Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..

Tak terasa, pendaftaran lomba blog remaja akan segera ditutup. Jadi, silakan segera daftarkan diri sebelum 12 September ini kalau Anda belum mendaftar. Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk membuat artikel yang ciamik dan nyambung dengan dunia remaja.

Temanya gampang dibahas, kok. Soal kesehatan reproduksi dan dan seksualitas remaja, Narkoba, HIV dan AIDS, lingkungan, maupun kemanusiaan. Buat tulisannya jangan serius-serius. Yang santai saja. Biar nanti enak bacanya. Kalau asik dan dapat juara pertama, lumayan bisa dapat duit Rp 1,5 juta. Atau Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

Continue reading “Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..”

Mengunjungi Petani Kopi di Kintamani

Dari tiga tempat lain yang dikunjungi peserta partner meeting VECO Indonesia Selasa ini, aku pilih ke petani kopi di Kintamani. Sebab dua tempat lain, pengolahan kakao di Selemadeg Tabanan dan petani sayur di Pancasari Bedugul, aku sudah pernah kunjungi. Dan, menurutku, perjalanan ini memang sangat menarik.

Kunjungan lapangan ke tiga tempat ini merupakan bagian dari agenda partner meeting VECO Indonesia, tempat di mana aku kerja paruh waktu. Pertemuan mitra tahunan ini diadakan di Lovina antara 24-28 Agustus ini. Pada hari ketiga pertemuan, sekitar 90 peserta itu dibagi jadi tiga kelompok untuk berkunjung ke tiga lokasi. Aku pilih yang ke Kintamani karena aku belum pernah ke sini.

Continue reading “Mengunjungi Petani Kopi di Kintamani”

Pilih Kedaulatan Pangan atau Rantai Pertanian Berkelanjutan?

Ini diskusi paling hangat di pertemuan tahunan mitra VECO Indonesia hari ini. Lembaga di mana aku kerja part time ini sedang menggelar pertemuan tahunan. Sekitar 90 orang dari mitra-mitra di Flores, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Bali ini berkumpul di Hotel Sunari Lovina Buleleng.

Pertemuan tahunan ini dimulai tadi pagi. Namun peserta sudah sampai di hotel sejak kemarin sore. Semalam kami sudah berkenalan satu sama lain. Latar belakang sebagian besar peserta adalah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) pendamping petani. Hanya sedikit organisasi petani atau malah petani itu sendiri. VECO Indonesia, tempat di mana aku kerja part time memang lebih banyak berhubungan dengan LSM pendamping petani dibanding dengan petani langsung.

Continue reading “Pilih Kedaulatan Pangan atau Rantai Pertanian Berkelanjutan?”

Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam

Sekitar sepuluh hari lalu aku tertawa dalam hati ketika melihat tayangan TV One soal ikan blodog. Dalam acara 1001 Dunia itu disebut bahwa ikan bernama bahasa Inggris mudskipper itu merupakan salah satu ikan langka di dunia. Sebab blodog hidupnya lebih banyak di darat. Berbeda dengan ikan lain yang hidupnya di dalam air.

Menurut acara yang dipandu Nugie itu, ikan bernama latin Periophthalmus modestus ini adanya di Nikaragua dan satu negara lagi yang aku lupa namanya. Kalimat inilah yang bikin aku ketawa sendiri.

Continue reading “Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam”

Photos reveal strength, optimism

The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 05/26/2006 1:25 PM | Life

I Wayan Juniartha, The Jakarta Post, Denpasar, Bali

Anybody could sense the tristesse in his faltering voice. Yet, along with the anguish there was also a trace of hard-nosed realism to his words. Robbie Baria, a young photographer, both lamented and rejoiced at the weeks he had spent with a poor, HIV-infected housewife at Pemuteran, a coastal village in northern Bali.

“”The entire experience has deeply affected my life. It put me in face-to-face contact with the harsh reality of poverty and suffering. On the other hand, it also introduced me to an individual, who, above all else, refused to give in to one of the world’s brutal tragedies,”” he said.

Continue reading “Photos reveal strength, optimism”

Dari CGI untuk Aceh dan Bali

Dalam pertemuan yang tertutup untuk wartawan di Jakarta Room Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, kemarin isu yang dibahas tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Indternational NGO Forum on Indonesia Development (INFID) Binny Buchory, belum ada upaya untuk melihat bagaimana Indonesia bisa mendorong adanya perubahan sikap terhadap utang. Binny yang hadir sebagai observer bersama delapan aktivis NGO lainnya itu mengatakan pembicaraan masih seputar bagaimana meningkatkan investasi, devisit anggaran. “Sedangkan kebijakan-kebijakan macropolicy, program penjualan aset-aset, dan pencabutan subsidi malah tidak dibahas,” kata Binny.

Kepala Bappenas Kwik Kian Gie pun mengatakan hal-hal yang sudah jelas tidak terlalu berguna. “Kalau hanya ngomong tentang konsep pembangunan, Indonesia sudah memiliki banyak orang pinter. Kita tidak perlu CGI untuk itu,” tegas Kwik.

Continue reading “Dari CGI untuk Aceh dan Bali”