Surat Cinta, eh, Protes dari Bani

Sepucuk surat protes menyambutku begitu sampai rumah.

Bani memberikan surat itu begitu aku membuka pintu rumah sekitar pukul 8.30 malam pas baru pulang kerja. Hari ini tak hanya jam kerja seperti biasa, pukul 8 pagi sampai 5 sore, aku juga ada wawancara untuk riset soal jurnalisme warga di Bali.

Semula, narasumber dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) Bali tersebut bilang bisa wawancara pukul 4.30 Wita. Eh, ndilalah ternyata dia molor sampai sekitar pukul 6 petang baru bisa. Apa boleh buat. Daripada batal.

Continue reading “Surat Cinta, eh, Protes dari Bani”

Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan

Bahkan sebagian iklan pun menganggap perempuan sebagai pelayan.

Perhatian terhadap iklan yang bias gender dengan menempatkan perempuan sebagai pelayan ini makin aku perhatikan akhir-akhir ini. Sambil duduk memangku anak kedua kami, Satori Nawalapatra, aku biasa nonton iklan tersebut di televisi.

Continue reading “Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan”

Pergantian Setelah Lima Tahun Perjalanan

Puncak tumpeng menandai penyerahan tongkat estafet di Sloka Institute.

Aku memotongnya setelah memberikan basa-basi tentang lembaga ini. Potongan tumpeng ulang tahun itu kemudian aku serahkan pada Gus Tulank. Puncak tumpeng ini hanya simbol. Di baliknya adalah tanggung jawab untuk membawa Sloka.

Begitulah. Perayaan ultah Sloka kelima kemarin adalah perayaan kami yang pertama. Kami belum pernah merayakan ultah sama sekali sebelumnya. Kali ini agak istimewa karena selain perayaan ultah kelima juga sekaligus pergantian direktur.

Continue reading “Pergantian Setelah Lima Tahun Perjalanan”

Lima Tahun Mengelola Sloka Institute

Kami memulainya lima tahun lalu hanya bermodal iri.

Ketika di kota-kota lain ada lembaga di bidang media, kenapa di Bali tidak ada. Di Jakarta ada Institut Studi Arus Informasi (ISAI) dan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP). Di Yogyakarta ada Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y). Di Makassar ada Lembaga Studi Informasi dan Media Massa (Elsim), dan seterusnya.

Continue reading “Lima Tahun Mengelola Sloka Institute”

Maka, Anak Kami pun Lahir dalam Air

Mendadak jantungku berdegup lebih kencang karena takut.

Ketakutan berlebihan itu justru datang ketika dokter bilang bayi kami sudah sepertiga keluar. Aku tak tahu persis apa maksud sepertiga ini. Tapi, aku bayangkan bayi kami sudah keluar kepalanya sementara dua pertiga badannya masih dalam rahim.

Continue reading “Maka, Anak Kami pun Lahir dalam Air”

Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya

Setahun kemudian, niat bikin riset (semoga) terwujud.

Lima hari pada 27 Februari hingga 2 Maret kemarin aku akhirnya ikut belajar membuat riset, khususnya tentang media. Materi pelatihan tak hanya riset tapi juga globalisasi, media, hak asasi manusia, dan seterusnya.

Continue reading “Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya”

Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan

Ini pengalaman pertama ikut live in dalam rangka pelatihan riset.

Kalau tinggal bersama (live in), dalam bentuk berbeda sih sudah biasa. Misalnya pas di Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pengabdian pada masyarakat saat mahasiswa. Nah, kalau live in untuk keperluan pelatihan riset ya ini pertama kalinya.

Continue reading “Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan”