
Kami seharusnya menulis tentang ini pekan lalu. Tapi, saking gembiranya, kami lupa.
Padahal ini kabar gembira buat kita semua. Eh, setidaknya buat kami. Semoga juga buat Anda semua.
Continue reading “Terima kasih Dukungannya, Sanak Dunia Maya”
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Kami seharusnya menulis tentang ini pekan lalu. Tapi, saking gembiranya, kami lupa.
Padahal ini kabar gembira buat kita semua. Eh, setidaknya buat kami. Semoga juga buat Anda semua.
Continue reading “Terima kasih Dukungannya, Sanak Dunia Maya”
Kami tak hanya butuh dukungan doa. Kami juga butuh dukungan nyata.
Segera. Dukunglah Bale Bengong di website Aksi Klik Hati. Hanya tinggal centang like di sana dan berkomentar. Maka, saat itu pula kekuatan Anda akan menyebar melalui jejaring digital memberikan dukungan.

Seorang teman pernah dengan bersemangat menunjukkan “kartu pers”-nya sebagai pewarta warga. Tapi, kartu itu untuk apa?
Menurutku, seorang pewarta warga tidaklah perlu mendapat identitas khusus sebagai pewarta, seperti kartu pers. Ada, setidaknya, dua alasan.

Minggu ini hari terakhir kelas menulis jurnalisme warga oleh Sloka Institute. Maka, berakhir pula kegiatan dua bulanan kami sepanjang tahun 2010 ini.
Kelas Menulis Jurnalisme Warga, kami biasa menyingkatnya Kamis, merupakan upaya kami untuk terus mengampanyekan jurnalisme warga di Bali. Kami berharap melalui kelas ini, warga akan tahu tentang jurnalisme warga. Setelah tahu, kami berharap mereka akan bersedia dan bisa menuliskan ceritanya ke balebengong.
Continue reading “Setengah Mati Mendorong Keterlibatan Warga”

Kembali hadir dengan semangat baru dan pemateri baru…
Pemateri:
1. Pande Komang Yanes Setat (Wartawan Kantor Berita Antara Bali)
2. I Wayan Juniartha (Wartawan The Jakarta Post)
3. I Putu Hendra Brawijaya (Anggota Bali Blogger Community)
Continue reading “Kelas Menulis Jurnalisme Warga Angkatan IV”

Secara resmi, kami sudah menutup kelas pukul 4.30, Minggu (6/6) sore itu. Kami harus mengakhiri materi tentang blog itu 30 menit lebih awal dari jadwal. Tapi, bukannya bubar, hampir seluruh peserta malah minta kelas dilanjutkan.
Maka, hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute, pun berlanjut. Aku, dengan senang hati, menemani sembilan peserta yang masih mau belajar tersebut bersama Eka Dirgantara dan Intan Paramitha.

Sabtu ini hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute. Pelatihan ini kami adakan selama empat hari tiap Jumat dan Sabtu. Hari pertama pada Jumat, 22 Januari kemudian disambung pada 23, 29 dan 30 Januari 2010. Pelatihan jurnalistik bukan hal baru bagi kami di Sloka. Tapi pelatihan dalam bentuk kelas dan agak intensif, inilah yang pertama kali. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pelatihan-pelatihan yang pernah kami adakan sebelumnya.
Pertama, peserta. Kalau dalam pelatihan sebelumnya jumlah peserta sekitar 20 atau bahkan lebih, maka kali ini hanya separuhnya, 10 orang. Dengan peserta yang sedikit, kami merasa bisa lebih intensif. Tiap tulisan yang dibuat peserta bisa kami diskusikan di kelas, meski agak buru-buru karena waktu yang hanya sekitar 30 menit. Tapi aku sendiri, sebagai fasilitator, bisa membahasnya kemudian dengan lebih panjang seusai pelatihan.

Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat.Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya.
Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. Sebab Sloka Institute pengelola blog jurnalisme warga Bale Bengong, akan mengadakan Kelas Menulis Jurnalisme Warga.
Apa itu BaleBengong?
BaleBengong adalah portal yang dibangun untuk sebagai tempat berbagi informasi apa saja tentang Denpasar maupun Bali pada umumnya. Situs ini dikelola secara partisipatif oleh siapapun yang peduli dan ingin berbagi informasi tersebut. BaleBengong sekaligus bagian dari upaya mewujudkan jurnalisme warga di Denpasar maupun Bali.
Apa itu jurnalisme warga? Continue reading “Anda Bertanya, BaleBengong Menjawab”