Racun Itu Kita Konsumsi Sehari-hari

Sejak sekitar April lalu, aku dan istri sepakat mengganti menu makanan sehari-hari. Selain kami makin mengurangi makan daging, terutama ayam pedaging yang penggemukannya disuntik testosteron itu, kami juga beralih ke produk organik.

Soal daging, sekali lagi terutama daging ayam broiler, salah satunya karena dipicu tayangan di TV tentang bagaimana peternakan ayam itu berlangsung dengan sangat sadis. Mulai dari pengeraman yang dilakukan mesin, lalu si bayi ayam langsung bertemu besi dan baja ketika lahir, penyuntikan terus menerus dengan testosteron agar ayamnya gemuk, sampai pembunuhan ayam yang lebih tepat disebut pembantaian.

Continue reading “Racun Itu Kita Konsumsi Sehari-hari”

Ketika TV Kehilangan Hati Nurani

Inilah menu makan siangku hari ini: sup kepala ikan dan ikan goreng. Makannya di warung langganan, Warung Lembongan di jalan Tjok Agung Tresna Renon Denpasar. Ikan laut itu digoreng garing. Supnya, selain kepala ikan juga ada sayur ketimun diiris tipis.

Karena sudah ngidam dari kemarin, aku pun nyeruput sup kepala ikan itu dengan nikmatnya. Posisiku menghadap ke arah TV yang menayangkan berita siang. Pokoke makan siang ini enak tenanlah. Eeh, pas lagi asik nyeruput sup kepala ikan, di TV nongol potongan kepala orang yang diduga sebagai pelaku teror bom di Ritz Carlton dan JW Mariott Jumat pekan lalu.

Continue reading “Ketika TV Kehilangan Hati Nurani”

Sumber Informasi Lain Bernama Milis

Informasi adalah salah satu bagian terpenting dalam pekerjaanku. Bisa jadi juga di pekerjaan banyak orang. Tiap hari, informasi datang silih berganti. Buanyak sekali medianya.

Pagi-pagi, ketika baru bangun tidur, Kompas sudah ada di rumah. Informasi resmi ini disampaikan lewat medium bernama koran. Siangnya ketika kerja di kantor, informasi itu datang berjibun lewat internet misalnya email, social networking, website, blog, dan seterusnya. Malam ketika di rumah sambil leyeh-leyeh, informasi itu datang lewat TV.

Continue reading “Sumber Informasi Lain Bernama Milis”

Boleh Curang Asal Tenang

Setelah sekitar dua minggu beruntun sakit, komputer kena virus conficker, dan pontang panting ngurus pemantauan Pemilihan Presiden, kini saatnya aku kembali ngeblog. Mumpung lagi hangat-hangatnya, fresh from the oven, aku nulis soal Pilpres saja.

Pada Pilpres kali ini aku akhirnya ikut Golput. Bukan karena sesuatu yang ideologis, tapi semata praktis, males. Hehe..

Continue reading “Boleh Curang Asal Tenang”

Pasti Pas!, Pasti Tak Puas

Pasti Pas! Pertamina

Petugas staisun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) alias pom bensin itu tak tersenyum pada saya. Padahal seharusnya dia melakukannya, memberikan senyuman pada pelanggan. Atau setidaknya menyapa lah. Petugas benisn itu juga tak menunjukkan angka meteran menunjukkan 0 (nol). Padahal seharusnya dia menyampaikannya pada saya, atau bahkan menunjukkan pada saya bahwa meteran penunjuk bensin itu memang nol.

Bukan. Saya bukan gila hormat sehingga harus diberi senyum. Atau saya terlalu perhitungan sehingga harus ditunjukkan angka nol sebelum mengisi bensin. Saya hanya menuntut hak saya sebagai konsumen. Sebab tanda di pom bensin itu menunjukkan demikian, bahwa mereka siap memberikan layanan yang memuaskan semua pelanggan, termasuk saya.

Continue reading “Pasti Pas!, Pasti Tak Puas”

Korban Baru Bernama Prita

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kembali memakan korban. Kali ini adalah Prita Mulyasari, 32 tahun, warga Serpong yang dijerat oleh Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Prita dijebloskan ke penjara karena alasan pencemaran nama baik.

Tali yang dipakai untuk menjerat Prita adalah Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Isinya “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Continue reading “Korban Baru Bernama Prita”

Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita

Obrolan sebentar dengan Ayu, wartawan Kompas, hari ini mengingatkanku soal hal sudah berulang kali aku pikirkan, “Etiskah wartawan mengatur narasumber sesuai kemauan wartawan? Bagaimana sebenarnya etika jurnalisme TV?”

Pertanyaan itu muncul kembali setelah aku baca tulisan Ayu di Kompas hari ini tentang istri almarhum Anak Agung Prabangsa yang merasa terganggu oleh wartawan TV. Lalu siang tadi aku ngobrol sama Ayu dan Ervi, dua teman wartawan di Bali, tentang bagaimana perlakuan wartawan salah satu TV nasional pada istri almarhum Prabangsa.

Continue reading “Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita”

Surga untuk Turis Bukan untuk Warga

jalan-rusak

Dua penghargaan penting diperoleh Bali pada dua bulan terakhir. Pertama adalah sebagai Pulau Wisata Terbaik se-Asia Pasifik versi majalah pariwisata Destinasia. Majalah yang berpusat di Hongkong itu memilih Bali sebagai pulau terbaik berdasarkan polling pembaca di Hongkong, Singapura, Thailand, India, Malaysia, Australia, Taiwan, dan negara-negara di Timur Tengah.

Kedua, pada Maret lalu, Bali juga dinyatakan sebagai Pulau Spa terbaik di dunia. Pemberi penghargaan kali ini adalah majalah kebugaran Senses. Penghargaan ini meneguhkan bahwa Bali adalah pulau wisata dengan pelayanan spa terbaik di dunia.

Penghargaan-penghargaan itu makin meneguhkan citra Bali adalah surga. Tapi surga untuk siapa?

Continue reading “Surga untuk Turis Bukan untuk Warga”

Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Teman-teman ngobrolku Sabtu awal Mei lalu ada benarnya. Blogger Indonesia memang jarang berbagi tentang ilmu yang mereka miliki dan kuasai. Ini berbeda dengan blogger luar negeri, contohnya saja Amerika Serikat, yang rajin membagi keahlian mereka lewat blog.

Obrolan itu terjadi ketika kami batal main futsal. Teman-teman anggota Bali Blogger Community (BBC)Dek Didi, Gus Tulang, Agung Ardana, Aprian, dan aku- duduk lesehan di samping lapangan sambil ngobrol ke sana ke mari. Aku suka dengan suasana yang spontan, ide yang mengalir, dan tema yang kami diskusikan.

Continue reading “Karena Berbagi Tak Pernah Rugi”