Mari Hahahihi Merayakan Lima Tahun Bali Blogger

Sanak saudara Bloggers & Netizens Bali,

Minggu besok, Bali Blogger Community (BBC), akan merayakan ulang tahun kelima. Sambil berhahahihi, kami akan mengadakan beberapa acara, seperti nonton bareng film Linimassa 2, ngobrol kreatif tentang musik dan dunia online, potong tumpeng, games, megibung, dan hiburan lainnya.

Kami mengundang sanak saudara ikut hadir merayakan lima tahun komunitas ini pada:

Continue reading “Mari Hahahihi Merayakan Lima Tahun Bali Blogger”

Agar Internet Tak Jadi Medan Perang

Internet bisa menjadi medan pertempuran.

Banyak pihak berusaha memasukkan kepentingannya masingg-masing ke dalam tata kelola internet ini. Tiga pihak yang hingga saat ini terus saling tarik menarik kepentingan tersebut adalah negara, swasta, dan masyarakat sipil.

Continue reading “Agar Internet Tak Jadi Medan Perang”

Disemprit di Jejak Kesederhanaan Paman Ho

Kesialan dan keberuntungan bisa datang berhimpitan.

Kali ini aku mengalaminya ketika mengunjungi tempat penyimpanan jenazah (musoleum) Bapak Bangsa Vietnam Ho Chi Minh di Hanoi. Aku ketiban sial karena datang ketika musoleum ini sedang dibersihkan. Jadi, tak bisa masuk ke ruangan dan melihat jenazan Paman Ho, panggilan lain untuk Ho Chi Minh.

Tapi, begitulah risiko jalan-jalan tanpa rencana dan informasi sebelumnya, sesuatu yang aku sering dan suka lakukan. Ketika berniat ke Musoleum Ho Chi Minh, aku sama sekali tak mencari informasi awal terlebih dulu. Pokoknya ke sana begitu saja saat akhir pekan.

Continue reading “Disemprit di Jejak Kesederhanaan Paman Ho”

Di Balik Pembangunan yang Melesat Cepat

Semua terlihat bergerak aman dalam kekacauan.

Begitulah Old Quarter, Hanoi, mungkin bisa mewakili gambaran Vietnam saat ini. Dari kawasan inilah ibukota Vietnam bermula. Kawasan yang dibangun pada abad awal abad XX awalnya hanya terdiri dari 36 jalan kecil.

Continue reading “Di Balik Pembangunan yang Melesat Cepat”

Kegagapan ala Orang Viet di Selatan

Dari jendela Thai Airways, ironi itu terlihat.

Di bawah sana, dari pesawat yang membawa kami dari Bangkok, Thailand ke Hanoi, Vietnam rumah-rumah terlihat menjulang tinggi. Di Bali, tinggi rumah rata-rata tak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa. Tapi di Vietnam tidak. Rumah atau gedung tingginya sekitar 15-20 meter.

Dari jendela yang sama menjelang pesawat mendarat di Noi Bai Hanoi, terlihat pembangunan jalan tol ataupun gedung-gedung. Selain para pekerja, mesin penderek (crane) bisa menjadi penanda betapa Vietnam sekarang sedang menggeliat dalam pembangunan.

Namun, rumah-rumah menjulang tinggi dan mesin penderek adalah dua hal yang bertolak belakang. Inilah yang menyambutku ketika tiba di Vietnam hari ini.

Continue reading “Kegagapan ala Orang Viet di Selatan”

Karena ODHA Tak Sekadar Angka

Di depanku, polisi berpakaian lengkap itu nyuntik heroin.

Tak ada ekspresi bersalah atau canggung sama sekali. Dia datang ke salah satu tempat para pengguna narkoba suntik (penasun) nongkrong. Siang itu beberapa penasun lainnya juga lagi pakaw, bahasa slang menyuntik heroin.

Continue reading “Karena ODHA Tak Sekadar Angka”

Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori

Hari ini mungkin mewakili perjalanan kami.

Pukul 8 pagi Bunda duluan keluar. Dia liputan tentang anak-anak autis di wantilan DPRD Bali. Aku giliran momong Satori, yang kini berumur enam bulan. Karena hari Minggu, maka Bani juga di rumah. Libur sekolah. Pengasuh keduanya tak masuk.

Continue reading “Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori”

Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang

Hanya menulis tentang diskusi malam ini.

Ceritanya, aku diminta oleh Sukma Arida untuk jadi salah satu pembedah buku terbarunya, Pandora Bali, Refleksi di Balik Gemerlap Turisme. Selain aku, pembedah lain adalah Made Andi Arsana, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatik Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang ambil program doktoral di Australia.

Continue reading “Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang”