Sabtu (15/3) lalu aku bantuin Pers Mahasiswa Akademika untuk jadi moderator seminar yang mempertemukan tiga bakal calon (balon) gubernur Bali. Diskusi ini dilaksanakan dalam rangka ulang tahun lembaga pers mahasiswa di Universitas Udayana Bali tersebut. Sebagai alumni yang baik dan berbakti (hehehe) maka aku pun mengiyakan meski aku grogi bukan kepalang.
Bagaimana tidak grogi. Ini kali pertama aku jadi moderator diskusi politik yang serius banget. Biasanya kan lebih banyak diskusi sama temen-temen LSM yang suasananya jauh lebih cair dan santai. Selain itu, setahuku ini kali pertama para bakal calon itu ada di satu meja untuk ”debat terbuka” terkait pencalonan mereka.
Hal lain yang membuatku grogi banget kemarin itu karena kadang-kadang aku ini suka ngomong nglantur atau becanda yang kelewatan. Takut saja gara-gara candaan itu lalu pendukung bakal calon akan macem-macem ke aku. *Hehe, dasar aku memang paranoid soal beginian.*