Mengkhawatirkan Masa Depan Lingkungan Bali

Bali Waste
Taksu Bali Sampai Kapan. Kartun oleh Gus Dark.

Apa yang kalian bayangkan tentang masa depan pulau kalian?

Coba ajukan pertanyaan itu ke beberapa anak muda (di) Bali, terutama daerah selatan. Bisa jadi, jawaban mereka akan senada: masa depan pulau ini mengkhawatirkan.

Continue reading “Mengkhawatirkan Masa Depan Lingkungan Bali”

Generasi Baru Demonstran di Bali

Merinding melihat jumlah peserta aksi massa hari ini.

Lebih dari seribu orang itu berbaris rapi. Tangan kiri mengepal. Berteriak menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Tangan kanan menggenggam ponsel. Mereka aktif memperbarui (update) informasi di media sosial. Continue reading “Generasi Baru Demonstran di Bali”

Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah

Fire-Hydrant

Miris melihat campur aduk antara fakta dan fitnah bertebaran saat ini.

Semua bertebaran di dunia maya. Di Twitter, di Facebook, di website, atau bahkan layanan pesan pendek seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM), fitnah itu berseliweran.

Continue reading “Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah”

Karena WhatsApp Group Serupa Warung Kopi

whatsapp-logos-1024x795

Tidak tahu juga kenapa tulisan sebelumnya bisa nyaplir.

Ketika membuat tulisan Mempersingkat Percakapan, Memperpendek Ingatan, aku sebenarnya mau membandingkan antara obrolan di Instant Messenger (IM) dengan diskusi di mailing list (milis). Continue reading “Karena WhatsApp Group Serupa Warung Kopi”

Ketika Bali Diserbu Sampah Plastik

jaring-sungai02Beberapa media internasional kembali menyoroti serbuan sampah di pantai-pantai Bali.

Huffington Post, misalnya, tiga hari lalu menulis dengan judul provokatif, “Why You Should Take Bali Off Your Bucket List”. Larissa dan Michael Milne, penulis perjalanan dan warga nomaden global, menulis kekecewaan mereka terhadap kondisi lingkungan Bali saat ini.

Continue reading “Ketika Bali Diserbu Sampah Plastik”