Setelah pembukaan International Editor Meeting Minggu sore kemarin, salah satu acara yang asik adalah bazar. Tentu saja tidak seperti bazar di Sekaa Teruna Teruni banjar atau bazar cari duit seperti yang pernah aku lakukan. Bazar di ruang Pandu II hotel Mercure Sanur ini lebih pada untuk mengenal majalah regional negara lain. Karena itu masing-masing negara ikut bazar ini.
Sebelum itu, ada baiknya aku nulis latar belakang majalah ini. Biar lebih jelas. Sebab kemarin tidak sempat cerita.
Majalah tempat aku kerja part time adalah bagian dari jaringan global majalah advokasi pertanian berkelanjutan. Induk majalah, namanya LEISA, akronim dari low external input for sustainable agriculture, berpusat di Belanda. Majalah edisi regional terbit di Indonesia, Brazil, Peru, China, India, dan Senegal. Nama majalah di masing-masing negara berbeda-beda. Di Indonesia, misalnya, bernama Salam. Di Senegal bernama Agridape. Dan seterusnya. Tiap tahun, editor majalah ini bertemu untuk mendiskusikan tema dan hal-hal lain terkait pertanian berkelanjutan.
Continue reading “Dari Kelender Tema sampai si Cantik Adriana”