Berikan Dukungan Bukan Ketakutan

Diskusi Jurnalisme Warga Dewan Pers

Pertanyaan yang langsung muncul setelah melihat nama pembicara diskusi Jurnalisme Warga tersebut adalah, “Kenapa mesti dia?”. Pertanyaan itu muncul begitu saja setelah baca nama KRMT Roy Suryo Notodiprojo sebagai salah satu pembicara di diskusi yang diadakan Dewan Pers di Denpasar hari ini.

Dalam undangan resmi yang dikirim panitia, pembicara yang akan hadir di diskusi tersebut adalah Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers), Priyambodo RH (Kantor Berita Antara/ Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo), dan Enda Nasution (Ketua Blogger Indonesia). Btw, sejak kapan blogger Indonesia ada ketuanya? 🙂

Continue reading “Berikan Dukungan Bukan Ketakutan”

Obama, Internet, dan Kebebasan

Tulisan menarik tentang internet dan kebebasan informasi di Kompas. Dikopas sebagai bagian dari penyebarluasan informasi dan dukungan pada Ninok Leksono, penulis artikel, salah satu wartawan Kompas yang tulisannya selalu membuatku harus membacanya sampai selesai..

—

Obama, Internet, dan Kebebasan

”Saya pendukung berat (pandangan) yang tidak membatasi penggunaan internet. Semakin kita terbuka, semakin mampu kita berkomunikasi, dan hal itu juga akan membuat dunia bersatu.” Presiden AS Barack Obama mengatakan itu di hadapan mahasiswa China di Museum Sains dan Teknologi, Shanghai, hari Senin (16/11).

Continue reading “Obama, Internet, dan Kebebasan”

Karena Warga Berhak Bertanya

Ini sering terjadi. Ketika saya minta data dari sebuah kantor pemerintah, maka hasilnya pasti mengecewakan. Tidak semua lembaga pemerintah, memang. Tapi sebagian besar tidak bagus dalam memberikan informasi pada warga, termasuk wartawan.

Dua contoh yang saya ingat sekali adalah ketika meminta data ke Dinas Cipta Karya Badung di daerah Lumintang, Denpasar serta Badan Lingkungan Hidup Bali sekitar enam bulan lalu. Saat itu saya hendak menulis tentang maraknya pembangunan vila tak berizin di Bali. Saya hanya minta data tentang berapa banyak sih jumlah vila liar di Bali.

Continue reading “Karena Warga Berhak Bertanya”

Menata Alur Penerbitan Media Kampus

Oleh Anton Muhajir

APA?
Kalau diibaratkan tubuh, Tim Redaksi adalah otak untuk sebuah tim pengelola majalah kampus. Tim Redaksi ini yang mengatur bagaimana sebuah tim bisa berjalan dengan baik. Tim Redaksi ini yang mengendalikan kapan anggota tim harus membuat perencanaan, melakukan peliputan, membuat tulisan, mengedit materi, mendesain majalah, dan seterusnya. Proses tentang pengaturan kerja untuk menerbitkan medai inilah yang disebut dengan Manajemen Redaksi.

Di dalam sebuah organisasi pengelola media kampus, Tim Redaksi ini akan bekerja dengan tim lain yaitu Tim Organisasi, Tim Penelitian dan Pengembangan, serta Tim Iklan. Tidak ada satu yang lebih penting dibanding yang lain. Semua punya peran sama, terutama di media umum (mainstream).

Continue reading “Menata Alur Penerbitan Media Kampus”

Ketika TV Kehilangan Hati Nurani

Inilah menu makan siangku hari ini: sup kepala ikan dan ikan goreng. Makannya di warung langganan, Warung Lembongan di jalan Tjok Agung Tresna Renon Denpasar. Ikan laut itu digoreng garing. Supnya, selain kepala ikan juga ada sayur ketimun diiris tipis.

Karena sudah ngidam dari kemarin, aku pun nyeruput sup kepala ikan itu dengan nikmatnya. Posisiku menghadap ke arah TV yang menayangkan berita siang. Pokoke makan siang ini enak tenanlah. Eeh, pas lagi asik nyeruput sup kepala ikan, di TV nongol potongan kepala orang yang diduga sebagai pelaku teror bom di Ritz Carlton dan JW Mariott Jumat pekan lalu.

Continue reading “Ketika TV Kehilangan Hati Nurani”

Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV

“Ada mayat di kolam lapangan Puputan Badung,” kata suara di telepon seluler Putu Sujana Kamis awal Maret lalu. Sujana sedang duduk-duduk di depan gedung rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di jalan Nusa Indah, Denpasar Timur. Ada demo mahasiswa dan dosen di kampus itu menuntut pergantian rektor.

“Demonya tidak asik. Cuma begitu-begitu saja,” kata Sujana. Maka, Sujana segera pergi dari kampus ISI setelah ada telepon tersebut. Dia naik sepeda motor Shogunnya di antara lalu lintas Denpasar. Di antara gerimis, dia menyalip motor dan mobil sepanjang jalan.

Continue reading “Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV”

Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah

Oleh Anton Muhajir

Mengenal Mading
Sejak zaman bahuela, manusia sudah senang menyampaikan informasi satu sama lain. Selain untuk bertukar kabar, informasi yang disampaikan itu bisa sekaligus untuk menunjukkan keberadaan. Pada zaman batu, misalnya, manusia sudah menggunakan dinding-dinding gua untuk menyampaikan informasi tersebut. Ini barang kali yang bisa jadi rujukan sejarah awal mula majalah dinding dalam versi bahuela. 🙂

Lewat mading ala manusia zaman batu itu pula kita bisa mencatat bagaimana peradaban manusia pada saat itu. Kita bisa melihat bagaimana hubungan antara manusia dengan alam termasuk hewan dan tumbuhan, juga manusia dengan manusia itu sendiri. Kita bisa melihat kebudayaan manusia pada masa itu lewat lukisan di dinding gua itu. Begitulah, informasi itu sekaligus sebagai dokumentasi tentang kebudayaan mereka.

Continue reading “Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah”

Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita

Obrolan sebentar dengan Ayu, wartawan Kompas, hari ini mengingatkanku soal hal sudah berulang kali aku pikirkan, “Etiskah wartawan mengatur narasumber sesuai kemauan wartawan? Bagaimana sebenarnya etika jurnalisme TV?”

Pertanyaan itu muncul kembali setelah aku baca tulisan Ayu di Kompas hari ini tentang istri almarhum Anak Agung Prabangsa yang merasa terganggu oleh wartawan TV. Lalu siang tadi aku ngobrol sama Ayu dan Ervi, dua teman wartawan di Bali, tentang bagaimana perlakuan wartawan salah satu TV nasional pada istri almarhum Prabangsa.

Continue reading “Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita”

Sepuluh Negara Berbahaya untuk Blogger

Akhir April lalu, Committe to Protect Journalist (CPJ), lembaga independen yang bergerak di bidang kebebasan pers, menerbitkan laporan tentang sepuluh negara berbahaya bagi blogger. Sebatas yang aku tahu, ini pertama kalinya CPJ menerbitkan laporan negara berbahaya bagi blogger.

Biasanya tiap tahun lembaga yang berpusat di New York, Amerika Serikat ini hanya memberi laporan tentang jurnalis, bukan blogger. Tapi tahun ini ternyata berbeda. Aku lihat di website mereka, lembaga ini tak hanya membuat laporan tentang negara berbahaya bagi blogger. Mereka juga menulis banyak hal terkait dengan blogger.

Continue reading “Sepuluh Negara Berbahaya untuk Blogger”

Gubernur pun Pusingkan Bintang

Aaah, akhirnya ada juga pejabat yang mengkritik Bali Post secara terbuka soal banyaknya berita bintang di koran ini. Bukan sekadar pejabat, tapi orang terpenting di Bali saat ini, Gubernur Bali! Salut buat Pak Mangku Pastika..

Ini beritanya diambil dari Kompas Online Sabtu (25/4/2009) yang ditulis Ayu Sulistyowati. Salut juga buat Bu Ayu yang sudah mau nulis soal ini. Hehehe..

Continue reading “Gubernur pun Pusingkan Bintang”