Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan

Bisa jadi ini kebetulan.

Tapi kok ya bisa beruntun begitu. Setelah membaca tulisan Winata di BaleBengong tentang tradisi memunjung, kali ini aku mengalaminya sendiri. Padahal, seumur-umur aku jadi orang Lamongan tak pernah mendengar istilah ini sebelumnya.

Continue reading “Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan”

Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan

Kejadian sekitar empat tahun lalu itu mendadak muncul di ingatan.

Waktu itu aku menemani seorang teman dari Belanda yang datang ke Bali. Kami berkunjung ke salah satu petani organik di Tabanan. Ketika melihat salah satu pohon kakao, teman itu berseru, “Wow, akhirnya aku melihat pohon coklat juga.”

Continue reading “Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan”

Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme

Teknologi memang serupa belati.

Ide menulis tentang tema ini muncul begitu saja ketika ngobrol dengan Mas Rofiqi Hasan beberapa waktu lalu. Dia cerita soal makin banyaknya wartawan di Denpasar yang suka kloning berita. Kami ngobrol santai pas selesai diskusi tentang jurnalisme warga di Denpasar.

Continue reading “Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme”

Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT

Penolakan terhadapnya mengingatkan kepada teman-teman LGBT.

Tak hanya di Jakarta, diskusi Irshad Manji di Yogyakarta pun diserbu kelompok intoleran berkedok agama. Tak ada alasan jelas kenapa kelompok ini terus saja membubarkan diskusi bersama Irshad Manji.

Continue reading “Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT”

Ironi Popularitas yang Tiada Batas

“Masalahnya, aku tak bisa membohongi kalian.”

Maka, penulis surat wasiat itu, Kurt Cobain, pun memilih bunuh diri. Dia menembak dirinya sendiri pada 5 April 1994 silam. Di samping mayatnya yang kaku, Kobain meninggalkan catatan bunuh diri yang dia tulis dengan tangan.

The fact is, I can’t fool you, any of you. It simply isn’t fair to you, or to me. The worst crime can think of would be to pull people off by faking it, pretending as if I’m having one 100% fun.”

Begitu salah satu bagian dari catatan Cobain menjelang bunuh diri. Catatan ini kemudian jadi pembuka kotak pandora betapa sepi hidup salah satu musisi paling berpengaruh pada awal 1990-an ini.

Continue reading “Ironi Popularitas yang Tiada Batas”

Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan

Bahkan sebagian iklan pun menganggap perempuan sebagai pelayan.

Perhatian terhadap iklan yang bias gender dengan menempatkan perempuan sebagai pelayan ini makin aku perhatikan akhir-akhir ini. Sambil duduk memangku anak kedua kami, Satori Nawalapatra, aku biasa nonton iklan tersebut di televisi.

Continue reading “Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan”

Keserakahan Memang Tak Kenal Kenyang

Celaka! Listrik padam begitu aku masuk kamar mandi.

Padahal air di kamar mandi tinggal seember. Bisa saja hidupin keran karena kami pakai air yang tertampung di bak besar, bukan PDAM. Cuma khawatir kalau nanti habis dan malah tak bisa pakai untuk keperluan lain yang lebih penting sementara listrik belum hidup kembali.

Continue reading “Keserakahan Memang Tak Kenal Kenyang”