Ini tumben sampai ada pelatihan seminggu berturut-turut.
Sabtu – Minggu lalu pelatihannya di Yayasan Pusat Pemberdayaan Disabilitas (Puspadi) Bali. Pelatihan dua hari tersebut adalah kegiatan rutin Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Ini tumben sampai ada pelatihan seminggu berturut-turut.
Sabtu – Minggu lalu pelatihannya di Yayasan Pusat Pemberdayaan Disabilitas (Puspadi) Bali. Pelatihan dua hari tersebut adalah kegiatan rutin Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute.

Ada dua kegiatan penting terkait BaleBengong minggu ini.
Pertama pada Senin lalu. Kami menerima 17 orang peserta pertemuan Internet Governance Forum (IGF) dari Belanda. Kami atas nama BaleBengong bersama Bali Blogger Community (BBC) dan Sloka Institute menerima kunjungan tersebut sekalian berbagi pengalaman dan pandangan tentang perkembangan teknologi informasi di Bali.
Continue reading “Menerima Kunjungan dan Berbagi Pengalaman”
Metode pelatihan kami nyaris selalu berubah.
Begitu pula kali ini, Kelas Jurnalisme Warga angkatan ke-17. Kelas ini memang masih menggunakan metode sama dengan angkatan sebelumnya, menginap alias live in di tempat warga.
Continue reading “Belajar Jurnalisme Warga di Tempat Terbuka”
Referensi tentang jurnalisme warga di Indonesia masih langka.
Citizen Journalism: Pandangan, Pemahaman, dan Pengalaman adalah buku kedua tentang tema jurnalisme warga di Indonesia yang aku baca. Penulis buku ini Pepih Nugraha, Continue reading “Mengupas Jurnalisme Warga Meski Tak Tuntas”
Berikut adalah pengumpulan informasi tentang kecelakaan pesawat Lion Air Sabtu lalu melalui aplikasi media sosial Storify.
Pengumpulan informasi ini hanya untuk menunjukkan bagaimana peran warga sekarang dalam memberitakan sebuah peristiwa. Tak ada lagi monopoli media arus utama. Bahkan, dalam kasus tertentu, pewarta warga justru menjadi penyampai pertama.
Continue reading “Laporan Warga tentang Kecelakaan Lion Air”
Ada hal baru di pos-pos polisi yang aku lewati pagi ini.
Di pos polisi ujung Jalan Melati, Denpasar misalnya ada spanduk berisi tulisan larangan memberi dan menerima suap. Pos polisi di perempatan Jalan Sudirman – Jl Raya Niti Mandala Renon – Jalan Dewi Sartika pun berisi spanduk sama.
Sambil duduk di kursi roda, I Wayan Karmen melakukan wawancara.
Tubuh ringkih Karmen berbanding terbalik dengan kuatnya narasumber, Ni Nengah Widiasih. Karmen anak laki-laki berusia 12 tahun. Sejak umur 6 tahun dia mengalami semacam penyakit yang membuat kedua tulang kakinya lumpuh. Karena itu, Karmen harus berjalan dengan kursi roda.
Jauh banget beda dulu dan sekarang.
Dulu itu kira-kira 10 atu 15 tahun silam. Belum terlalu lama, sih. Tapi, dalam 10 atau 15 tahun tersebut banyak sekali perbedaannya. Alat-alat berat yang dulu jadi perlengkapan ketika liputan, kini bahkan bisa masuk kantung.