Rebutan Eksklusif Corby: Wani Piro?

media_and_corbyBegitu tertangkap, Schapelle Corby langsung menjadi selebriti. 

Mantan pelajar sekolah kecantikan di Brisbane, Australia tersebut ditangkap pada 8 Oktober 2014 ketika membawa 4,2 ganja masuk Bali. Di persidangan, hakim menyatakan Corby terbukti  bersalah. Dia divonis penjara 20 tahun.

Continue reading “Rebutan Eksklusif Corby: Wani Piro?”

Ketika Televisi Mengasingkan Pemirsanya

televisi Laki-laki itu melongo di depan televisi. Tak ada ekspresi sama sekali.

Kotak kaca yang dia tonton malam itu menampilkan acara hiburan. Orang-orang di dalamnya sedang bercanda. Ada Olga Syahputra, Raffi Ahmad, dan pesohor-pesohor lain yang saya tidak tahu namanya.

Continue reading “Ketika Televisi Mengasingkan Pemirsanya”

Rumitnya Persoalan Etika Media

Bali Post

Menjelang berakhir, diskusi kami ternyata malah memanas.

Dua pihak berargumentasi dengan keras. Bahasa tubuh keduanya pun sama. Sony si fotografer berbicara dengan lantang. Dia berdiri bangkit dari kursi ketika semua peserta duduk. “Tidak bisa. Jurnalis itu seharusnya melaporkan kasus itu ke polisi,” kata Sony.

Continue reading “Rumitnya Persoalan Etika Media”

Pelanggaran Kampanye di Media Penyiaran

ilustrasi-tvTak banyak harapan bagi demokratisasi penyiaran.

Apalagi menjelang pemilihan umum legislatif 2014 nanti. Sebagian besar media penyiaran, terutama televisi, sudah dikapling masing-masing pemiliknya sebagai alat kampanye mereka.

Continue reading “Pelanggaran Kampanye di Media Penyiaran”

Mengembalikan Jurnalisme kepada Publik

Awalnya dari rasa jengah: ke mana perginya jurnalisme berkualitas di Bali saat ini?

Pernyataan di balik pertanyaan tersebut mungkin terlalu dini. Tapi, setidaknya ada beberapa penanda makin hilangnya jurnalisme berkualitas di Bali. Tiga hal yang menandai tersebut adalah tema berita, penyampaian berita, dan etika jurnalis.

Dari sisi tema berita, sebagian besar media di Bali lebih banyak memberikan seputar intrik dan konflik elite politik. Penyampaian berita kemudian lebih banyak hanya bersifat talking news, semata tentang omongan-omongan elite. Dalam bahasa sarkastik, ada yang menyebutnya sebagai jurnalisme ludah, apa pun omongan elite politik akan diberitakan. Tidak perlu verifikasi. Tak ada keberimbangan. Bahkan, berita seringkali malah hanya menjadi alat adu domba.

Continue reading “Mengembalikan Jurnalisme kepada Publik”

Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan

Bahkan sebagian iklan pun menganggap perempuan sebagai pelayan.

Perhatian terhadap iklan yang bias gender dengan menempatkan perempuan sebagai pelayan ini makin aku perhatikan akhir-akhir ini. Sambil duduk memangku anak kedua kami, Satori Nawalapatra, aku biasa nonton iklan tersebut di televisi.

Continue reading “Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan”

Melanjutkan Mimpi Media Watch di Bali

Keinginan sih ada. Modalnya yang tak ada.

Oleh karena itu, hingga saat ini kami belum bisa menjadikan Sloka Institute sebagai lembaga pemantau media (media watch). Kami belum melakukan pemantauan dan pelaporan secara berkala tentang bagaimana materi media-media di Bali.

Continue reading “Melanjutkan Mimpi Media Watch di Bali”