Teman Lelaki Kecil Bernama Bani

8 , , , Permalink 0

Alarm belum berbunyi ketika Bani membangunkanku pagi itu.

Jam di Galaxy S masih pukul 04.50 Wita. Alarm di ponsel pintar ini aku atur berbunyi pada pukul 05.00. Namun, Bani sudah menggoyang-goyang tubuhku. “Ayah. Bangun. Sepakbolanya sudah mau main,” kata Bani sambil menarik selimutku.

Dengan mata masih berat aku bangun. Cuci muka. Ambil selimut lagi. Lalu duduk manis di ruang tamu bareng Bani. Di luar masih gelap pada dini hari yang dingin itu. Tapi, kami sudah siap menikmati pertandingan Barcelona lawan Real Madrid.

Selama sekitar dua jam kemudian, kami sama-sama bersemangat memberi dukungan pada Barcelona. Kami sama-sama pendukungnya. Hingga akhir pertandingan kemudian sih skor akhirnya 2-2 setelah Barcelona sempat menang 2-0 hingga akhir babak pertama.

Continue Reading…

Kerja Paruh Waktu Itu Menyenangkan

4 , , , Permalink 0

Lumayan, nilai hasil evaluasi pekerjaanku antara baik atau sangat baik.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini pun aku ikut evaluasi staf tahunan di tempat kerja paruh waktu (part time). Materi evaluasi staf ini antara lain meliputi pencapaian, kompetensi, motivasi, dan rencana kerja tahun depan. Ada empat tingkatan, yaitu 1, 2, 3, dan 4. Setelah evaluasi selama sekitar 2 jam, pimpinan memberikan nilai antara 3-4. Artinya itu tadi, antara baik atau sangat baik.

Continue Reading…

Ambil Secukupnya atau Hilang Semua

1 , Permalink 0

Tukang sate itu memberikan jawaban tidak jelas. Padahal permintaanku sederhana.

Aku pesan sate ayam Rp 50.000. Terserah dia mau kasih berapa saja jumlahnya. Rencananya sate itu mau kami pakai buat acara buka puasa di rumah. Karena itu, aku minta agar sate itu sudah siap pukul 5 esok harinya.

Continue Reading…