Bukan. Ini bukan gajah binatang besar itu. Bukan pula judul album barunya Tulus.
Ini hanya perumpamaan. Gajah itu mewakili media-media besar di Bali seperti Bali Post, Radar Bali, NusaBali, dan seterusnya. Adapun semut untuk media-media komunitas.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Bukan. Ini bukan gajah binatang besar itu. Bukan pula judul album barunya Tulus.
Ini hanya perumpamaan. Gajah itu mewakili media-media besar di Bali seperti Bali Post, Radar Bali, NusaBali, dan seterusnya. Adapun semut untuk media-media komunitas.

Nama Parigi Moutong sudah tidak terlalu asing di telinga.
Kabupaten di Sulawesi Tengah ini sudah sering saya dengar sejak tinggal di Bali. Dia jadi pilihan favorit para transmigran Bali di Sulawesi.
Cuma mau mencatat siapa saja pilihanku hari ini dan kenapa.
Memang sih tidak ada yang sempurna, termasuk para caleg. Jadi ya, begitulah kemudian aku pun ikut memilih pada pemilu legislatif hari ini. Sederhana saja sih, karena aku masih percaya pemilu bisa menjadi jalan terbaik. Continue reading “Alasan Kenapa Mereka Layak Dipilih”
Penetapan Jokowi sebagai calon presiden disambut gegap gempita.
Tak hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyambut positif dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 3,23 persen, media sosial pun menyambut penuh euforia. Joko Widodo, kader PDIP yang juga Gubernur DKI Jakarta, resmi ditetapkan PDIP sebagai calon presiden. Continue reading “Mengukur Efek Jokowi di Bali”
Beberapa media internasional kembali menyoroti serbuan sampah di pantai-pantai Bali.
Huffington Post, misalnya, tiga hari lalu menulis dengan judul provokatif, “Why You Should Take Bali Off Your Bucket List”. Larissa dan Michael Milne, penulis perjalanan dan warga nomaden global, menulis kekecewaan mereka terhadap kondisi lingkungan Bali saat ini.
Tulisan ini memang bentuk terima kasih untuk layanan mereka.
Gara-garanya, Minggu kemarin Ertiga tiba-tiba mogok pas mau dihidupin. Padahal, lokasinya di Nusa Dua, tepatnya di dalam kawasan Bali Tourism Development Centre (BTDC). Sore, sekitar pukul 4 Wita, itu kami hendak pulang setelah jalan-jalan di Serangan dan Nusa Dua.
Tak ada lagi sawah yang bisa kami nikmati.
Biasanya, tiap musim hujan begini, sawah-sawah di sisi jalan Kerta Dalem, Sidakarya, Denpasar Selatan itu akan terlihat indah. Sawah-sawah terisi air, ada petani membajak dengan traktornya, sementara sesekali Gunung Agung akan terlihat di timur laut sana.
Ini tumben sampai ada pelatihan seminggu berturut-turut.
Sabtu – Minggu lalu pelatihannya di Yayasan Pusat Pemberdayaan Disabilitas (Puspadi) Bali. Pelatihan dua hari tersebut adalah kegiatan rutin Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute.