Pak Menteri, Perbaikilah Koneksi Internet Kami

Pelatihan Blog Pelajar se-Bali

Pagi ini aku baru memastikan, semua tempat pelatihan blog kami mengalami hambatan yang sama: koneksi internetnya lelet setengah mati. Ini yang mengacaukan pelatihan kami.

Minggu kemarin, Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali diadakan serentak di tiga kabupaten di Bali. Kegiatan ini merupakan kerjasama Bali Blogger Community (BBC)Pers Mahasiswa Akademika Universitas UdayanaSloka Institute. Pelatihan dasar blog ini diadakan di seluruh kabupaten/kota di Bali yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Karangasem dalam dua gelombang.

Continue reading “Pak Menteri, Perbaikilah Koneksi Internet Kami”

Hukuman itu Benar-benar Tak Sepadan

Mereka harus menghadapi dua kali hukuman. Pertama mereka dikurung dalam penjara. Itu tak mudah bagi mereka di usia yang masih anak-anak. Sehari-hari hanya bergerak di areal tak lebih dari luas lapangan sepak bola. Kedua, mereka juga harus menghadapi gelapnya harapan. “Mau kerja apa kalau kami pernah dipenjara. Pasti tidak ada yang mau menerima,” kata salah satu di antara mereka.

Aku menemui anak-anak itu hari ini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Gianyar di Karangasem. Namanya memang begitu, Lapas Anak Gianyar. Ini satu-satunya Lapas anak di Bali. Lokasinya di Karangasem, sekitar 80 km di timur Denpasar.

Continue reading “Hukuman itu Benar-benar Tak Sepadan”

Tulisan Berkurang, Kegiatan Bertambah

Ini sekaligus semacam refleksi, meskipun terlambat, tentang blogging ataupun kegiatan Bali Blogger Community (BBC) selama tahun 2009. Sebab tema ini pula yang kami diskusikan pada siaran di Radio Bali FM, Minggu malam kemarin. Siaran bertema Refleksi Blogging di Tahun 2009 tersebut merupakan siaran perdana di tahun 2010.

Aku ikut siaran semalam bersama dr Oka Negara dan Winarto. Januari ini merupakan bulan keempat sejak siaran perdana pada 4 Oktober lalu. Wah, tak terasa. Ternyata sudah empat bulan BBC siaran di Bali FM tiap Minggu malam.

Continue reading “Tulisan Berkurang, Kegiatan Bertambah”

Selebihnya, Biarkan Koin yang Bicara

Koin untuk Prita

Selasa ini, ribuan koin seberat 18,5 kg telah aku kirimkan lewat jasa titipan kilat Tiki Denpasar. Dari sisi nominal, koin itu mungkin tak banyak, Rp 1.955.776 plus 2 dollar dan 40 cent Singapura. Namun lihatlah maknanya: kami semua peduli pada orang-orang kecil korban peradilan..

Ribuan koin itu mengalir dari berbagai kelompok di Denpasar. Anak-anak SD dan guru, pemuda partai politik, mahasiswa, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), ibu rumah tangga, blogger, dan lain-lain. Mereka mengumpulkannya melalui beberapa simpul antara lain Sloka Institute, Bali Orange Communication, Manikaya Kauci, dan lain-lain.

Continue reading “Selebihnya, Biarkan Koin yang Bicara”

Prita, Ketika Keadilan Direcehkan

Berita paling menyentuh hari ini adalah bahwa pemulung di Jakarta pun ikut serta mengumpulkan koin untuk Prita Mulyasari. Prita adalah ibu rumah tangga yang divonis hukuman denda Rp 204 juta oleh pengadilan setelah karena mengeluhkan pelayanan rumah sakit dan menuliskan keluhan tersebut lewat email.

Anehnya, Prita dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus membayar denda.

Continue reading “Prita, Ketika Keadilan Direcehkan”

Cermin Buruknya Pelayanan Publik

Pesawat Batavia

Akhir Oktober lalu, aku harusnya pergi ke Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk liputan tentang pelayanan publik terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Liputan tersebut untuk majalah ACCESS, yang diterbitkan Sloka Institute untuk media informasi program ACCESS Tahap II.

Namun dua hari menjelang keberangkatan, aku ditelpon perusahaan penerbangan Trans Nusa, satu dari dua maskapai yang melayani penerbangan ke Sumba. Si mbak menelpon bilang kalau penerbangan ke Sumba dibatalkan karena alasan operasional. Tidak jelas masalah operasional itu seperti apa.

Continue reading “Cermin Buruknya Pelayanan Publik”

Memantau Dewan Lewat Laman

Website DPR Minnesota

Untuk penulisan tentang indikator kinerja pemerintah daerah, aku terhubung dengan laman (website) Local Governance Support Program (LGSP). Program dari USAID, lembaga donor dari Amerika Serikat ini, bertujuan untuk mendukung pemerintah daerah agar lebih terbuka, demokratis, dan partisipatif. Dari website ini pula aku  memperoleh referensi menarik tentang bagaimana mengukur kinerja pemerintah daerah.

LGSP memberikan dua negara lain sebagai perbandingan untuk mengukur kinerja, Amerika Serikat dan India. Membandingkan AS, sang adidaya yang jadi acuan banyak negara dengan Indonesia mungkin terlalu jauh. Tapi tak ada salahnya berkaca dari sana. Salah satunya adalah tentang bagaimana website menjadi alat efektif untuk memantau kinerja lembaga negara, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Continue reading “Memantau Dewan Lewat Laman”

Kiamat 2012 dan Kecelakaan MUI

“2012” bisa jadi adalah film terlaris saat ini di Indonesia ini. Di Bandung, menurut koran Pikiran Rakyat, dalam waktu lima hari saja penonton film ini sudah mencapai 90 ribu orang. Sebagai perbandingan, jumlah penonton film laris lain, Harry Potter and The Half-Blood Prince ditonton 77 ribu orang dan Transformers: Revenge of the Fallen 69 ribu penonton.

Di Bali, film ini juga mengundang antrian panjang. Beberapa teman di Bali yang mau nonton film ini terpaksa gigit jari tak jadi nonton karena tak kebagian tiket. Aku baca di Radar Bali, antrian sepanjang itu memang belum pernah terjadi sebelumnya di bioskop-bioskop di Bali.

Continue reading “Kiamat 2012 dan Kecelakaan MUI”

Berikan Dukungan Bukan Ketakutan

Diskusi Jurnalisme Warga Dewan Pers

Pertanyaan yang langsung muncul setelah melihat nama pembicara diskusi Jurnalisme Warga tersebut adalah, “Kenapa mesti dia?”. Pertanyaan itu muncul begitu saja setelah baca nama KRMT Roy Suryo Notodiprojo sebagai salah satu pembicara di diskusi yang diadakan Dewan Pers di Denpasar hari ini.

Dalam undangan resmi yang dikirim panitia, pembicara yang akan hadir di diskusi tersebut adalah Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), Priyambodo RH (Kantor Berita Antara/ Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo), dan Enda Nasution (Ketua Blogger Indonesia). Btw, sejak kapan blogger Indonesia ada ketuanya? 🙂

Continue reading “Berikan Dukungan Bukan Ketakutan”

Tiada Henti Judi di Bali

Karena lama tidak ngobrol dengan tetangga di gang rumah, malam ini aku ikut kumpul dengan mereka. Tempatnya di halaman salah satu warga. Biasanya sih para lelaki tetangga ini pada kumpul di gang saja. Tapi tumben malam ini di halaman rumah jadi tidak kelihatan dari jalan.

Oalah. Pantes. Ternyata mereka sedang main kartu. Enam orang duduk melingkar. Satu di antaranya masih SMP. Sisanya sudah sudah punya anak semua. Hampir semuanya bertelanjang dada di suhu Denpasar yang memang panas malam ini.

Continue reading “Tiada Henti Judi di Bali”