Memantau Dewan Lewat Laman

Website DPR Minnesota

Untuk penulisan tentang indikator kinerja pemerintah daerah, aku terhubung dengan laman (website) Local Governance Support Program (LGSP). Program dari USAID, lembaga donor dari Amerika Serikat ini, bertujuan untuk mendukung pemerintah daerah agar lebih terbuka, demokratis, dan partisipatif. Dari website ini pula aku  memperoleh referensi menarik tentang bagaimana mengukur kinerja pemerintah daerah.

LGSP memberikan dua negara lain sebagai perbandingan untuk mengukur kinerja, Amerika Serikat dan India. Membandingkan AS, sang adidaya yang jadi acuan banyak negara dengan Indonesia mungkin terlalu jauh. Tapi tak ada salahnya berkaca dari sana. Salah satunya adalah tentang bagaimana website menjadi alat efektif untuk memantau kinerja lembaga negara, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Continue reading “Memantau Dewan Lewat Laman”

Disabled children cross right into borderless world

Anton Muhajir,  Contributor,  Badung  | Thu, 11/26/2009 1:29 PM  |  Surfing Bali

Twenty-three-year-old Luh Putu Eka Swandewi was excited as she read a message in her laptop screen. Staring at her laptop screen, she read the message from Yahoo!: “Congratulations, Eka.”

“Hooray.I made it!” she said while raising her hands. Some of her friends in the room gave her applause.

Continue reading “Disabled children cross right into borderless world”

Obama, Internet, dan Kebebasan

Tulisan menarik tentang internet dan kebebasan informasi di Kompas. Dikopas sebagai bagian dari penyebarluasan informasi dan dukungan pada Ninok Leksono, penulis artikel, salah satu wartawan Kompas yang tulisannya selalu membuatku harus membacanya sampai selesai..

Obama, Internet, dan Kebebasan

”Saya pendukung berat (pandangan) yang tidak membatasi penggunaan internet. Semakin kita terbuka, semakin mampu kita berkomunikasi, dan hal itu juga akan membuat dunia bersatu.” Presiden AS Barack Obama mengatakan itu di hadapan mahasiswa China di Museum Sains dan Teknologi, Shanghai, hari Senin (16/11).

Continue reading “Obama, Internet, dan Kebebasan”

Karena Keterbatasan Bukan Penghalang

Sabtu (14/11) ini adalah minggu ketiga kami, Bali Blogger Community (BBC), memberikan pelatihan komputer untuk difabel di Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (Yakkum) di Abiansemal, Badung. Buatku sendiri ini yang kedua kali karena minggu lalu aku tidak ikut.

Dari sekian kali pelatihan yang kami adakan, menurutku pelatihan kali ini memang paling mengesankan. Bisa jadi karena pesertanya adalah para difabel atau penyandang cacat.

Continue reading “Karena Keterbatasan Bukan Penghalang”

Kami yang Terus Bercerita dan Berbagi

Ini tentang orang-orang yang, setidaknya menurutku, punya dedikasi. Mmm, tentang mereka yang bersedia melintas batas-batas formalitas. Tak usah terlalu formal dengan sebuah ikatan. Semata kemauan bersama untuk berbagi dan bercerita.

Ini tentang teman-teman di Bali Blogger Community (BBC). Tentang teman-teman yang tak selalu menyenangkan, sebenarnya. Sebab kadang-kadang ada pula teman yang seperti hanya menunggu untuk bertepuk tangan ketika kami bisa menjebol gawang lawan. Tapi toh tepuk tangan pun tetap diperlukan dalam sebuah pertandingan.

Continue reading “Kami yang Terus Bercerita dan Berbagi”

Kekuatan Suara dari Ranah Maya

Hanya dalam waktu sembilan hari target satu juta pendukung itu telah tercapai. Lalu kata apa yang tepat selain, “luar biasa!”.

Pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 1 siang, pendukung Gerakan 1 Juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto itu telah mencapai 1,016,507 Facebookers alias pemilik akun Facebook. Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto adalah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditahan oleh Polri dengan tuduhan berubah-ubah.

Continue reading “Kekuatan Suara dari Ranah Maya”

Subak pun Dijual di Malaysia

Sebuah email datang di inbox kemarin sore. Pengirimnya Sugi Lanus, teman yang lebih banyak berdiskusi di dunia maya ketimbang bertemu muka. Isi emailnya: Subak sudah pindah ke Malaysia.

Sugi memberikan tautan ke website Restoran Subak di Malaysia. Alamat situs restoran itu pakai identitas Malaysia di belakangnya (com.my). Aku cek alamat tersebut. Walah, ternyata benar. Nama subak yang digunakan restoran tersebut memang mentah-mentah diambil dari Bali.

Continue reading “Subak pun Dijual di Malaysia”

Besok-besok, Kasi Tau ya..

Serius. Dari awalnya sebenarnya aku tidak tertarik memberikan Disclaimer atau Peringatan di blog ini. Aku merasa blog ini ya memang untuk tempat berbagi apa saja: pengetahuan, pengalaman, perasaan. Jadi aku merasa aneh kalau harus memperingatkan orang yang membaca tulisan di blog ini.

Tapi kasus dua buku yang mengambil tulisanku di blog tersebut ibarat lubang bagi keledai. Harus jadi pelajaran. Bahwa memang sebaiknya ada peringatan. Bukan untuk membatasi orang menggunakan informasi di dalam blog ini. Tapi untuk mengingatkan pada mereka yang suka mengomersialkan karya orang lain yang sebenarnya dibebaskan untuk siapa saja tanpa harus membelinya. Besok-besok kalau mau menjual karya orang lain itu mbok ya kasih tau dulu.

Continue reading “Besok-besok, Kasi Tau ya..”

Sudah Dikutip Tanpa Izin, Dikomersialkan Pula

Niat awal aku ke toko buku Gramedia Matahari Denpasar Selasa malam kemarin adalah untuk beli buku kuliner Solo terbitan majalah Intisari. Buku ini akan aku jadikan referensi penulisan kuliner Bali oleh majalah bulanan terbitan Jakarta tersebut. Sejak sebulan lalu, aku memang sedang membuat liputan untuk Intisari. Namun buku ini ternyata tidak ada.

Aku malah nemu beberapa buku tentang kuliner Bali di toko tersebut. Ada dua yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Peta Lengkap Kuliner di Bali karya Ketut Rosmandana. Buku terbitan Exspresi Yogyakarta ini menambah kata “Benar-benar Memuaskan” di sampulnya. Buku lainnya aku baca sekilas juga lalu aku taruh kembali di tempat semula.

Continue reading “Sudah Dikutip Tanpa Izin, Dikomersialkan Pula”