Bertemu Pejuang Bali Keturunan Israel

Ashram Landih, Kintamani

Makan siang Selasa kemarin benar-benar sempurna. Menunya nasi putih dengan lauk ikan mujahir goreng dan kuah basa genep berisi daging ayam kampung. Sayurnya plecing kacang panjang. Ikan mujahir gorengnya yang gurih dan kriuk-kriuk benar-benar dahsyat. Aku sampai makan tiga potong ikan mujahir berwarna kecoklatan karena dugoreng kering ini.

Namun bagian paling enak dari menu kemarin adalah suasana dan lokasinya. Suhu dingin, berkisar belasan derajat, dengan kabut tipis membuat makanan yang tersaji hangat itu terasa sangat nikmat. Lalu kami menikmati menu itu di tepi tebing. Ada ngarai di bawah kami dan tebing lain di seberang ngarai tersebut. Pohon dan perdu menghijau di sekeliling.

Continue reading “Bertemu Pejuang Bali Keturunan Israel”

Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi

Memenuhi permintaan tulisan kuliner dari sebuah majalah bulanan terbitan Jakarta, saya pun berkunjung ke kafe di jalan Pulau Kawe ini. Kafe ini khusus menjual mie dalam aneka olahan yang memang menggiurkan.

Saya sudah pernah menulisnya sekitar setahun lalu untuk majalah kuliner yang lain. Karena itu ketika ada permintaan menulis kembali kafe ini, saya menerimanya dengan senang hati. Sebab selain menunya yang khusus, berbagai olahan mie, itu disajikan dalam olahan enak, kafe ini juga bagus karena suasananya yang asik. Kafe ini memang layak direkomendasikan sebagai tempat bersantap.

Continue reading “Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi”

Setelah Dua Minggu Terabaikan

Naik Kuda di Bromo

Ya, aku tahu. Blog ini lama tidak terurus. Kalau dilihat dari posting terakhir sih berarti persis dua minggu lalu aku nulis di blog ini. Terlalu banyak alasan untuk dipakai ngeles. Nah, daripada hanya sibuk cari alasan, mending kasih update sajalah. Inilah kerjaan dan kegiatan yang memang bikin selama sekitar sebulan, atau malah lebih ya?

Pertama dua tulisan panjang. Tulisan pertama adalah laporan tindak kekerasan oleh polisi di kalangan pengguna heroin suntik alias injecting drug user (IDU). Ini tulisan lama yang aku janjikan buat teman-teman IDU yang tergabung di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali. Apa daya, meski sudah lama aku janjikan, tulisan ini tertunda agak lama.

Continue reading “Setelah Dua Minggu Terabaikan”

Beratnya Menguliti Teman Sendiri

Untunglah ada sesi hari ini, Minggu (15/2), tentang etika jurnalistik dan aspek hukum dalam pemberitaan. Dua sesi ini amat menarik. Jadi bisa menutupi kekecewaan atas sesi sehari sebelumnya yang tidak terlalu “tepat sasaran”. Dua sesi hari ini sekaligus mengakhiri tiga hari pelatihan liputan investigasi tentang independensi dan profesionalisme media di Hotel Santika Jakarta yang aku ikuti.

Sesi kode etik jadi menarik karena disampaikan Nezar Patria dengan agak beda. Tidak melulu kode etik jurnalistik, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini juga memberikan perspektif agak filosofis tentang etika jurnalistik. Maklum, Nezar yang pernah jadi korban penculikan semasa jadi aktivis ini juga alumni Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Jadi ya sesi ini sekaligus waktunya dia untuk berbagi ilmu. Hehe..

Continue reading “Beratnya Menguliti Teman Sendiri”

Penyeragaman Budaya Lewat Makanan

Perjalananku ke Mamasa kali ini adalah untuk liputan tentang kedaulatan pangan di kabupaten di Sulawesi Barat ini. Peni, teman program officer VECO Indonesia di Mamasa, bercerita bahwa di kabupaten yang baru terbentuk pada 2002 ini ada Forum Pangan Daerah. Kabupatean ini juga mulai mengembalikan pangan lokal, ubi dan umbi-umbian.

Maka, aku pikir menarik juga kalau menjadikan cerita di Mamasa ini sebagai salah satu bahan tulisan di LONTAR, media internal VECO Indonesia, tempatku kerja part time. Aku pun ke sini sama dua teman, Peni dan Anna, manajer publikasi VECO Indonesia.

Continue reading “Penyeragaman Budaya Lewat Makanan”

Useful Links about Asia

Just keep these links for online update info about human rights and HIV/AIDS issue, particularly in the region as part of my internship for Asia Catalyst. For me, these are important links as source for the research for next five months.

I’ll update the links later..

www.forum-asia.org
www.asiapacificforum.net
www.ttag.info
www.hrw.org
www.seaconsortium.net
www.aidsalliance.org/sw1280.asp

Tak Sebagus Konsep di Atas Kertas

Laporan pertamaku untuk Asia Catalyst, organisasi pemantau masalah HAM dan HIV/AIDS di Asia yang berbasis di New York. Februari ini aku mulai kerja magang buat mereka setelah proses pendekatan, nglamar, dan kemudian urus tetek bengek kecil lainnya. Kerjanya secara online: riset, diskusi, dan mengirim laporan ke mereka.

Lumayan buat menambah jaringan dan pengalaman..

Continue reading “Tak Sebagus Konsep di Atas Kertas”

Tetap Bekerja dengan Merdeka

Seperti biasa, Kamis sampai Minggu adalah waktu untuk bekerja dari rumah. Kalau bukan karena ada liputan keluar kota, empat hari ini aku lebih banyak bekerja dari rumah. Menulis sambil momong Bani.

Ini sesuatu yang menyenangkan. Dan terus menerus aku syukuri. Di antara padat pekerjaan, aku bisa menemani Bani. Main, belajar, bobo, bercanda, dan melakukan banyak hal bersama Bani di rumah atau sesekali keluar rumah. Tapi kadang juga sekaligus jadi bapak, tidak hanya sebagai teman. Mandiin, nyuapin, cebokin, dan seterusnya.

Continue reading “Tetap Bekerja dengan Merdeka”

Habis Kepedasan Lalu Ditegur Satpam

Makan-makan selalu jadi obat asik menghilangkan kepenatan. Begitu pula minggu ini. Inilah beberapa tempat yang aku kunjungi. Bukan cuma untuk makan-makan, sebenarnya, tapi juga karena pekerjaan. Inilah tempat-tempat bersantap itu.

Nasi Hot
Tempat ini menarik mataku ketika aku dalam perjalanan ke Pantai Jerman Kuta setelah dari makam Mads Lange. Adanya di kiri jalan raya Tuban, dari Joger ke arah bandara. Hal yang menarik mataku adalah tulisan merah menyala di papan namanya dan kata HOT itu sendiri. Penikmat makanan pedas seperti aku gampang ngiler lihat kata-kata hot, apalagi cewek hot. 😀

Continue reading “Habis Kepedasan Lalu Ditegur Satpam”

Farmers need assistance to access markets

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar  | Fri, 11/14/2008 11:01 AM | Bali

The market changes faster than people’s mindsets. This is particularly true in the agriculture sector, where many farmers still see themselves as commodity producers and not businessmen. There is a growing need for them to collaborate with different actors to link into the financial services and modern markets.

The issue was discussed at the “Inclusion of Small Producers in the Value Chain: From Field Evidence to Action”, a workshop jointly organized by Belgium-based Vredeseilanden (VECO), United Kingdom-based International Institute for the Environment and Development (IIED), and Netherlands-based Cordaid.

Continue reading “Farmers need assistance to access markets”