Cerita Warga yang Tak Biasa

Secara resmi, kami sudah menutup kelas pukul 4.30, Minggu (6/6) sore itu. Kami harus mengakhiri materi tentang blog itu 30 menit lebih awal dari jadwal. Tapi, bukannya bubar, hampir seluruh peserta malah minta kelas dilanjutkan.

Maka, hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute, pun berlanjut. Aku, dengan senang hati, menemani sembilan peserta yang masih mau belajar tersebut bersama Eka Dirgantara dan Intan Paramitha.

Continue reading “Cerita Warga yang Tak Biasa”

Tak Semua Informasi Layak Dipercaya

Dunia maya adalah belantara tempat jutaan informasi terserak. Jika tak hati-hati memeriksa, kita mudah tersesat di dalamnya.

Maka, kita perlu memeriksa, memeriksa, dan memeriksa lagi tiap informasi yang kita peroleh dari internet. Salah satunya dengan melihat sejauh mana sumber informasi, blog maupun website, di internet itu bisa kita percaya.

Continue reading “Tak Semua Informasi Layak Dipercaya”

In citizen (journalism) we trust

When I started building Bale Bengong, a Bali-based citizen journalism website in June 2007, I wasn’t really optimistic. At that time, I only thought that journalism I knew had a lot of lack or even contradictions.

Therefore, I believed that we should bring a new approach to journalism. And I think, citizen journalism is one of the answers.

Continue reading “In citizen (journalism) we trust”

Saya Tak Pernah Menuduhnya sebagai Pencuri

Tulisan ini untuk menjawab tulisan Merry Magdalena di blog maupun Facebooknya perihal kutipan tanpa izin untuk tujuan komersial. Tulisan ini saya buat dengan kacamata saya jadi tentu saja akan subjektif. Tapi saya sudah berusaha lebih banyak memberikan fakta agar tidak terlalu banyak beropini.

Selain itu, tulisan ini saya buat untuk menyelesaikan “polemik” di antara kami. Saya harap masalah ini bisa selesai tanpa harus dipanjanglebar dan dibesar-besarkan..

Continue reading “Saya Tak Pernah Menuduhnya sebagai Pencuri”

Lomba Blog SMA/SMK se-Bali

Koran dinding? It’s so yesterday. Ini zaman Facebook, blog, twitter. Ini zaman di mana media tak lagi statis, hanya dibaca oleh siswa di sekolahnya, dan tanpa interaksi. Ini zamannya anak sekolah lebih melek pada media internet.

Karena itulah Bali Blogger Community (BBC), Pers Mahasiswa Akademika, dan Sloka Institute mengadakan lomba Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali yang diadakan pada 21 Februari dan 7 Maret di seluruh kabupaten/kota Bali.

Continue reading “Lomba Blog SMA/SMK se-Bali”

Video Pelatihan Blog di Klungkung

Semalam Agung Pushandaka, teman di Bali Blogger Commnity (BBC) kirim pesan pendek. Dia bilang bencana koneksi internet pas pelatihan blog di Klungkung sudah diunggah (upload) ke Youtube dan bisa dinikmati di Facebook. Lalu, pagi ini aku melihat video yang diambil Minggu lalu tersebut.

Karena tumben nonton kegiatan BBC dalam bentuk video, maka video ini membuatku antusias. Segera saja aku masukin di blog. Dan, inilah video hasil kerja keras si kapten tim futsal BBC tersebut.

Continue reading “Video Pelatihan Blog di Klungkung”

Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali

Banner Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelajar Bali di bidang teknologi informasi terutama blog, Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana Bali, Bali Blogger Community (BBC), dan Sloka Institute akan mengadakan Pelatihan Blog untuk Pelajar se-Bali.

Continue reading “Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali”

Setelah Benih Kami Semai

Kelas Jurnalisme Warga Sloka Institute Bali

Sabtu ini hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute. Pelatihan ini kami adakan selama empat hari tiap Jumat dan Sabtu. Hari pertama pada Jumat, 22 Januari kemudian disambung pada 23, 29 dan 30 Januari 2010. Pelatihan jurnalistik bukan hal baru bagi kami di Sloka. Tapi pelatihan dalam bentuk kelas dan agak intensif, inilah yang pertama kali. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pelatihan-pelatihan yang pernah kami adakan sebelumnya.

Pertama, peserta. Kalau dalam pelatihan sebelumnya jumlah peserta sekitar 20 atau bahkan lebih, maka kali ini hanya separuhnya, 10 orang. Dengan peserta yang sedikit, kami merasa bisa lebih intensif. Tiap tulisan yang dibuat peserta bisa kami diskusikan di kelas, meski agak buru-buru karena waktu yang hanya sekitar 30 menit. Tapi aku sendiri, sebagai fasilitator, bisa membahasnya kemudian dengan lebih panjang seusai pelatihan.

Continue reading “Setelah Benih Kami Semai”