Banyak Cara Membantu Palestina

30 , , , , Permalink 0
Sudah lebih dari seminggu pasukan Israel menyerbu jalur Gaza di Palestina. Lebih dari 400 orang jadi korban konflik yak seimbang ini. Tak sedikit pula anak-anak yang mati, padahal mereka mungkin tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ini cerita usang yang terus berulang. Perang. Gencatan senjata. Perang lagi. Korban lagi. Terus begitu saja. Mungkin inilah konflik terlama yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia.

Indonesia kecipratan. Menggunakan sentimen agama, ribuan orang berunjuk rasa menentang penyerbuan tentara Israel ke Palestina. Partai Keadilan Sejahtera berdemo besar-besaran ke kantor Kedutaan Amerika Serikat dengan membawa bendera partainya. Bukannya bendera Palestina yang dibawa tapi bendera PKS yang diusung tinggi-tinggi. Solidaritas Palestina ternyata bisa juga jadi waktu untuk berkampanye.

Di TV pula aku lihat ratusan orang mendaftar sebagai relawan untuk berjuang ke Palestina. Konon para relawan itu akan berangkat ke Palestina untuk melawan Israel. Sekali atas nama sentimen agama. Padahal bukankah tragedi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan, yang tak harus dilihat dari kesamaan agama?

Sedih banget memang melihat anak-anak jadi korban di TV dan di koran. Melihat wajah-wajah ketakutan ketika rumah mereka ditembak tentara Israel. Marah rasanya melihat orang-orang Palestina, yang bersenjatakan batu dan roket, melawan tentara Israel, yang konon adalah salah satu tentara terbaik di dunia.

Tapi toh harus realistis. Marah bukan berarti lalu membabi-buta dengan melupakan akal sehat. Misalnya dengan mendaftarkan diri sebagai relawan untuk melawan Israel di Palestina. Apa iya segampang itu.

Sederhana saja pikiranku. Ke Israel bukanlah sama dengan nyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, tinggal bayar kapal lalu selesai. Banyak masalah yang harus dihadapi kalau mau sana. Perlu transportasi, perlu bahasa, perlu amunisi, dan yang lebih penting bagaimana kalau mau masuk Palestina. Itu semua mungkin bisa dilakukan oleh relawan resmi yang pake jalur diplomatik, seperti para dokter di Mer-C. Tapi kalau relawan lewat jalur tidak jelas seperti yang koar-koar di TV, apa iya semudah itu?

Jelas tidak. Para aktivis anti-perang dan anti-Israel yang sudah berulang kali mencoba masuk ke Jalur Gaza lewat laut pun terus gagal. Apalagi orang-orang yang belum tahu apa-apa di sana. Datang ke Palestina tanpa modal apa-apa, itu pun kalau bisa sampai sana, sama dengan bunuh diri. Konyol..

Peduli pada korban perang di Palestina, atau mendukung kemerdekaan Palestina sekalipun, tidak harus dilakukan dengan hadir secara fisik. Teknologi memudahkan kita untuk peduli dan mendukung mereka. Banyak cara membantu Palestina.

Paling mudah mungkin mengirim SMS. Mer-C, sebuah lembaga kemanusiaan yang sudah sering membantu di daerah konflik membuka kesempatan pada semua orang. Salah satunya bantuan lewat short message service (SMS). Cukup ketik MERC Peduli ke 7505. Maka kita sudah menyumbang Rp 5.000 pada warga Palestina.

Atau bisa saja dengan mengirim bantuan ke BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678, BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773 (a.n. Medical Emergency Rescue Committee), dan BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C).

Bagaimana sumbangan itu sampai? Relawan Mer C yang berangkat ke Palestina atas dasar kemanusiaan akan membantunya.

Cara lain adalah dengan aktif di forum-forum interenet. Ketika aku cari dengan kata kunci Support Palestine, maka ada 502,000 website untuk mendukung Palestina yang kutemukan. Website-website ini biasanya menggunakan jalur online untuk mendukung warga Palestina ataupun kemerdekaan Palestina.

Dua di antaranya, yang setauku sangat aktif adalah ANSWER dan Avaaz. Dua aliansi anti-perang ini aktif melakukan demo di kita-kota besar Amerika Serikat untuk menolak perang, termasuk yang terjadi di Palestina saat ini. Mereka juga membuat petisi online untuk dikirim langsung ke petinggi-petinggi Amerika Serikat, negara yang selalu bias mendukung Israel.

Ada pula beberapa grup atau aliansi di internet untuk mendukung Palestina. Bergabung di dalamnya tidak hanya menunjukkan bahwa kita peduli dan mendukung perjuangan rakyat Palestina, tapi juga menambah suara mereka semua.

Cara-cara ini, menurutku lebih logis dibanding dengan mendaftarkan diri sebagai relawan untuk melawan Israel. Sebab sembari mendukung rakyat Palestina, kita toh masih bisa berhalo sapa sama tetangga. Sebab siapa tau mereka juga masih perlu bantuan kita. Jangan sampai peduli yang jauh di negeri orang sana tapi lupa sama tetangga sendiri..

30 Comments
  • devari
    January 6, 2009

    yang ribut2 di TV itu khan cari popularitas aja. apa? FPI daftar juga ya? baguslah.

    waks jadi teringat dua hari lagi saya ada tamu yang pake kaos tentara : ISRAELI ARMY.
    bussyeet..pengin nanya2 langsung tp saya tahan

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    begitulah. makanya koar-koar saja mau pergi ke palestina. padahal ya pasport aja ga punya, duit ga ada, dst.

    besok2 tanya aja tuh sama tentara. siapa tau dia langsung nembak pake rudal jg. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • devari
    January 6, 2009

    ralat: dua hari lalu

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    diterima. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • PanDe Baik
    January 6, 2009

    Yah, sebetulnya saya pengeeeeeen banget nulis ketidaksetujuan saya akan cara2 yang dilakukan kelompok tertentu yang sudah bersiap dengan ilmu bela dirinya berangkat ke TKP. Bagi saya itu sebuah inisiatif yang Bullshit. gak realistis.
    Hanya saja saya memang sependapat dengan Om AnTon perihal sumbang menyumbang itu. Minimal memang itu ide saya sedari awal.
    But, saya bukan Muslim, yang barangkali bakal dipertanyakan kalo sampai saya membuat tulisan yang seperti Im AnTon buat ini.
    Setidaknya saya bersyukur, sudah ada yang mewakili kata hati saya hari ini.
    Salam

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    itu dia, bli. ibaranta nafsu besar, tenaga kurang. 😀

    santai aja, bli. kalo berpendapat kan boleh2 saja tanpa harus melihat agamanya apa.

    ReplyReply

    [Reply]

  • brokencode
    January 6, 2009

    seandainya tentara palestina tidak seperti pengecut sembunyi dibelakang ibu-ibu dan anak-anak setelah melempar macan yang sedang tidur tentu tidak akan banyak memakan korban sipil. mata dunia tetap menyalahkan tentara israel yang membabi buta tanpa melihat siapa yang salah, siapa yang menodai kesepakatan gencatan senjata, siapa yang sembunyi tunggang langgang dibalik wajah-wajah tak berdosa… biar saja disana perang, yang penting disini aman sentosa. tapi sudah enak-enak dinegeri sendiri damai, malah banyak yang cari perang dinegeri orang. aneh

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    hmm, menurutku sih tidak bener jg kalo lari sembunyi. jangan2 karena tentara israel yg memang ngawur. siapa tau kan?

    tp ya ada benarnya jg soal gencatan senjata itu. orang hamas pula yg merusak gencatan senjata itu. makanya perang lg.

    tp tetep saja ini perang yg tidak fair. orang2 palestina trlalu banyak yg jadi korban. eh, skrg malah orang2 indonesia yg pd mau ikutan..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dek Didi
    January 7, 2009

    Aneh…
    Sudah bagus damai di Indonesia, malah cari perang ke luar sana.
    Kebetulan pas ngetik komentar ini lagi nonton Bush memberikan statement mengenai masalah ini.
    AS menjadi satu2nya negara yang mendukung Agresi Israel. Ini juga aneh.
    Dunia makin kacau aja.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ya tuh. AS memang standar ganda banget. giliran israel yg bunuh banyak orang, mereka malah mendukung. coba yg membunuh itu iran. waaah, udah pasti mereka langsung nyerbu.

    ReplyReply

    [Reply]

  • departa
    January 8, 2009

    Benar,Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu warga palestina.Perang adalah derita,Untuk itu mari kita damaikan dunia mulai dari kita agar tak ada lagi luka dan derita yang lebih banyak lagi. Kunjungan Balik

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yuk. mari.. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • bowo
    January 8, 2009

    saya mendukung sultan sajahlah, sapa tau bisa gemah ripah loh jinawi 😀 gak nyambung ya??? ya maaf 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    bener. memang ga nyambung. pasti kamu baru abis makan jamur. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • bowo
    January 8, 2009

    gmn klo sekelas angling darmo, bathik madrim, sibuta dari gua hantu dan pendekar yang laen kita berdayakan disono hehe..

    kalo saya mendukung sultan sajahlah, sapa tau bisa gemah ripah loh jinawi 😀 gak nyambung ya??? ya maaf 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yap. sekali lagi, jaka sembung bawa golok. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • bowo
    January 8, 2009

    lho kok dua ya 😀 om, yg duluan dihapus aja he…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ora usah. ben akeh komen. hahaha..

    ReplyReply

    [Reply]

  • okanegara
    January 8, 2009

    MER-C? Are you sure? Mending lewat Mercya. Mercya Soesanto.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    wahaha, kalo itu sih bantuan ke singaraja, bukan ke israel. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Deddy
    January 9, 2009

    Memang sudah seharusnya kita mengecam segala bentuk tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Harus tegas untuk berkata “TIDAK” pada peperangan dan terorisme. Menurut saya, kekerasan dan saling membalas bukanlah jalan keluarnya. Duh, kapan ya Bumi ini benar2 damai?

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    damai kalo pas nyepi. hehe..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Juliach
    January 9, 2009

    Terus terang saja, aku tak tahu siapa yang mendahului saling mengelitik itu hingga Israel marah berat. Berita media massa belum tentu benar 100%. Tak perlu ribut hanya bikin tambah semrawut.

    Kita harus dukung utk memaksa PBB utk memaksa kedua negara itu berdamai. Itu kuncinya.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ini bukan soal siapa salah atau benar, sih. ini soal bagaimana peduli pada korban. anak2 palestina itu jd korban perang yg tak jelas ini..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Sige
    January 9, 2009

    Hmmm..ini adalah bencana kemanusiaan. Ulah manusia terhadap manusia yang lain.

    Selain berdoa, mengirimkan SMS ke MERC-C saya juga pikir cara yang lebih bijak, ketimbang membabi buta sok-sok an mau ikut perang ke Gaza sono.

    ReplyReply

    [Reply]

  • viar
    January 10, 2009

    sempet ketawa liat berita smalem:
    “para sukarelawan itu siap membantu di jalur gaza dengan ilmu kebathinan, ilmu bela diri…bla..bla..bla….dan siap untuk diberangkatkan. namun belum jelas siapa yang akan mendanai keberangkatan mereka…”

    gubrak!
    aku dukung semangat mereka, tp mbok ya semangatnya dipake ke hal lain yg lebih konkrit aja kali yah… kaya yg disebutin anton tadi
    wkwkkwkwkwkw……

    *sedih wkt liat di tivi, seorang lelaki paruh baya yang disorot kamera lagi tanda tangan keikutsertaan relawan ke jalur gaza*

    ReplyReply

    [Reply]

  • busby seo test
    January 14, 2009

    betul emang aneh sama kelompok2 tertentu …
    apalagi menyangkut pautkan agama , jelas apa yang terterjadi di sama ga ada sangkut pautnya sama soal agama 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    January 16, 2009

    no comment utk yg ini pak, saya kasihan sama korban perang itu, trutama anak2 dan perempuan…

    tapi, what can i do..

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    January 17, 2009

    Harusnya kalo mau fair, suruh tangan kosong aja kali ya? hahahaha…

    Hamas dan Palestina? mereka itu sama bodohnya… orang2 yang sok membela palestina dengan cara mau berangkat buat perang di sana juga sama bodohnya! ga ada yang layak buat dibela… rakyat yang ada di Gaza itu yang mesti dievakuasi keluar Gaza…

    ReplyReply

    [Reply]

  • Dewi Pinatih
    January 22, 2009

    Imagine all the people living life in peace 😀

    hayo damai… damai… salam salaman yuuk…

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *