Artikel keren di Kompas soal teori jaringan sosial. Aku ambil mentah-mentah dari website Fisikanet.
—
Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu
Roby Muhamad (Columbia University)
HAL yang menarik dari ilmu jaringan adalah ia mempelajari hal-hal yang terjadi di seputar kita. Bagaimana krisis moneter 1997 dapat menyebar hampir ke seluruh Asia? Bagaimana gerakan mahasiswa 1998 berhasil menumbangkan pemerintahan, tetapi gagal di waktu lain? Bagaimana perselisihan antardua orang dapat bereskalasi menjadi sebuah konflik regional? Bagaimana penyakit menular menyebar menjadi epidemik? Bagaimana ide atau tren budaya menyebar?
MESKIPUN pertanyaan- pertanyaan di atas tampak berbeda-beda, sebenarnya itu semua adalah variasi dari satu pertanyaan: bagaimana perilaku individu berkumpul (aggregate) menjadi perilaku kolektif? Masalah ini kita sebut sebagai masalah agregasi yang merupakan salah satu masalah paling besar dan mendasar dalam seluruh ilmu. Sebagai contoh, otak manusia bisa dikatakan hanya sebagai kumpulan miliaran sel saraf yang saling terhubungkan membentuk jaringan elektrokimia. Tapi bagi kita yang memilikinya tentu otak lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran, ingatan, kepribadian yang tidak bisa dijelaskan jika kita menganggap otak hanya sebagai kumpulan sel saraf.
Continue reading “Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu”