Belajar Keragaman dari Keluarga Braiden

Prince William Tall Ship

Bulan Oktober selalu mengingatkanku pada Daniel Braden, pemuda asal London, Inggris. Kami tidak pernah bertemu secara fisik. Aku hanya membaca namanya di monumen Bom Bali di jalan Legian Kuta. Braden adalah salah satu dari 202 korban peledakan bom di Bali pada 12 Oktober 2002 lalu.

Namun kematian Braden melahirkan semangat baru bagi pacarnya, Jun Hirst, tentang perlunya membuat dialog lintas budaya antar-remaja. Menurut Jun, yang juga lahir dari keragaman Jepang – Inggris, peledakan bom di Kuta lahir dari fanatisme pada identitas diri dan kebencian pada identitas orang lain.

Continue reading “Belajar Keragaman dari Keluarga Braiden”

Menata Alur Penerbitan Media Kampus

Oleh Anton Muhajir

APA?
Kalau diibaratkan tubuh, Tim Redaksi adalah otak untuk sebuah tim pengelola majalah kampus. Tim Redaksi ini yang mengatur bagaimana sebuah tim bisa berjalan dengan baik. Tim Redaksi ini yang mengendalikan kapan anggota tim harus membuat perencanaan, melakukan peliputan, membuat tulisan, mengedit materi, mendesain majalah, dan seterusnya. Proses tentang pengaturan kerja untuk menerbitkan medai inilah yang disebut dengan Manajemen Redaksi.

Di dalam sebuah organisasi pengelola media kampus, Tim Redaksi ini akan bekerja dengan tim lain yaitu Tim Organisasi, Tim Penelitian dan Pengembangan, serta Tim Iklan. Tidak ada satu yang lebih penting dibanding yang lain. Semua punya peran sama, terutama di media umum (mainstream).

Continue reading “Menata Alur Penerbitan Media Kampus”

Ketika TV Kehilangan Hati Nurani

Inilah menu makan siangku hari ini: sup kepala ikan dan ikan goreng. Makannya di warung langganan, Warung Lembongan di jalan Tjok Agung Tresna Renon Denpasar. Ikan laut itu digoreng garing. Supnya, selain kepala ikan juga ada sayur ketimun diiris tipis.

Karena sudah ngidam dari kemarin, aku pun nyeruput sup kepala ikan itu dengan nikmatnya. Posisiku menghadap ke arah TV yang menayangkan berita siang. Pokoke makan siang ini enak tenanlah. Eeh, pas lagi asik nyeruput sup kepala ikan, di TV nongol potongan kepala orang yang diduga sebagai pelaku teror bom di Ritz Carlton dan JW Mariott Jumat pekan lalu.

Continue reading “Ketika TV Kehilangan Hati Nurani”

Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV

“Ada mayat di kolam lapangan Puputan Badung,” kata suara di telepon seluler Putu Sujana Kamis awal Maret lalu. Sujana sedang duduk-duduk di depan gedung rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di jalan Nusa Indah, Denpasar Timur. Ada demo mahasiswa dan dosen di kampus itu menuntut pergantian rektor.

“Demonya tidak asik. Cuma begitu-begitu saja,” kata Sujana. Maka, Sujana segera pergi dari kampus ISI setelah ada telepon tersebut. Dia naik sepeda motor Shogunnya di antara lalu lintas Denpasar. Di antara gerimis, dia menyalip motor dan mobil sepanjang jalan.

Continue reading “Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV”

Sumber Informasi Lain Bernama Milis

Informasi adalah salah satu bagian terpenting dalam pekerjaanku. Bisa jadi juga di pekerjaan banyak orang. Tiap hari, informasi datang silih berganti. Buanyak sekali medianya.

Pagi-pagi, ketika baru bangun tidur, Kompas sudah ada di rumah. Informasi resmi ini disampaikan lewat medium bernama koran. Siangnya ketika kerja di kantor, informasi itu datang berjibun lewat internet misalnya email, social networking, website, blog, dan seterusnya. Malam ketika di rumah sambil leyeh-leyeh, informasi itu datang lewat TV.

Continue reading “Sumber Informasi Lain Bernama Milis”

Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah

Oleh Anton Muhajir

Mengenal Mading
Sejak zaman bahuela, manusia sudah senang menyampaikan informasi satu sama lain. Selain untuk bertukar kabar, informasi yang disampaikan itu bisa sekaligus untuk menunjukkan keberadaan. Pada zaman batu, misalnya, manusia sudah menggunakan dinding-dinding gua untuk menyampaikan informasi tersebut. Ini barang kali yang bisa jadi rujukan sejarah awal mula majalah dinding dalam versi bahuela. 🙂

Lewat mading ala manusia zaman batu itu pula kita bisa mencatat bagaimana peradaban manusia pada saat itu. Kita bisa melihat bagaimana hubungan antara manusia dengan alam termasuk hewan dan tumbuhan, juga manusia dengan manusia itu sendiri. Kita bisa melihat kebudayaan manusia pada masa itu lewat lukisan di dinding gua itu. Begitulah, informasi itu sekaligus sebagai dokumentasi tentang kebudayaan mereka.

Continue reading “Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah”

Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita

Obrolan sebentar dengan Ayu, wartawan Kompas, hari ini mengingatkanku soal hal sudah berulang kali aku pikirkan, “Etiskah wartawan mengatur narasumber sesuai kemauan wartawan? Bagaimana sebenarnya etika jurnalisme TV?”

Pertanyaan itu muncul kembali setelah aku baca tulisan Ayu di Kompas hari ini tentang istri almarhum Anak Agung Prabangsa yang merasa terganggu oleh wartawan TV. Lalu siang tadi aku ngobrol sama Ayu dan Ervi, dua teman wartawan di Bali, tentang bagaimana perlakuan wartawan salah satu TV nasional pada istri almarhum Prabangsa.

Continue reading “Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita”

Sepuluh Negara Berbahaya untuk Blogger

Akhir April lalu, Committe to Protect Journalist (CPJ), lembaga independen yang bergerak di bidang kebebasan pers, menerbitkan laporan tentang sepuluh negara berbahaya bagi blogger. Sebatas yang aku tahu, ini pertama kalinya CPJ menerbitkan laporan negara berbahaya bagi blogger.

Biasanya tiap tahun lembaga yang berpusat di New York, Amerika Serikat ini hanya memberi laporan tentang jurnalis, bukan blogger. Tapi tahun ini ternyata berbeda. Aku lihat di website mereka, lembaga ini tak hanya membuat laporan tentang negara berbahaya bagi blogger. Mereka juga menulis banyak hal terkait dengan blogger.

Continue reading “Sepuluh Negara Berbahaya untuk Blogger”

Gubernur pun Pusingkan Bintang

Aaah, akhirnya ada juga pejabat yang mengkritik Bali Post secara terbuka soal banyaknya berita bintang di koran ini. Bukan sekadar pejabat, tapi orang terpenting di Bali saat ini, Gubernur Bali! Salut buat Pak Mangku Pastika..

Ini beritanya diambil dari Kompas Online Sabtu (25/4/2009) yang ditulis Ayu Sulistyowati. Salut juga buat Bu Ayu yang sudah mau nulis soal ini. Hehehe..

Continue reading “Gubernur pun Pusingkan Bintang”

Masa Depan Media Ada di Internet

Fakta memang tidak bisa berbohong. Dan inilah yang terjadi. Akhir bulan lalu, satu lagi koran di Amerika Serikat yang bangkrut. Kali ini terjadi pada Chicago Sun-Times. Awal bulan lalu, hal lebih tragis terjadi pada The Christian Science Monitor, salah satu koran terkemuka di Amerika. Koran yang sudah berumur 100 tahun ini menutup edisi cetaknya untuk fokus pada edisi online.

Kebangkrutan itu menambah daftar panjang berakhirnya media cetak di Amerika. Kompas menulis bahwa sebelum itu ada Seattle Post-Intelligencer yang mengakhiri edisi cetak setelah terbit selama 146 tahun. Juga koran Rocky Mountain News tutup pada Februari lalu. Sejumlah kelompok surat kabar lain, seperti Tribune Co, pemilik Los Angeles Times dan Chicago Tribune, telah mengajukan proses kebangkrutan demi menyiasati kerugian selama bertahun-tahun.

Continue reading “Masa Depan Media Ada di Internet”