Revolusi Hijau, Menjerat Petani dengan Racun

Petani Bali

Upaya mengusir hama wereng di sawahnya justru mendatangkan kematian bagi Wayan Jojol, petani di Banjar Wang Bung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Petani palawija dan padi ini jatuh pingsan setelah menyemprot hama wereng di lahannya dengan pestisida. Ketika petani lain hendak menolongnya, Jojol sudah meninggal.

“Kami menggotongnya dari sawah sudah dalam kondisi meninggal. Tidak jelas penyebabnya. Tapi kemungkinan besar dia keracunan karena pestisida,” Ketut Rena, petani di banjar yang sama, mengenang kematian Jojol yang terjadi pada pertengahan 1985 tersebut.

Continue reading “Revolusi Hijau, Menjerat Petani dengan Racun”

Bias Kelas dalam Ketidakadilan Iklim

Tulisan terpanjangku sampai saat ini. Aku tulis atas permintaan Jurnal WACANA, salah satu jurnal yang -menurutku- terbaik di Indonesia terutama di kalangan aktivis. Sayang, akhirnya batal dimuat karena kurangnya tulisan untuk jurnal bergengsi terbitan Insist Press tersebut.

Baru minggu ini aku dapat pemberitahuannya. Jurnal WACANA edis climate change tidak jadi terbit sampai bulan ini. Yah, gimana lagi. Daripada hanya nongkrong di komputer, aku taruh tulisanku di blog saja. Ini lengkapnya..

Continue reading “Bias Kelas dalam Ketidakadilan Iklim”

Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan

Sampai hampir pukul 7.30 Wita, mobil pick up yang kami pesan tak juga datang menjemput ke rumah. Padahal semalam sebelumnya kami sudah bilang ke pemilik pick up, tetangga kami di jalan Subak Dalem di pinggiran Denpasar Utara, untuk datang menjemput pukul 7 pagi.

Kami harus berangkat awal karena harus mengambil papan petunjuk jalan yang akan dibawa ke Nusa Lembongan juga jemput bapak ibu yang akan ikut ke sana untuk sembahyang sekalian jalan-jalan. Apalagi Bunda juga harus beli tiket untuk teman-teman yang akan ikut ke pulau seberang tersebut. Jadi harus berangkat lebih awal.

Continue reading “Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan”

Bali group promotes Silent Day in Poland

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar | Fri, 12/05/2008 11:30 AM | The Archipelago

The Bali Collaboration for Climate Change (BCCC) is promoting the idea of World Silent Day to delegates at the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), currently being held in Poznan, Poland.

Two members of the campaign team — Agung Wardana and Hira Jhamtani — left earlier in the week to join the UNFCCC’s two-week summit meeting.

Continue reading “Bali group promotes Silent Day in Poland”

Locals divided on golf resort plan

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Sat, 10/04/2008 11:34 AM | Bali

Bias Putih is a 300 meter-long strip of white sandy beach flanked by two lush hills in Bugbug village, Karangasem, some two and a half hours drive east of the island’s capital Denpasar.

Its scenic beauty and unspoiled shoreline have drawn an increasing number of visitors, foreign as well as domestic, in the last couple of years.

“Many foreign visitors praised the beach for its deep, crystal blue water,” a local I Gusti Ngurah Cakra said.

Continue reading “Locals divided on golf resort plan”

Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..

Tak terasa, pendaftaran lomba blog remaja akan segera ditutup. Jadi, silakan segera daftarkan diri sebelum 12 September ini kalau Anda belum mendaftar. Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk membuat artikel yang ciamik dan nyambung dengan dunia remaja.

Temanya gampang dibahas, kok. Soal kesehatan reproduksi dan dan seksualitas remaja, Narkoba, HIV dan AIDS, lingkungan, maupun kemanusiaan. Buat tulisannya jangan serius-serius. Yang santai saja. Biar nanti enak bacanya. Kalau asik dan dapat juara pertama, lumayan bisa dapat duit Rp 1,5 juta. Atau Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

Continue reading “Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..”

Sambil Menyelam Memulung Besi

Catatan: tulisan ini adalah sebagian tulisan yang dibuat untuk jurnal WACANA Insist.

Di usianya yang makin renta, Ammung, 59 tahun, harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih berisiko dibanding sebelumnya. Sejak tiga bulan lalu, nelayan di Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali itu mulai menyelam untuk mencari besi-besi tua di sekitar Serangan. “Mau bagaimana lagi. Keluarga saya tetap butuh makan,” katanya sore pertengahan April lalu di pantai timur Serangan.

Ammung, nelayan dengan pendapatan rata-rata Rp 15.000 per hari, sebelumnya hanya mencari ikan untuk dimakan sendiri dan dijual. Menggunakan pancing atau jala, dia biasa berangkat dari rumahnya di Kampung Bugis, Serangan sekitar pukul 7 pagi dan pulang pukul 5 sore. Stiap hari, Ammo bisa mendapat sekitar 25 kg ikan seperti meong-meong dan tawah.

Continue reading “Sambil Menyelam Memulung Besi”

Kampanye Nyepi Melalui Dunia Maya

Hiruk pikuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Perubahan Iklim sudah berlalu pertengahan Desember lalu. Selain jadi tuan rumah yang baik, keberhasilan Bali lainnya di konferensi yang diikuti sekitar 10 ribu peserta dari 189 negara itu adalah masuknya kampanye World Silent Day sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi penyebab perubahan iklim.

Pertanyaannya kemudian, setelah UNFCCC lalu apa? Bagaimana meneruskan kampanye World Silent Day, yang bersumber dari pelaksanaan Nyepi di Bali, pada tingkat lebih global?

Continue reading “Kampanye Nyepi Melalui Dunia Maya”