Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

20 , Permalink 0
Teman-teman ngobrolku Sabtu awal Mei lalu ada benarnya. Blogger Indonesia memang jarang berbagi tentang ilmu yang mereka miliki dan kuasai. Ini berbeda dengan blogger luar negeri, contohnya saja Amerika Serikat, yang rajin membagi keahlian mereka lewat blog.

Obrolan itu terjadi ketika kami batal main futsal. Teman-teman anggota Bali Blogger Community (BBC)Dek Didi, Gus Tulang, Agung Ardana, Aprian, dan aku- duduk lesehan di samping lapangan sambil ngobrol ke sana ke mari. Aku suka dengan suasana yang spontan, ide yang mengalir, dan tema yang kami diskusikan.

Tidak hanya suka, aku juga mengamininya. Memang inilah mungkin salah satu masalah di dunia blogging Indonesia. Terlalu banyak yang mengumbar pengalaman personal dibanding ilmu yang dikuasai.

Aku salah satunya. Aku baca kembali blogku, isinya memang justru lebih banyak cerita-cerita personal dan jelas tak penting bagi orang lain. Ini berangkat dari pemikiran bahwa blog memang tempat untuk merayakan hal-hal tak penting tentang diri kita atau apa-apa yang bagi orang lain mungkin tak penting tapi menurut kita penting. Sederhananya tidak ada yang tak penting di blog.

Sekali lagi ini tidak masalah.

Masalahnya kadang-kadang terjadi justru ketika aku mencari sesuatu yang aku perlu. Aku cari di Google dan yang kutemukan justru sesuatu yang menurutku gak nyambung sama sekali. Di sisi lain aku sendiri justru merasa bahwa aku seharusnya bisa membagi apa yang aku tahu tentang hal itu.

Misalnya saja soal teknik menulis. Memang aku bukan orang yang sangat ahli. Tapi untuk sekadar berbagi teknik menulis rasanya bukan sesuatu yang susah bagiku. Toh aku juga sudah punya beberapa tulisan tentang hal ini.

Masalahnya justru ketika aku mau nulis soal teknik menulis misalnya itu di blog, misalnya, sudah ada perasaan minder terlebih dulu. Takut dianggap ngeminter alias sok pinter. But ternyata apa yang kutemukan di internet kemudian ya tak lebih banyak dibanding yang aku tau.

Jadi ya sudahlah. Akhiri saja perasaan takut dianggap sok itu. Mari mulai rajin membagi ilmu yang kita tahu. Seperti kata Gus Tulank, berbagi toh tak pernah rugi.

20 Comments
  • asn
    May 13, 2009

    menurut pengalaman, justru org2 yg ga pernah berbagi slalu tertinggal

    dan yg suka berbagi slalu dpet lebih dr yg pernah mereka beri

    viva la vida

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    viva la vida juga, om. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

  • hira
    May 13, 2009

    sesungguhnya makin banyak berbagi,makin kaya hati…masalahnya mungkin peribahasa seperti padi makin merunduk makin berisi kadang di terjemahkan dengan diam lebih baik daripada dianggap sok pinter..atau kalau bicara takut dianggap tong kosong nyaring bunyinya

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    bener banget. gak enaknya memang gitu. trlalu takut dicap keminter. jadinya pada gak berani berbagi.

    ReplyReply

    [Reply]

  • gustulank
    May 13, 2009

    Betul ton, bagi2 duit, duitnya berkurang..
    Kalo bagi2 ilmu, ilmunya pasti nambah..

    Aku udah coba.. dan berhasil. Like a magic !

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    mana bukti keberhasilanmu? makan2 dong. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • Rusa Baweanβ„’
    May 14, 2009

    berbagi tak akan pernah rugi
    karena di kemugian akan ada yg mau berbagi dengan kita

    πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    amin..

    ReplyReply

    [Reply]

  • ketut sutawijaya
    May 14, 2009

    kalo gak ada yang dibagi gimana? hehehehehe… blog-blog di indonesia kurang berisi tentan berbagi ilmu, jangan-jangan bukan karena itikad untuk tidak berbagi tapi karena gak ada yang bisa dibagi.. hehehehe :D. Enggak seektrim itu lah mas Anton, banyak sekali bloger Indonesia yang berbagi ilmu. Saya kalo mencari ilmu baru, sering rujukannya blog.
    kalo saya pribadi karena gak punya ilmu yang bisa dibagi, jadi isi blognya gitu-gitu doang πŸ˜€ πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    mm, ada benarnya juga. sebenarnya ada juga blogger yg suka bagi2 ilmu.

    sayangnya aku masih sering kesasar ke blog gak bener yg sptnya asal pasang kata kunci.

    bagi2 ilmumu di CRI dong. biar aku colong buat Sloka. πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    May 14, 2009

    mungkin Om AnTon jarang mendalami bbrapa blog lainnya, atau memang untuk hal yang Om Cari itu jarang yang menuliskannya.
    Sejauh ini, banyak kok tips trik yang saya dapetin dari berbagai blog. Termasuk tips mengupdate blog secara otomatis di FB dengan BLoGcast…. He…

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    ya, bli. sptnya mmg begitu. seperti pd komen di atas, aku lbh sering kesasar dibanding menuju jalan yg benar. :((

    ReplyReply

    [Reply]

  • balibuddy
    May 14, 2009

    ehm ….. mugkin ini salah satu “recipe of happiness” merasa bahagia kalo orang lain ikut merasakan, nyambung ga yah… *2thumbs up !

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    nyambung, bli. karena kebahagiaan pun harus dibagi. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • elyas
    May 16, 2009

    wah saya malah ingin berbagi tapi takut nggak nyambung ma topik blog nya

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    nah kan lagi2 takut. hajar saja! πŸ˜€

    ReplyReply

    [Reply]

  • dani
    May 18, 2009

    kalo dianggap keminter..kan ada form komen..silakan diskusi..kan bisa merujuk ke sumber bacaan lain jg πŸ™‚

    bli anton, saya kok tertarik pengen tau:
    a) media-cetak-daring mana yg bahasa Indonesianya paling baku/bagus (buat contoh belajar; kalo blog mungkin semacam polisieyd.blogsome.com, direktif.web.id, ato erhanana.wordpress.com cmiiw)
    b) apakah ada panduan teknik menulis di web bagi jurnalis? mana link-nya? apakah mereka juga memakai usability? semantik? aksesibilitas web? atau itu cuman buat editornya? πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    aduh, pertanyaannya berat nok. gini ini dah yg bikin aku jd ngeri. takut keliatan bloonnya. πŸ˜€

    tp coba ntar aku cari2. kalo dapet, ntar aku post deh. *sok pede..

    ReplyReply

    [Reply]

  • dani
    May 18, 2009

    mungkin masang plugin ‘subscribe to comment’ perlu puk.. πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    mmm, ane enken tuh, bli? πŸ™‚

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *