
Wayang raksasa itu mau mengacaukan ulang tahun Bani.
Dia datang untuk mengganggu Bani dan teman-temannya. “Mana yang namanya Bani. Kamu tidak boleh merayakan ulang tahun di sini,” kurang lebih begitulah si raksasa berkata.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Ini cerita lama. Tapi aku baru sempat ingat untuk menulisnya.
Ceritanya, akhir Juli lalu aku dipanggi polisi sebagai saksi. Kasusnya dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan BaleBengong. Aku tidak akan menulis tentang kasus tersebut karena sudah selesai dengan damai di antara mereka.
Ini sebenarnya cerita lama ketika ke Makassar Mei lalu.
Kalau tak salah sekitar Mei lalu. Ketika ke sana untuk pekerjaan hanya satu hari.
Ketika itu aku menginap di daerah Panakukkang. Padahal biasanya tiap kali ke kota tepi pantai ini, aku biasa menginap di daerah ternamanya, Pantai Losari. Karena menginap di daerah baru, aku pun tak terlalu kenal daerah ini. Termasuk soal di manakah tempat mencari makan yang enak.
“Ayah, aku mimpi buruk sekali tadi.”
Bani memulai obrolan pagi ini. Kami duduk di sofa ruang tamu sekitar pukul 6 pagi. Dia baru bangun tidur, cuci muka, lalu duduk di sampingku. Aku lagi baca koran.
Continue reading “Pertemuan Rahasia Bani dan Teman-temannya”
Niat kami tak berjalan dengan baik.
Petugas penjaga di pintu masuk Candi Borobudur tak mengizinkan kami membawa brownies. Padahal kue manis itu maunya kami jadikan sebagai kue ulang tahun
Pertanyaan seperti itu makin sering aku dapatkan ketika bertemu dengan keluarga atau teman-teman yang lama tak bertemu. Sebagian besar bertanya seperti dengan nada prihatin. Seperti ada pernyataan lain yang ingin mereka sampaikan, “Kasihan amat. Seperti kurang makan.” Hehehe..
Hampa rasanya melihat bangunan itu.
Tidak ada lagi ruangan kumuh penuh tumpukan koran dengan pintu kusam tempat kami pernah membangun masa-masa penuh gairah sebagai mahasiswa. Tidak ada lagi tempat di mana kami selalu merasa kembali ke 10 atau 15 tahun silam.
Bukannya menjawab, perawat itu malah nyolot.
“Lha itu kan memang obat yang harus diminum sama ibunya,” jawabnya dengan nada tinggi. Tak ada senyum di wajahnya sama sekali. Sebaliknya malah. Mrengut seperti marah.
Continue reading “Catatan Pelayanan Rumah Sakit Medika Tuban”