
Imajinasi indah tentang hari tua di Solo dan Jogja pun buyar.
Dia pelan-pelan hilang dan berganti. Kedua kota ini tak lagi seperti apa yang aku bayangkan sebelumnya. Setidaknya selama aku datang ke dua kota itu pekan lalu.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Kebingungan menyergap kami saat mendarat di Singapura.
Begitu tiba di Harbourfront Center, pelabuhan penghubung antara Singapura dengan Tanjung Balai Karimun, Riau, kami bingung harus ke mana. Semua tak semudah yang kami bayangkan sebelumnya.
Continue reading “Kebingungan dan Kegembiraan di Negeri Jiran”
Aaaah, lega rasanya sungguh tiada tara.
Rabu sekitar pukul 9 malam, pesawat KLM yang kami tumpangi mendarat di Bali. Dua setengah jam sebelumnya, kami deg-degan dalam ketidakpastian.
Continue reading “Menjajal Liburan di Negara Kota Serba Mahal”
Tahun ini, kami merayakan Lebaran dengan suasana berbeda. Meriah.
Lokasi Lebarannya di Bengkalis, salah satu pulau di Provinsi Riau. Pulau ini dekat perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Hanya dua jam sudah sampai Malaka, kota pesisir barat Malaysia.

Jalan-jalan ke mana jika hanya punya waktu setengah hari di Kuala Lumpur?
Aku juga tidak tahu ke mana tempat terbaiknya. Karena itu aku sekadar menuruti kata hati saja. Jalan kaki dari pusat kota ke kota tua Kuala Lumpur pada hari terakhir di Kuala Lumpur akhir Mei lalu.

Malaysia ternyata tak setertutup yang aku kira.
Sebelum akhirnya mengenal langsung negara serumpun ini, aku punya beberapa anggapan miring tentang Malaysia. Salah satunya tentang betapa konservatifnya negara kerajaan ini.
Continue reading “Terkesima Keterbukaan dan Kemajuan Malaysia”
Sekitar dua minggu lalu, Dek Didi “meracuni” kami.
Teman di Bali Blogger Community (BBC) itu mengunggah foto cantik sebuah tempat wisata di daerah Tegalalang, Gianyar. Begitu ketemu dia, kami pun bersemangat 45 bertanya tentang tempat itu.
Continue reading “Bali Pulina sebagai Model Pariwisata Bali”
Baiklah. Aku mengaku telah melanggar niat hidup lebih sehat.
Semua ini gara-gara nikmat durian yang begitu menggoda. Mereka sungguh terlalu, menggodaku selama perjalanan di Sulawesi Selatan kali ini.
Akhirnya saya bisa juga merasakan Natal di Palasari.
Dusun ini berada di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Jaraknya sekitar 120 km dari Denpasar. Karena melewati jalur padat dan sibuk Jawa – Bali, waktu tempuh pun lebih lama, sekitar 4 jam.