Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah

Fire-Hydrant

Miris melihat campur aduk antara fakta dan fitnah bertebaran saat ini.

Semua bertebaran di dunia maya. Di Twitter, di Facebook, di website, atau bahkan layanan pesan pendek seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM), fitnah itu berseliweran.

Continue reading “Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah”

Kekayaan Kakao di Pegunungan Tinombo

Jalan setapak itu menukik tajam. Di kanan kirinya, jurang menganga.

Kedalaman jurang itu sekitar 30 meter. Bisa jadi lebih. Aku hanya mengira-ngira melihat kedalamannya. Mereka seolah siap memakan siapa saja yang masuk ke dalamnya. Aku salah satunya.

Continue reading “Kekayaan Kakao di Pegunungan Tinombo”

Mengapresiasi Upaya Menuju Pemerintahan Terbuka

CSO Day

Ini cerita agak basi tapi masih perlu dituliskan lagi.

Tentang upaya Indonesia untuk membangun pemerintah yang lebih terbuka (open government). Begitu pula dalam diskusi Konferensi Open Government Partnership (OGP) di Bali selama empat hari ini. Continue reading “Mengapresiasi Upaya Menuju Pemerintahan Terbuka”

Toleransi Dimulai dari Keluarga Sendiri

toleransi agama bali

Menyenangkan sekali obrolan Minggu pagi di group WhatsApp keluarga kami.

Topik obrolan hangat kami dua hari lalu adalah tentang agama, religiositas, dan semacamnya. Tema itu tidak ditentukan tapi muncul begitu saja setelah ada yang curhat tentang orang-orang yang kabur tanpa mencuci piring atau bantu bersih-bersih setelah ikut pengajian. Continue reading “Toleransi Dimulai dari Keluarga Sendiri”

Jejak Lingkungan Perusahaan Raksasa Digital

Cleen Energy

Hidup manusia kini makin bergantung pada internet.

Dari urusan sepele, misalnya curhat di media sosial atau mendengarkan musik, sampai hal amat penting, seperti jual beli barang atau urusan pekerjaan.

Continue reading “Jejak Lingkungan Perusahaan Raksasa Digital”

Menggagas Solidaritas Korban UU ITE

“Saya merasa sendirian ketika itu. Tidak ada teman sama sekali,” kata Prita Mulyasari.

Sabtu lalu, Prita bercerita kepada kami di Jakarta. Selama sekitar 4 jam, diselingi rehat makan siang, ibu tiga anak yang pernah masuk penjara gara-gara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini membagi kembali pengalamannya. Continue reading “Menggagas Solidaritas Korban UU ITE”