Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis

Ternyata, netizen Bali itu muda dan berbeda.

Demikian salah satu hasil penting dari survei daring (online) yang kami adakan lewat Sloka Institute selama sebulan lalu. Sebagian hasil survei sudah bisa ditebak. Namun, sebagian lainnya justru mengejutkan. Dan, menyenangkan.

Survei daring tersebut kami adakan pada 21 Mei – 20 Juni 2012. Ada 401 responden mengisi survei untuk pengguna internet (netizen) di Bali maupun orang Bali yang tinggal di luar Bali tersebut.

Continue reading “Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis”

Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan

Ini pengalaman pertama ikut live in dalam rangka pelatihan riset.

Kalau tinggal bersama (live in), dalam bentuk berbeda sih sudah biasa. Misalnya pas di Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pengabdian pada masyarakat saat mahasiswa. Nah, kalau live in untuk keperluan pelatihan riset ya ini pertama kalinya.

Continue reading “Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan”

Merasakan Beban Ganda Anak-anak ODHA

Rasanya pengen nangis lihat anak-anak itu.

Sebenarnya, mereka biasanya ceria. Setidaknya begitu kata teman-teman yang menemaniku liputan hari ini. Namun, pas aku ke sana, ternyata dua anak ini lagi sakit.

Anak pertama, sebut saja Putu Bagus, berusia 7 tahun. Bapaknya sudah meninggal. Murid  kelas I ini tinggal dengan ibu dan kakek neneknya di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, sekitar 65 km utara Denpasar.

Dia baru pulang sekolah ketika aku dan kawan-kawan Yakeba tiba di rumahnya. Dia terlihat tanpa gairah. Tatapan matanya kosong. Wajahnya tanpa senyum sama sekali. Suhu tubuhnya lebih panas ketika aku meraba dahinya.

Continue reading “Merasakan Beban Ganda Anak-anak ODHA”

Mengumpulkan Catatan Berserak Musik Bali

“Saya tak akan merunduk-runduk sejak awal minta maaf bahwa kumpulan tulisan ini masih jauh dari sempurna,” tulis Rudolf Dethu.

Dethu menulis kalimat tersebut pada paragraf terakhir buku Blantika Linimasa, Kaleidoskop Musik non-Tradisi Bali. Seperti biasa, teman di Bali Creative Community (BCC) ini memang suka njeplak dan sarkas.

Continue reading “Mengumpulkan Catatan Berserak Musik Bali”

Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.

Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.

Continue reading “Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit”

Mimpi Nyamannya Transportasi Publik Bali

Ini hanya mimpi bagaimana transportasi publik di Bali ke depan.

Modalnya bukan hitung-hitungan matematis bin akademis tapi cuma pengalaman pernah menikmati nyamannya transportasi publik di Eropa. Kalau di Eropa bisa, rasanya bukan hil mustahal untuk diterapkan di sini. Seperti slogannya Pak Beye, bersama kita bisa! Hehe..

Continue reading “Mimpi Nyamannya Transportasi Publik Bali”

Meriahnya Kreativitas Anak Muda Bali

Kalian pikir Bali cuma punya pelukis, penari, perajin, dan semacamnya. Ah, jadul amat.

Bali punya bejibun anak-anak muda kreatif. Oh ya, tak hanya kreatif tapi juga gila dengan ide-ide baru. Itu setidaknya tergambar pada Pecha Kucha Night (PKN) di Bali Creative Festival (BCF) Sabtu malam lalu.

Continue reading “Meriahnya Kreativitas Anak Muda Bali”

Kelas Beranda offers an alternative learning place

While sitting on the floor, Wayan Samah wrote about education in Bali in his notebook.

“The cost of education in Bali is too expensive for us. Therefore, we can’t get a formal school education,” he writes.

Continue reading “Kelas Beranda offers an alternative learning place”

Lomba Jurnalistik Kompas untuk Mahasiswa

Hadiahnya menarik. Selain duit juga kesempatan ikut kursus jurnalistik.

Harian Kompas mengadakan Lomba Jurnalistik untuk mahasiswa se-Bali. Kegiatan ini bertema “Mungkinkah Bali jadi Pulau Hijau”. Lomba terbagi jadi dua, yaitu tulisan feature dan foto jurnalistik. Akan ada pemenang di masing-masing kategori dengan hadiah Rp 3 juta untuk juara I, Rp 2 juta untuk juara II, dan Rp 1 juta untuk juara I.

Continue reading “Lomba Jurnalistik Kompas untuk Mahasiswa”

Maksiat itu di Pikiranmu, Sobat

“mikir-mikir lagi kalau mau ke #bali. terlalu banyak mudharatnya.”

Begitu kicauan (tweet) salah seorang pengguna twitter di akunnya sekitar tiga hari lalu. Aku menemukannya di antara ratusan kicauan dengan hash tag #bali. Kicauan itu langsung menggelitik pikiranku soal ironi turis domestik di Bali.

Continue reading “Maksiat itu di Pikiranmu, Sobat”