Di Bali, Sinergi itu Masih Mimpi

Di Jakarta, media dunia maya bersinergi digdaya dengan media arus utama. Di Bali masih jauh panggang dari api.

Banyak contohnya. Dua di antaranya yang terbukti ampuh adalah ketika media arus utama memberitakan penahanan Prita Mulyasari. Prita adalah konsumen yang dipenjara gara-gara emailnya tentang keluhan terhadap pelayanan rumah sakit bocor ke ranah publik. Prita dipenjara dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dia pun ditahan.

Continue reading “Di Bali, Sinergi itu Masih Mimpi”

Making citizen journalism works

Citizen journalism team after visit unieuws.nl. (Photo: Edy Can)

Yesterday, we visited RTV Utrecht. It is a media centrum in Utrecht, the Netherlands. We, five of participants of media online training in Hilversum, discussed and explored mainly about citizen journalism website. It was very interesting to know more about how it’s website, uniews.nl, works.

Here is the presentation we have based on the visit. This material compiled by us: Edy, Komang, Imung, Iman, and me. We presented the material in Corner Room today.

Media visit to RTV Utrecht

Tak Semua Informasi Layak Dipercaya

Dunia maya adalah belantara tempat jutaan informasi terserak. Jika tak hati-hati memeriksa, kita mudah tersesat di dalamnya.

Maka, kita perlu memeriksa, memeriksa, dan memeriksa lagi tiap informasi yang kita peroleh dari internet. Salah satunya dengan melihat sejauh mana sumber informasi, blog maupun website, di internet itu bisa kita percaya.

Continue reading “Tak Semua Informasi Layak Dipercaya”

Dari Rimbun Hutan Menjaga Kebebasan

Senin, 3 Mei ini minggu kedua bagi kami di Hilversum, Belanda. Kami, 18 anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sedang mengikuti kursus New Media for Independent Journalism di Radio Nederland Training Centre (RNTC) di kota berjarak sekitar 25 km selatan Amsterdam ini. Kursus yang diadakan AJI Jakarta dan Neso Indonesia ini pada 26 April hingga 14 Mei 2010.

Bagiku, tugas-tugas kursus makin hari makin menarik. Hari ini, misalnya, kami mendapat tugas untuk mengambil foto dan -kemudian- video di kawasan Radio Nederland Worlwide (RNW). Aku bersama Komang Wahyu Dhyatmika, wartawan TEMPO yang juga Ketua AJI Jakarta, dalam satu kelompok.

Continue reading “Dari Rimbun Hutan Menjaga Kebebasan”

Setelah Benih Kami Semai

Kelas Jurnalisme Warga Sloka Institute Bali

Sabtu ini hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute. Pelatihan ini kami adakan selama empat hari tiap Jumat dan Sabtu. Hari pertama pada Jumat, 22 Januari kemudian disambung pada 23, 29 dan 30 Januari 2010. Pelatihan jurnalistik bukan hal baru bagi kami di Sloka. Tapi pelatihan dalam bentuk kelas dan agak intensif, inilah yang pertama kali. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pelatihan-pelatihan yang pernah kami adakan sebelumnya.

Pertama, peserta. Kalau dalam pelatihan sebelumnya jumlah peserta sekitar 20 atau bahkan lebih, maka kali ini hanya separuhnya, 10 orang. Dengan peserta yang sedikit, kami merasa bisa lebih intensif. Tiap tulisan yang dibuat peserta bisa kami diskusikan di kelas, meski agak buru-buru karena waktu yang hanya sekitar 30 menit. Tapi aku sendiri, sebagai fasilitator, bisa membahasnya kemudian dengan lebih panjang seusai pelatihan.

Continue reading “Setelah Benih Kami Semai”

Kiamat 2012 dan Kecelakaan MUI

“2012” bisa jadi adalah film terlaris saat ini di Indonesia ini. Di Bandung, menurut koran Pikiran Rakyat, dalam waktu lima hari saja penonton film ini sudah mencapai 90 ribu orang. Sebagai perbandingan, jumlah penonton film laris lain, Harry Potter and The Half-Blood Prince ditonton 77 ribu orang dan Transformers: Revenge of the Fallen 69 ribu penonton.

Di Bali, film ini juga mengundang antrian panjang. Beberapa teman di Bali yang mau nonton film ini terpaksa gigit jari tak jadi nonton karena tak kebagian tiket. Aku baca di Radar Bali, antrian sepanjang itu memang belum pernah terjadi sebelumnya di bioskop-bioskop di Bali.

Continue reading “Kiamat 2012 dan Kecelakaan MUI”

Berikan Dukungan Bukan Ketakutan

Diskusi Jurnalisme Warga Dewan Pers

Pertanyaan yang langsung muncul setelah melihat nama pembicara diskusi Jurnalisme Warga tersebut adalah, “Kenapa mesti dia?”. Pertanyaan itu muncul begitu saja setelah baca nama KRMT Roy Suryo Notodiprojo sebagai salah satu pembicara di diskusi yang diadakan Dewan Pers di Denpasar hari ini.

Dalam undangan resmi yang dikirim panitia, pembicara yang akan hadir di diskusi tersebut adalah Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), Priyambodo RH (Kantor Berita Antara/ Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo), dan Enda Nasution (Ketua Blogger Indonesia). Btw, sejak kapan blogger Indonesia ada ketuanya? 🙂

Continue reading “Berikan Dukungan Bukan Ketakutan”

Obama, Internet, dan Kebebasan

Tulisan menarik tentang internet dan kebebasan informasi di Kompas. Dikopas sebagai bagian dari penyebarluasan informasi dan dukungan pada Ninok Leksono, penulis artikel, salah satu wartawan Kompas yang tulisannya selalu membuatku harus membacanya sampai selesai..

—

Obama, Internet, dan Kebebasan

”Saya pendukung berat (pandangan) yang tidak membatasi penggunaan internet. Semakin kita terbuka, semakin mampu kita berkomunikasi, dan hal itu juga akan membuat dunia bersatu.” Presiden AS Barack Obama mengatakan itu di hadapan mahasiswa China di Museum Sains dan Teknologi, Shanghai, hari Senin (16/11).

Continue reading “Obama, Internet, dan Kebebasan”

Karena Warga Berhak Bertanya

Ini sering terjadi. Ketika saya minta data dari sebuah kantor pemerintah, maka hasilnya pasti mengecewakan. Tidak semua lembaga pemerintah, memang. Tapi sebagian besar tidak bagus dalam memberikan informasi pada warga, termasuk wartawan.

Dua contoh yang saya ingat sekali adalah ketika meminta data ke Dinas Cipta Karya Badung di daerah Lumintang, Denpasar serta Badan Lingkungan Hidup Bali sekitar enam bulan lalu. Saat itu saya hendak menulis tentang maraknya pembangunan vila tak berizin di Bali. Saya hanya minta data tentang berapa banyak sih jumlah vila liar di Bali.

Continue reading “Karena Warga Berhak Bertanya”