Niat menulis topik ini sejak dua minggu lalu terus saja aku batalkan.
Tapi daripada akhirnya jadi bisul di otak, aku tulis saja. Seperti biasa, tulis saja. Selebihnya biarkan tiap orang bebas menafsirkan dan menilainya.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Niat menulis topik ini sejak dua minggu lalu terus saja aku batalkan.
Tapi daripada akhirnya jadi bisul di otak, aku tulis saja. Seperti biasa, tulis saja. Selebihnya biarkan tiap orang bebas menafsirkan dan menilainya.

Luka di lengan kanan itu sangat perih terasa.
Darah memang tidak sampai mengucur. Namun, darah yang tertahan itu justru membuat lengan terasa lebih nyeri. Perih. Continue reading “Rusaknya Jalan di Nusa Penida”
Anak sekira lulusan SMA itu tiba-tiba mengejar kami.
Dengan agak terengah-engah dia bertanya, “Om, di mana bisa beli kaos itu?” Dia menunjuk kaos yang dipakai Zaki, ponakanku. Kaos Bali Tolak Reklamasi.
Continue reading “Tetap (Semoga) Melawan Sambil Bersenang-senang”

Ada yang aneh dengan petugas di pengurusan SIM keliling hari ini.
Si bapak petugas yang berjaga di bagian pendaftaran sekaligus pembayaran itu tiba-tiba mengembalikan uang Rp 50 ribu kepada saya.
Obrolan kemarin menjadi semacam kode yang berulang.
Pagi, obrolannya bersama Alfons, teman dari Belanda yang sekarang tinggal di Filipina. Dia datang mampir ke kantorku, tempat dia pernah bekerja juga. Continue reading “Angan-angan Kembali ke Kampung Halaman”
Cuma mau mencatat siapa saja pilihanku hari ini dan kenapa.
Memang sih tidak ada yang sempurna, termasuk para caleg. Jadi ya, begitulah kemudian aku pun ikut memilih pada pemilu legislatif hari ini. Sederhana saja sih, karena aku masih percaya pemilu bisa menjadi jalan terbaik. Continue reading “Alasan Kenapa Mereka Layak Dipilih”
Kabar duka datang malam tadi. Seorang teman kembali berpulang.
Moyong, teman di dunia HIV/AIDS dan adiksi, yang mengabarkannya lewat Facebook. “Selamat Jalan kawan, aku hanya bisa mengantarmu sampai disini. Continue reading “Selamat Bersenang-senang Kembali, Mbak..”

Ah, kenapa pula aku lupa untuk menulis ini?
Tentang ulang tahun Satori, anak kedua kami, tiga hari lalu. Ini ulang tahun dia yang kedua. Kami merayakan di rumah saja. Continue reading “Gitar untuk Ulang Tahun Satori”
Kata “AKHIRNYA” penting banget digaris bawahi.
Sebab, kami harus menunggu selama tiga tahun agar koneksi internet dari Speedy bisa terpasang di rumah kami. Memang sih tidak terus menerus tiga tahun itu mengurus, tapi tetap saja lama.