Kerja Paruh Waktu Itu Menyenangkan

Lumayan, nilai hasil evaluasi pekerjaanku antara baik atau sangat baik.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini pun aku ikut evaluasi staf tahunan di tempat kerja paruh waktu (part time). Materi evaluasi staf ini antara lain meliputi pencapaian, kompetensi, motivasi, dan rencana kerja tahun depan. Ada empat tingkatan, yaitu 1, 2, 3, dan 4. Setelah evaluasi selama sekitar 2 jam, pimpinan memberikan nilai antara 3-4. Artinya itu tadi, antara baik atau sangat baik.

Continue reading “Kerja Paruh Waktu Itu Menyenangkan”

Ambil Secukupnya atau Hilang Semua

Tukang sate itu memberikan jawaban tidak jelas. Padahal permintaanku sederhana.

Aku pesan sate ayam Rp 50.000. Terserah dia mau kasih berapa saja jumlahnya. Rencananya sate itu mau kami pakai buat acara buka puasa di rumah. Karena itu, aku minta agar sate itu sudah siap pukul 5 esok harinya.

Continue reading “Ambil Secukupnya atau Hilang Semua”

Mereka Sederhana Di Balik Gemerlapnya

Di balik nama besarnya, tiga personil SID punya cerita berbeda-beda. Jauh dari gemerlap musisi dengan jutaan penggemar.

Cerita berbeda itu aku dapatkan setelah membuat liputan tentang Superman is Dead (SID) untuk majalah Rolling Stone Indonesia. Sebelum liputan ini, aku mengenal SID dan tiga personilnya hanya dari sumber lain. Misalnya dari media massa atau teman mereka yang juga temanku.

Continue reading “Mereka Sederhana Di Balik Gemerlapnya”

Setengah Mati Mendorong Keterlibatan Warga

Minggu ini hari terakhir kelas menulis jurnalisme warga oleh Sloka Institute. Maka, berakhir pula kegiatan dua bulanan kami sepanjang tahun 2010 ini.

Kelas Menulis Jurnalisme Warga, kami biasa menyingkatnya Kamis, merupakan upaya kami untuk terus mengampanyekan jurnalisme warga di Bali. Kami berharap melalui kelas ini, warga akan tahu tentang jurnalisme warga. Setelah tahu, kami berharap mereka akan bersedia dan bisa menuliskan ceritanya ke balebengong.

Continue reading “Setengah Mati Mendorong Keterlibatan Warga”

Bersama Bani Pekan Ini

Sekadar update soal Bani, anak kami.

Jumat pekan lalu, Bani ikut Architecture for Kids di Popo Danes Architecture. Kegiatan hampir seharian ini diikuti anak-anak TK dan SD. Materinya soal membuat gambar, membangun rumah, dan seterusnya. Anak-anak tetangga kami turut serta. Meski belum TK, Bani dikasih izin untuk ikut serta.

Continue reading “Bersama Bani Pekan Ini”

Cermin Buruknya Pelayanan Publik

Pesawat Batavia

Akhir Oktober lalu, aku harusnya pergi ke Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk liputan tentang pelayanan publik terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Liputan tersebut untuk majalah ACCESS, yang diterbitkan Sloka Institute untuk media informasi program ACCESS Tahap II.

Namun dua hari menjelang keberangkatan, aku ditelpon perusahaan penerbangan Trans Nusa, satu dari dua maskapai yang melayani penerbangan ke Sumba. Si mbak menelpon bilang kalau penerbangan ke Sumba dibatalkan karena alasan operasional. Tidak jelas masalah operasional itu seperti apa.

Continue reading “Cermin Buruknya Pelayanan Publik”