Sejumlah Catatan Setahun Berselang di 2013

0 , Permalink 0

Sunse Mencorek

Sekadar mencatat hal-hal penting selama 2013.

Meski tak punya resolusi pada tahun 2013, tetap saja menyenangkan karena ada beberapa hal yang tercapai juga sepanjang tahun ini. Urusan pekerjaan, keluarga, ide, ataupun hal-hal lain yang amat personal.

Kesehatan
Ini bagian pertama karena memang begitulah niat besar di awal tahun, hidup lebih sehat. Niat ini setelah akhir tahun lalu aku general check up dan dokter kemudian merekomendasikan beberapa hal. Misalnya, mengurangi makanan berlemak, perbanyak makan sayur, rajin olah raga, dan seterusnya.

Ternyata bisa juga. Sepanjang 2013 aku makin mengurangi gorengan, krupuk, dan semacamnya. Sate dan gulai kambing yang dulunya nyaris tiap bulan, kini hanya sesekali. Makanan-makanan nikmat tapi keparat semacam jeroan, krupuk mlinjo, dan semacamnya nyaris tak pernah.

Olah raga juga mulai terjadwal. Kalau pas rajin bisa tiap pagi atau sore meski cuma relaksasi. Kalau pas malas setidaknya main bulu tangkis sama istri atau lari dan cuci mata di Taman Kota Denpasar pada Minggu pagi bareng keluarga.

Aku sih setidaknya merasa jadi jarang sakit. Badan lebih segar. Cuma tidak tahu apakah hanya perasaan atau memang demikian. Hehehe..

Pekerjaan
Tanpa rencana sama sekali, ternyata sejak September lalu aku malah bekerja penuh waktu (full time) di VECO Indonesia. Sebelumnya, sejak 2007 aku cuma paruh waktu, tiga hari seminggu, kerja di lembaga donor untuk pertanian berkelanjutan ini.

Keputusan itu muncul setelah aku diminta. Aku menawar agar dikasih empat hari kerja, bukan lima hari, ternyata tidak diterima. Yowis. Coba saja dulu, kerja lima hari seminggu.

Maka, sejak September lalu, aku pun jadi staf yang baik. Datang ke kantor pukul 8 pagi, pulang 5 sore. Kerjaannya tetap mengurus publikasi seperti membuat laporan, menerbitkan newsletter berkala, mengelola website dan media sosial, mendokumentasikan kegiatan, dan seterusnya.

Ternyata enak juga. Semua target pekerjaan pun selesai pada waktunya. Maka, akhir tahun ini aku bisa cuti panjang pergantian tahun dengan tenang.

Menulis
Meskipun kerja penuh waktu, ternyata tahun ini aku lumayan produktif menulis. Setidaknya merasa begitu. Hehehe..

Selain tetap rajin nulis topik ringan, jalan-jalan dan makanan, buat Bali Daily The Jakarta Post, ternyata tahun ini bisa nulis ke beberapa media lain seperti Forbes (ya, ini majalah orang-orang kaya itu) dan Jakarta Globe.

Nulis di Forbes karena memang ditawarin. Terus pemrednya juga bule baik hati yang rajin memberikan ide dan bimbingan plus suka ngajak ketemu kalau di ke Bali. Adapun di Jakarta Globe karena ada peluang, kirim usulan, dan diterima. Jadilah sampai sekarang sesekali kirim artikel ke mereka.

Cuma, sayangnya, tema tulisan masih hal-hal ringan. Misalnya, gaya hidup, jalan-jalan, kerajinan, dan semacamnya. Mau gimana lagi. Cuma tema-tema itu yang bisa digarap dalam waktu singkat dan dibuat sambil macul di tempat lain.

Riset
Rencana sejak tahun 2012 lalu ini ternyata terwujud juga, riset tentang telepon seluler di Indonesia. Aku diajak sebagai bagian dari tim riset Australian National University (ANU) yang meneliti tentang Indonesian Mobile.

Dua peneliti utama dalam riset ini adalah Emma Baulch dan Jerry Watkins. Aku di Bali jadi peneliti untuk studi kasus di komunitas fans band dan orang dengan HIV/AIDS maupun pengguna narkotika suntik. Tugasnya observasi, wawancara, memandu diskusi, dan mengamati penggunaan media sosial.

Pekerjaan bagianku ini sekitar enam bulan. Pertengahan Desember lalu kami menyelesaikan diskusi terfokus di Makassar setelah September di Denpasar.

Banyak hal menarik bisa jadi pelajaran dari riset ini. Bagian terpenting bagiku, meskipun doktor tidak harus galak dan keminter. Dua peneliti dari Australia ini asyik. Intelek tapi santai. Beda sama sebagian besar intelektual di negeri ini.

Ngamen
Atas nama kesenangan, ngamen tetap harus dilanjutkan meskipun pekerjaan sudah penuh waktu. Beberapa pekerjaan lepas ini tetap asyik. Memelihara jaringan sekalian nambah pendapatan. Hihihi..

Jadi fasilitator pelatihan atau pembicara terkait jurnalisme ataupun media sosial masih dilanjutkan. Misalnya bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi, Engage Media, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, ataupun yang lain.

Di luar itu juga menyelesaikan penyuntingan buku God Do You Speak English? yang diterbitkan Rene Book dan Volutary Service Organisation (VSO) Indonesia. Ngamen lainnya adalah jadi reviewer produk-produk publikasi dari Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme ACCESS, program AusAid. Ada sekitar 10 produk buku, poster, atau materi lain yang aku review hingga akhir tahun ini.

Jalan-jalan
Ini bagian terakhir. Perlu dicatat biar tetap bisa melakukan tiap tahun. Hehehe..

Bersama keluarga, kami merayakan ulang tahun pertama Satori di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kebetulan banget pas libur Nyepi dan ada pekerjaan di Boyolali. Jadilah kami menyempatkan diri ke candi keren itu sambil bernyanyi ulang tahun untuk Satori.

Ketika libur pertengahan tahun, kami ke kampung halaman di Lamongan karena sekalian besuk ibu yang sakit.

Selebihnya, kami lebih banyak jalan-jalan di Bali saja, mencoba hal-hal baru. Misalnya tiga hari keliling (sebagian) Bali, menyusuri Bali barat, menjelajah Bali selatan, dan seterusnya. Ternyata masih banyak yang belum kami jelajahi.

Sayangnya sih tahun ini belum ada jalan-jalan ke negeri seberang. Lamaran beasiswa atau pelatihan juga belum ada yang tembus. Jadilah ini kegagalan yang terus berulang tiap tahun. Hiks..

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *