

Welcome to Kawin Kontrak Room..

Perbatasan Timor Leste

Setelah selesai liputan tentang organisasi petani di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), teman dari Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyampaikan penawaran menarik. “Mau ke perbatasan Timor Leste gak? Tidak jauh, kok. Hanya sekitar 8 km,” katanya.

Yap. Tentu saja kesempatan yang harus digunakan. Belum tentu besok-besok akan ke sini lagi.

Continue reading “Welcome to Kawin Kontrak Room..”

Cermin Buruknya Pelayanan Publik

Pesawat Batavia

Akhir Oktober lalu, aku harusnya pergi ke Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk liputan tentang pelayanan publik terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Liputan tersebut untuk majalah ACCESS, yang diterbitkan Sloka Institute untuk media informasi program ACCESS Tahap II.

Namun dua hari menjelang keberangkatan, aku ditelpon perusahaan penerbangan Trans Nusa, satu dari dua maskapai yang melayani penerbangan ke Sumba. Si mbak menelpon bilang kalau penerbangan ke Sumba dibatalkan karena alasan operasional. Tidak jelas masalah operasional itu seperti apa.

Continue reading “Cermin Buruknya Pelayanan Publik”

Bersembahyang Sambil Jalan-jalan ke Menjangan

Pulau Menjangan

Seekor menjangan berdiri di pasir menyambut kami ketika baru berlabuh di dermaga selatan Pulau Menjangan Rabu (14/10) kemarin. Hewan seukuran anjing besar itu sepertinya masih muda. Sebab selain wajahnya yang masih imut-imut juga karena dia belum bertanduk sama sekali.

Menjangan itu berdiri di atas pasir putih. Dia sesekali melihat ke arah kami. Dia terlihat mencari air untuk minum karena berkali-kali memasukkan mulutnya ke air laut. Hewan pemakan rumput itu terlihat agak aneh di antara pasir, karang, dan air membiru di pulau yang sedang kering kerontang karena enam bulan tanpa hujan tersebut.

Continue reading “Bersembahyang Sambil Jalan-jalan ke Menjangan”