Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu

Tak hanya danau berwarnanya, budaya masyarakat di Kelimutu juga unik dan menarik.

Masyarakat setempat punya tradisi menghormati Gunung Kelimutu dengan tiga danau warna di atasnya. Tradisi ini dilakukan masyarakat yang juga beragam etnis dan agamanya.

Continue reading “Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu”

Menikmati Pesona Danau Tiga Warna


Setelah ketiga kalinya ke Ende, aku baru bisa mampir ke Kelimutu, danau tiga warna di sini.

Danau Kelimutu berjarak sekitar 60 km dari Ende, kota di pesisir selatan Pulau Flores bagian tengah pulau di Nusa Tenggara Timur ini. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil.

Continue reading “Menikmati Pesona Danau Tiga Warna”

Satu Pulau Ratusan Bahasa

Di Flores, bahkan, satu desa bisa punya tiga bahasa. Mereka berbicara satu sama lain dengan bahasa berbeda.

Mungkin ini kesimpulan terlalu dini. Tapi, itu yang dikatakan para petani ketika kami ngobrol di sela-sela pelatihan publikasi dan internet di Ende, Flores pada 15-17 Maret ini.

Continue reading “Satu Pulau Ratusan Bahasa”

Surga Kuliner Bernama Makassar

Di balik kesan sangarnya, Makassar sebenarnya sangat ramah. Apalagi kulinernya.

Tiap menyebut nama Makassar, maka yang langsung menclok di kepalaku adalah bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Media ikut serta menanamkan kesan itu meski mereka juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Tak ada asap tanpa api.

Continue reading “Surga Kuliner Bernama Makassar”

Riuh Guyub Malam Minggu Makassar

Malam minggu di Makassar mengenalkan ramahnya wajah kota yang identik dengan kekerasan ini.

Keriuhan Makassar itu bermula dari Pantai Losari. Dengan tulisan PANTAI LOSARI di tepi pantai, tempat ini menjadi salah satu land mark kota. Beda dengan Denpasar yang, bagiku, tak cukup mengenalkan land marknya, Makassar lebih gesit mengenalkan penanda kota ini.

Continue reading “Riuh Guyub Malam Minggu Makassar”

Merayakan Kebersamaan Petani Flores

Teriakan bergemuruh di aula itu menggetarkan. “Hidup petani! Hidup petani! Hidup petani!”

Sekitar 350 petani mengepalkan tangan bersama sambil berteriak memekikkan salam. Tua, muda, perempuan, laki-laki, juga beberapa bocah berdiri dalam dua kelompok berhadapan. Mereka saling membalas setelah bersama berteriak mengeja satu per satu huruf P-E-T-A-N-I.

Continue reading “Merayakan Kebersamaan Petani Flores”

Pemandangan Langka Ujung Timur Pulau Bunga

Di sisi kanan kami ada kebun kering dengan model terasering, di sisi kiri ada pantai, di depan sana ada gunung berapi. Keren sekali….

Kami baru balik dari Dusun Hokobopo, Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Aku dan Ibrahim, teman dari Yayasan Ayu Tani, selesai liputan tentang petani kacang mete di ujung timur pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Continue reading “Pemandangan Langka Ujung Timur Pulau Bunga”

Mereka Tetap Bangga Mengaku Indonesia

SBY membatalkan kunjungan ke Belanda akibat ancaman dari simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS). Demikian bencikah orang-orang keturunan Maluku itu pada Indonesia?

Pengalamanku dengan mereka menunjukkah hal sebaliknya. Orang-orang Belanda keturunan Maluku itu selalu saja bangga punya hubungan dengan Indonesia. Memang, sih, ini hanya pengamatan sangat dangkal dari dua kali kejadian. Tapi, aku tetap menangkap kuatnya perasaan bangga sebagai bagian dari Indonesia itu ketika berbincang dengan mereka.

Continue reading “Mereka Tetap Bangga Mengaku Indonesia”

Bertani, Mendayung Rakit Mendaki Bukit

Seumur-umur, baru kali ini aku liputan sampai naik rakit. Bukan di Kalimantan atau pulau lain yang penuh sungai. Ini di Bali!

Jadinya mengejutkan. Apalagi lokasinya bukan di Bedugul atau Kintamani yang memang ada danaunya, tapi di daerah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Daerah ini, setahuku, tak punya danau. Adanya cuma sawah di dataran rendah dekat pantai dan kebun rimbun di bukit.

Continue reading “Bertani, Mendayung Rakit Mendaki Bukit”

Foto Kampung Bareng Ponakan

Mampir kampung kelahiran minggu lalu, 13-15 Juni 2010 setelah liputan di Jogja, Solo, dan Boyolali. Singgah di Mencorek, Brondong, Lamongan lewat darat dari Solo, Jombang, Tuban, dan Lamongan sambil menikmati rusaknya jalan.

Ini beberapa foto, terutama pas jalan-jalan di Pelabuhan Nelayan, Jompong, Brondong, Lamongan bareng tiga ponakan: Zaki, Asrul, dan Ditya. Foto-foto lain ada di flickr. Menurutku, objek di sana asik juga untuk dipotret. 🙂

Continue reading “Foto Kampung Bareng Ponakan”