Pilihan Menikmati Liburan Keluarga di Thailand

0 , , Permalink 0

 

Liburan keluarga tahun ini kami ke Thailand.

Selama enam hari, termasuk dua hari perjalanan pergi pulang Bali – Bangkok, kami menikmati sebagian tempat asyik di Negeri Gajah pada 8-14 Desember kemarin.

Secara umum, liburan ini terasa lebih rapi perjalanannya. Hampir semua sesuai rencana. Hampir tak ada spontanitas.

Maklumlah. Ini perjalanan keluarga, sama anak-anak yang masih SD dan TK, jadi harus lebih pasti. Biar nanti tidak malah ribut dan acak adut merencananakan tujuan pas sampai di lokasi.

Persiapan kami sudah sekitar dua bulan sebelumnya mulai dari beli tiket, tempat menginap, sampai lokasi-lokasi kunjungan. Hasilnya? Menyenangkan.

Untuk pesawat ke Bangkok, kami pilih Thai Airways. Harga tiket Bali – Bangkok untuk empat orang, termasuk dua anak, total sekitar Rp 11,6 juta. Memang sih lebih mahal daripada tiket lain, seperti Air Asia, tapi jelas lebih nyaman.

Pilihan terbang dengan Thai Airways juga karena perginya sama anak-anak dan waktu penerbangan lumayan lama, sekitar empat jam. Biar mereka lebih senang karena bisa menikmati layanan hiburan selama penerbangan. Kasian juga kalau cengok selama empat jam penerbangan.

Khawatir niat liburan malah jadi geruntelan sepanjang jalan.

Untuk transportasi selama di Bangkok, kami pilih tiga moda utama: tuk tuk yang legendaris, kereta cepat dalam kota, dan taksi.

Tuk tuk asyik karena dia kendaraan tradisional dan khas Thailand. Dia cocok untuk jarak dekat. Karena bak belakangnya tanpa dinding, jadi kami bisa jelalatan menikmati kota selama naik tuktuk. Yang paling asyik karena anak-anak senang sekali naik tuktuk ini.

Hampir semua pengendara sepeda motor dengan bak di belakang ini juga baik. Meskipun bahasa Inggrisnya terbatas, mereka mau diajak ngobrol. Juga sangat membantu. Untuk harga, menurutku sih masih bersahabat. Setahuku karena memang sudah ada standar harga di antara mereka.

Untuk perjalanan lebih jauh, kami pakai taksi atau kereta cepat (metropolitan rapid transit). Moda transportasi ini belum senyaman MRT di Singapura tapi tetap menyenangkan bagi anak-anak.

Kami sekali coba naik BTS Sky Train. Bagiku sih tidak terlalu asyik karena jauh lebih mahal.

Murah dan Nyaman
Selama lima malam menginap hari di Bangkok, kami menginap di dua lokasi yaitu @Hua Lamphong Hostel dan Check inn Residence Sathorn. Keduanya kami dapatkan lewat situs penyedia hotel Agoda.

Seperti umumnya hotel di Bangkok, dua hotel itu harganya relatif lebih murah dibandingkan di Bali. Tarifnya sekitar Rp 350 ribu per malam. Namun, hotelnya nyaman dengan layanan juga bagus.

Enaknya @Hua Lamphong Hostel karena berada persis di samping stasiun MRT. Jadi mudah kalau mau jalan ke mana-mana pake MRT. Ada ruang untuk keluarga pula. Lengkap dengan buku dan permainan bola sodoknya.

Tempat ini juga dekat kalau mau ke beberapa lokasi populer, seperti China Town dan Pagoda Wat Trimitre atau Pagoda Emas Murni. Jaraknya hanya 1-2 km. Cukup jalan kaki dengan trotoar lebar dan nyaman di sekitar sini.

Dekatnya hotel dengan lokasi jalan-jalan ini amat penting. Kami baru sadar pas pindah ke hotel kedua, Check inn Residence Sathorn. Lokasinya lebih ke pinggir Bangkok agak di selata.

Hotel kedua ini nyamannya tiada tara. Untuk harga sekitar Rp 300 ribu per malam, dia termasuk murah dan mewah. Kamar luas. Ada dapur pribadi. Tempat nyuci. Kolam renang. Tempat kebugaran.

Dia memang lebih mirip tempat tinggal, apartemen, bukan hotel tempat menginap satu dua malam.

Masalahnya cuma satu, hotel Check inn Residence ini agak jauh dari tempat jalan-jalan. Jadi kami harus selalu naik taksi kalau pergi. Stasiun MRT juga jauh.

Lokasi Jalan-jalan
Bangkok punya terlalu banyak tempat asyik buat jalan-jalan. Waktu hanya empat hari di sana jelas kurang. Karena itu harus membuat prioritas mana saja yang mau dikunjungi.

Pilihan utama tentu objek wisata Bangkok yang ramah keluarga, terutama untuk anak-anak. Pilihan kami antara lain Lumpini Park, Asiatique, Pasar Chatuchak, dan Pasar Terapung Khlong Lat Mayom.

Di luar itu, tentu tetap harus ke tempat-tempat yang sudah kadung populer seperti Pagoda Budha Emas, The Grand Palace, dan Wat Pho.

Lumpini Park sekadar taman di tengah kota. Orang sana juga pada heran pas tahu kami mau jalan-jalan ke sana. Tapi, anak-anak sangat senang karena bisa naik bebek-bebekan ataupun aneka permainan di taman ini. Mungkin karena Bali nyaris tak punya taman kota seperti Taman Lumpini ini. Jadinya Bani dan adik senang sekali.

Karena gratis, jadi Bunda tentu saja senang sekali. :p

Lokasi lain, Chatuchak Market, berada di luar kota. Pasar ini buka hanya Sabtu dan Minggu. Ini pasarnya sudah serasa pasar senggol saking penuhnya. Barangnya buanyaaak banget. Jika mau menjelajah seluruh bagian pasar, sepertinya perlu seharian.

Pasar lain yang kami kunjungi adalah Pasar Terapung Khlong Lat Mayom. Lokasinya di luar kota Bangkok. Lama perjalanan sekitar 1,5 jam ke daerah pedesaan. Perlu bawa kendaraan sendiri, jika sudah hafal jalan, atau ikut tur bareng rombongan lain jika mau ke sini.

Asyiknya tempat ini karena bisa menjelajah pasar dengan kios-kios terapung. Banyak pula pedagang yang berjualan di atas sampan. Barang-barangnya tak ada yang istimewa. Jenis dan modelnya juga banyak dijual di tempat lain.

Tak enaknya di sini karena barang-barangnya mahal. Pedagang dan pembawa perahunya juga banyak yang galak dan judes. Jadi bikin males. Cukuplah sekali saja jalan-jalan ke sini.

Tulisan tentang masing-masing tempat, nanti ditulis di bagian lain saja kalau sudah ada suasana hati (mood) yang pas untuk nulis.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.