Pekan lalu, Ana, teman yang baru tinggal di Bali mengeluh tentang ketertinggalannya soal wacana film. Teman itu lahir dan besar di Jakarta. Dia pernah bekerja di Timor Leste sebelum bekerja di Bali sejak sekitar Oktober lalu. Obrolan kami terjadi ketika kami diskusi kecil soal Slumdog Millionare, film pemenang delapan kategori di Oscar tahun ini.
Ketertinggalan wacana itu, kata Ana, karena kurangnya tempat diskusi di Denpasar. Dia sih membandingkan kondisi Bali dengan Jakarta. Kalau di Jakarta, ceritanya, mau diskusi soal seni misalnya bisa di Taman Ismail Marzuki (TIM). Atau, contoh lain, soal peluncuran buku bisa di Aksara, Kemang. Dan seterusnya..