Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya

Setahun kemudian, niat bikin riset (semoga) terwujud.

Lima hari pada 27 Februari hingga 2 Maret kemarin aku akhirnya ikut belajar membuat riset, khususnya tentang media. Materi pelatihan tak hanya riset tapi juga globalisasi, media, hak asasi manusia, dan seterusnya.

Continue reading “Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya”

Label Media makin Menyuburkan Stigma

Sebagian media kembali memberitakan pembunuhan berantai.

Lalu, gay kembali jadi pihak terpojokkan. Mujianto, pelaku pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur tersebut berorientasi seks homoseksual. Korban-korbannya pun gay. Kelompok ini pun kembali mendapat stigma.

Continue reading “Label Media makin Menyuburkan Stigma”

Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa

Pergulatan manusia melawan kekuasaan adalah pergulatan ingatan lupa.

Goenawan Mohamad, pendiri dan (mantan) pemimpin redaksi TEMPO, menyitir pernyataan Milan Kundera tersebut di pengantar buku ini. GM, mengingatkan bahwa kekuasaan selalu berupaya menciptakan ingatan tunggal, termasuk terhadap sesuatu yang dianggap subversif. Ingatan tunggal biasa diiringi dengan tafsir tunggal pula terhadap sejarah tersebut.

Continue reading “Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa”

Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.

Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.

Continue reading “Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit”

Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca

Ide pertanyaan datang dari Twitter. Di sana pula jawabannya kami temukan.

Pancingan tersebut berasal dari twit salah satu pengguna Twitter di Bali Minggu malam kemarin. “Termehek-mehek mengambil lokasi di Bali.” Begitu kurang lebih kicauannya.

Continue reading “Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca”

Dukung Kami di Aksi Klik Hati


Kami tak hanya butuh dukungan doa. Kami juga butuh dukungan nyata.

Segera. Dukunglah Bale Bengong di website Aksi Klik Hati. Hanya tinggal centang like di sana dan berkomentar. Maka, saat itu pula kekuatan Anda akan menyebar melalui jejaring digital memberikan dukungan.

Continue reading “Dukung Kami di Aksi Klik Hati”

Menikmati Eksploitasi Atas Nama Profesi


Cinta memang buta. Begitu pula wartawan pada kerjaannya.

Maka, meski kadang tak digaji layak oleh perusahaannya, toh, wartawan tetap cinta mati pada pekerjaan dan perusahaannya. Kalau cinta mati pada pekerjaan itu keren. Tapi, cinta mati pada perusahaan meski sudah sadar dieksploitasi, itu yang sampai sekarang tak juga bisa aku pahami.

Continue reading “Menikmati Eksploitasi Atas Nama Profesi”

Mengawasi Media Lewat Dunia Maya

Kekuatan dan kemudahan dunia maya membuat pengawasan terhadap media massa lebih mudah dilakukan.

Ikhwal pengawasan media alias media watch ini ditanyakan Mas Rofiqi Hasan, wartawan Tempo yang juga pengawas Sloka dalam obrolan bersama pembina dan pengawas Sloka Institute awal Januari lalu. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar ini bertanya kenapa Sloka tidak melakukan pengawasan pada media arus utama di Bali. Padahal, pengawasan media ini sempat jadi motivasi bahkan kegiatan kami ketika baru berdiri.

Continue reading “Mengawasi Media Lewat Dunia Maya”

Perbanyak Semut untuk Menandingi Gajah


Kita tak punya modal melawan gajah. Maka, cukuplah perbanyak semut. Setidaknya dia akan memberikan pilihan.

Ini bukan soal hewan-hewan koleksi di kebun binatang. Ini soal strategi membuat wacana berbeda di antara media-media arus utama di Bali. Sebab, kurangnya media alternatif itu membuat suara-suara alternatif masyarakat sipil juga tak terlalu muncul di media.

Continue reading “Perbanyak Semut untuk Menandingi Gajah”